PALU — Pelarian Aan Kurniawan, terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Duyu, Kota Palu, berakhir sudah.
Setelah diduga bersembunyi selama hampir satu bulan, Aan berhasil diamankan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polresta Palu pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Baca Juga: Polsek Palu Selatan Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Tenda di Kelurahan Duyu
Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail, S.H., M.H. Terduga pelaku diamankan di rumah milik keluarganya di sekitar Jalan Kamboja, Kelurahan Balaroa, Kota Palu.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail, membenarkan penangkapan sore itu. Ia mengungkapkan, keberadaan Aan akhirnya diketahui setelah yang bersangkutan keluar dari lokasi persembunyiannya di kawasan hutan (likuifaksi) Balaroa.
“Benar, kami telah mengamankan Aan Kurniawan pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WITA. Yang bersangkutan bersembunyi hampir satu bulan,” terang AKP Ismail.
Baca Juga: Praperadilan Beny Robot Ditolak PN Palu, Polda Sulteng Tegaskan Proses Penetapan Tersangka Sah
Aan diduga meninggalkan lokasi persembunyiannya di lokasi likuifaksi Balaroa karena kelaparan. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan petugas untuk melakukan penelusuran terhadap keberadaan pelaku.
Setelah melakukan serangkaian upaya pencarian, Tim Jatanras Satreskrim Polresta Palu akhirnya mengamankan Aan di rumah keluarganya.
Saat diamankan, Aan tidak melakukan perlawanan. Ini juga berkat bantuan pihak keluarga yang membantu proses pelaku menyerahkan diri.
Setelah itu, pelaku kemudian dibawa menjalani proses pemeriksaan secara intensif di Polresta Palu.
Baca Juga: Komisi III DPR RI: Rampungkan Pembahasan RUU Perampasan Aset Desember 2026
Keberadaan Aan Kurniawan yang sudah ditemukan, kini mengakhiri pelariannya saat kejadian pembunuhan di Lorong PDAM Jalan Sungai Manonda, Kelurahan Duyu, Kota Palu, pada 26 Juli 2026.
Saat kejadian, Aan mengaku menghabisi nyawa korbannya karena motif sakit hati. Malam itu, ia membunuh Jamil dan anaknya yang berumur 2 tahun.
Istri Jamil juga alami luka parah akibat terkena senjata tajam. Setelah bertahan beberapa hari di rumah sakit menjalani perawatan, istri Jamil akhirnya juga meninggal dunia. (*)













