MANCHESTER – Manchester City kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim bahwa UEFA berpotensi menjatuhkan sanksi larangan bermain di kompetisi Eropa selama tujuh hingga sepuluh tahun.
Hukuman tersebut disebut dapat diberlakukan apabila klub berjuluk The Citizens itu dinyatakan bersalah setelah melalui proses banding terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan.
Baca Juga: Meski Man City Kalah! Haaland Pecahkan Dua Rekor Messi di Liga Champions
Informasi tersebut disampaikan oleh jurnalis sekaligus komentator sepak bola asal Kolombia, Cesar Augusto Londoño, melalui akun media sosial X pada 15 Oktober 2026.
Ia mengklaim UEFA akan segera mengumumkan keputusan yang dapat membuat Manchester City tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi antarklub Eropa selama beberapa tahun.
Dalam unggahannya, Londoño menyebut larangan tersebut akan mencakup Liga Champions, Liga Europa, hingga Liga Conference. Jika benar diterapkan, hukuman itu berpotensi menjadi salah satu sanksi paling berat yang pernah dijatuhkan UEFA kepada klub sepak bola.
Baca Juga: Manchester City Hadapi Ancaman Sanksi Besar, Hasil Banding Jadi Penentu
Meski demikian, klaim tersebut belum disertai bukti pendukung yang dapat diverifikasi dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari UEFA.
Karena itu, kabar mengenai larangan selama tujuh hingga sepuluh tahun tersebut masih harus diperlakukan sebagai laporan yang belum terkonfirmasi, bukan keputusan resmi.
Manchester City sendiri masih menghadapi persoalan hukum terkait dugaan pelanggaran finansial yang berlangsung dalam periode 2009 hingga 2018.
Baca Juga: Carrick dalam Tekanan, Pelatih Brighton Masuk Radar Manchester United
Kasus tersebut menjadi salah satu perkara paling besar dalam sejarah sepak bola Inggris karena berkaitan dengan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi.
Dalam laporan yang beredar, City disebut menghadapi 114 tuduhan pelanggaran. Namun, jumlah tuduhan dalam berbagai pemberitaan kerap berbeda, sehingga angka dan status hukum terbaru perlu merujuk pada dokumen resmi serta pernyataan otoritas terkait.
Klub yang pernah menjuarai Liga Champions pada 2023 itu terus membantah tuduhan yang dialamatkan kepada mereka dan menempuh jalur hukum untuk mempertahankan posisinya. Proses banding menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan perkara tersebut.
Baca Juga: Brace Haaland Tak Cukup! Manchester City Dipermalukan PSG di Etihad
Jika larangan dari UEFA benar-benar dijatuhkan, dampaknya bisa sangat besar bagi Manchester City. Klub bukan hanya berpotensi kehilangan kesempatan tampil di kompetisi Eropa, tetapi juga menghadapi konsekuensi olahraga dan komersial yang berkaitan dengan absennya mereka dari turnamen antarklub paling bergengsi di benua tersebut.
Di sisi lain, potensi sanksi domestik juga terus menjadi bahan perbincangan. Sebuah studi yang dikutip dalam pemberitaan menyebut Manchester City menghadapi kemungkinan degradasi dengan probabilitas kumulatif mencapai 60 persen apabila hukuman pengurangan poin diberlakukan. Angka tersebut merupakan hasil analisis yang dikutip, bukan keputusan resmi Liga Premier.
Pasar taruhan juga dilaporkan mengubah peluang degradasi Manchester City di tengah ketidakpastian mengenai hasil perkara tersebut. Namun, pergerakan peluang taruhan tidak dapat dijadikan bukti bahwa hukuman tertentu pasti akan dijatuhkan.
Baca Juga: Kekalahan dari Atletico Picu Kekhawatiran Fans, Carrick Dituntut Segera Bangkit
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire turut menyoroti minimnya informasi mengenai perkembangan kasus ini.
Dalam wawancara dengan talkSPORT, ia mengatakan bahwa kerahasiaan seputar proses tersebut menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk mengenai kemungkinan pihak-pihak tertentu telah mengetahui informasi lebih awal.
Maguire juga menyinggung kasus finansial yang melibatkan Chelsea. Menurutnya, perkara tersebut menunjukkan bahwa proses penanganan dugaan pelanggaran keuangan dan banding dapat berlangsung tanpa banyak informasi yang disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Gol Kilat Barrios Hancurkan Man United, Atletico Madrid Amankan Kemenangan
Sementara itu, mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, turut memberikan pandangan mengenai kemungkinan Liga Premier mengambil keputusan yang berdampak pada hasil persaingan gelar musim 2013/2014.
Salah satu isu yang kembali dibahas adalah kemungkinan pemberian medali juara secara retrospektif kepada pemain Liverpool jika hasil penanganan kasus Manchester City memengaruhi catatan kompetisi.
Pelatih Paris Saint Germain, Luis Enrique, juga disebut memberikan tanggapan terkait persoalan yang tengah membayangi Manchester City.
Baca Juga: Rayo Vallecano Rayakan Kesuksesan Emil Audero Bersama Timnas Indonesia
Namun, perkembangan tersebut tidak mengubah fakta bahwa kabar mengenai larangan bermain di Eropa selama tujuh hingga sepuluh tahun masih belum dikonfirmasi secara resmi.
Hingga terdapat pengumuman dari UEFA atau dokumen resmi yang menjelaskan sanksi tersebut, masa depan Manchester City di kompetisi Eropa masih belum dapat dipastikan. Perkembangan proses hukum dan keputusan otoritas terkait akan menjadi penentu utama arah kasus ini.***













