HUKUM & KRIMINAL

Brady Ebert Jalani Evaluasi Kompetensi di Kasus Percobaan Pembunuhan

×

Brady Ebert Jalani Evaluasi Kompetensi di Kasus Percobaan Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
Brady Ebert Jalani Evaluasi Kompetensi di Kasus Percobaan Pembunuhan
Brady Ebert menghadapi proses hukum setelah diperintahkan menjalani evaluasi kompetensi dalam kasus percobaan pembunuhan. (Foto: instagram/@shadybrady)

AMERIKA – Mantan gitaris Turnstile, Brady Ebert, diperintahkan menjalani evaluasi kompetensi setelah perilakunya dalam sidang terbaru kasus percobaan pembunuhan menimbulkan kekhawatiran dari tim pembela.

Ebert saat ini menghadapi sejumlah dakwaan serius, termasuk percobaan pembunuhan tingkat pertama, percobaan pembunuhan tingkat kedua, penyerangan tingkat pertama, serta dua dakwaan penyerangan tingkat kedua. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga: Terharu dengan Perjuangan Tim Tinompo 2, Ketua DPRD Morut Bantu Dana Rp5 Juta

Kasus tersebut bermula dari insiden pada Maret lalu ketika Ebert diduga menabrak William Yates, ayah vokalis Turnstile, Brendan Yates, yang berusia 79 tahun, menggunakan mobil.

Ebert membantah melakukan tindak kriminal dan mengklaim dirinya bertindak “murni untuk membela diri”. Ia juga mengatakan dirinya telah “diserang secara langsung”.

Dalam persidangan terbaru di Pengadilan Sirkuit Montgomery County, Maryland, Ebert menuduh pengacaranya, Mark Sobel, bekerja sama dengan pihak penuntut.

Baca Juga: Heboh, Karangan Bunga Dugaan Selingkuh Muncul di Depan Kantor Bank Sulteng

Ia bahkan menyatakan akan memecat pengacaranya setelah Hakim Eric Johnson menyebut Sobel sebagai “pengacara yang sangat baik”.

“Saya akan memecatnya,” kata Ebert di ruang sidang.

Musisi tersebut juga dilaporkan mencurigai bahwa pengacaranya sebelumnya mungkin menerima suap. Ebert kemudian bersikeras bahwa dirinya berada dalam kondisi yang sepenuhnya kompeten untuk menghadapi proses hukum.

Baca Juga: Usai Ditelepon Gubernur Anwar Hafid, Wamenkes Minta PPPK Kesehatan Sulteng Masukan Surat

“Saya sangat kompeten,” ujar Ebert.

Ia juga menyebut laporan polisi mengenai insiden tersebut sebagai kebohongan dan meminta agar rekaman CCTV segera diperlihatkan di pengadilan.

“Kita bisa menonton videonya sekarang juga dan membuktikan bahwa saya tidak bersalah,” katanya. “Saya tidak melakukan kejahatan.”

Baca Juga: Revisi Inlok PT RAS Diungkap di Praperadilan, Sebut Nama Anwar Hafid Belum Pernah Diperiksa

Ebert juga mengatakan dirinya berencana menggugat petugas polisi, jaksa, serta pengacara pembela yang terlibat dalam kasus tersebut.

Pernyataan tersebut membuat Mark Sobel menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kondisi kompetensi kliennya.

Hakim Johnson kemudian memerintahkan Ebert menjalani evaluasi kompetensi untuk menentukan apakah ia mampu memahami proses hukum dan membantu pembelaannya.

Baca Juga: Perkara Rafiq Al Amri Bergulir, Wali Adat Beri Penegasan

Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 22 September, sementara persidangan utama dijadwalkan pada 5 Oktober. Ebert saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Montgomery County tanpa jaminan.

Menurut polisi, insiden yang melibatkan William Yates menyebabkan trauma pada bagian bawah tubuh korban.

William juga mengatakan kepada penyidik bahwa Ebert telah mengganggu keluarganya sejak hubungan sang gitaris dengan Turnstile berakhir pada 2022.

Baca Juga: Presiden Prancis Beri Peringatan Usai Mbappe Jadi Target Penculikan

Ebert diduga mengendarai mobil menuju rumah William, membunyikan klakson, dan memaki-maki pria tersebut sebelum meninggalkan lokasi.

Brendan Yates kemudian menuduh Ebert kembali ke rumah tersebut dan sengaja menabrak ayahnya menggunakan kendaraan.

Setelah kejadian itu, Ebert diduga kembali untuk ketiga kalinya dan mengatakan kepada William bahwa korban “pantas mendapatkannya” sebelum petugas pertolongan pertama tiba.

Baca Juga: Selvi Ananda ke Sulteng, Dari Hemat Energi hingga Bantuan Sekolah

Turnstile sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka telah memutuskan hubungan dengan Ebert setelah muncul apa yang mereka sebut sebagai “pola perilaku berbahaya yang konsisten” yang berdampak terhadap dirinya sendiri, band, serta komunitas di sekitarnya.

Band tersebut juga menuduh Ebert melontarkan sejumlah “cercaan tanpa dasar” selama beberapa tahun setelah kepergiannya.

Menurut Turnstile, situasi tersebut semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir hingga akhirnya berujung pada kekerasan fisik.

Baca Juga: Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Rencana Disusun dari Penjara

Dalam pernyataannya, Turnstile menyebut Ebert mendatangi rumah orang tua Brendan Yates dan menggunakan kendaraannya untuk menabrak ayah sang vokalis.

Band tersebut mengatakan William Yates mengalami trauma fisik parah akibat insiden tersebut, tetapi bersyukur korban berhasil selamat dan menjalani operasi.

Kasus Brady Ebert kini memasuki tahap penting setelah pengadilan memerintahkan evaluasi kompetensi.

Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana proses hukum terhadap mantan gitaris Turnstile itu akan dilanjutkan.***