PENDIDIKAN

Anwar-Reny Dorong Pendidikan Gratis di Sulteng, Kuliah Tak Lagi Jadi Beban

×

Anwar-Reny Dorong Pendidikan Gratis di Sulteng, Kuliah Tak Lagi Jadi Beban

Sebarkan artikel ini
Anwar-Reny Dorong Pendidikan Gratis di Sulteng, Puluhan Ribu Mahasiswa Dapat Beasiswa
Program BERANI CERDAS Pemprov Sulteng menjadi upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dan mendorong terwujudnya cita-cita “Satu Rumah Satu Sarjana”. (Foto: Dok)

PALU – Pendidikan dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara. Karena itu, pemerintah pusat maupun daerah dituntut hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan akses pendidikan dan kesehatan secara lebih merata.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui program unggulan BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT yang diprogramkan untuk periode pemerintahan 2025-2029.

Baca Juga: Wagub Reny Terpukau, Siswa Sekolah Rakyat Palu Fasih Berpidato Empat Bahasa Asing

Melalui BERANI CERDAS, Pemprov Sulteng memberikan dukungan biaya pendidikan bagi masyarakat, mulai dari jenjang SMA, SMK dan SLB hingga perguruan tinggi untuk jenjang S1, S2, S3, termasuk pendidikan dokter spesialis sesuai ketentuan program.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4.

“Jadi orang tua tidak perlu lagi berpikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4. Kita patut bersyukur dengan kehadiran negara atau pemerintah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang memprogramkan dan merealisasikan biaya pendidikan bagi warganya,” ujar Jemmy, salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai kepada media ini, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Mewarnai dan Kwartet Bertema Lingkungan, Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Oncone

Menurut Jemmy, program BERANI CERDAS sangat membantu keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi beban biaya pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Ia berharap para penerima manfaat tetap mendapatkan pendampingan dan pengawasan agar bantuan pendidikan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi belajar.

“Tinggal anak-anak kita dipantau, diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah ini putus sekolah hanya karena biaya pendidikannya terbatas,” katanya.

Baca Juga: Kunjungi Pesantren Alkhairaat Koya, Ketua DPRD Morut Ambil Alih Pembiayaan Honor Guru

Jemmy juga menilai BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT merupakan dua program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga hingga pelosok desa.

“Kalau masih ada yang nyinyir soal pelaksanaan program BERANI CERDAS dan SEHAT Gubernur dan Wagub Anwar Hafid-Reny Lamadjido, maka itu dapat dipastikan orang iri, belum bangkit dari kekalahan dalam kontestasi politik atau mungkin kecewa karena permintaan pribadinya belum dipenuhi. Tapi yang pasti secara umum kita patut mengapresiasi keberhasilan Anwar-Reny dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, Program BERANI CERDAS pada tahap awal telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar pada 2025.

Baca Juga: PT SJA 2 Salurkan Honorarium Guru Eksternal

Pada 2026, jumlah pendaftar dan penerima manfaat terus berkembang seiring perluasan kuota. Cakupan program juga diperluas untuk jenjang S2, S3, dokter spesialis hingga bantuan penyelesaian studi.

Penerima manfaat tersebar di berbagai perguruan tinggi. Universitas Tadulako (Untad), misalnya, mencatat sebanyak 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng pada Januari 2026.

Sementara itu, sebanyak 2.173 mahasiswa UIN Datokarama Palu telah masuk dalam daftar tunggu pencairan.

Baca Juga: Afif Furqan, Jabat Ketum HMI Komisariat FISIP UNTAD Periode 2025-2026

Adapun jumlah penerima dari perguruan tinggi lainnya masih menunggu proses validasi dan rekapitulasi, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah maupun di luar daerah, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan dan perguruan tinggi di Pulau Jawa.

Secara keseluruhan, program tersebut disebut telah menjangkau 23.569 penerima pada fase pendataan awal dan terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.

Selain mahasiswa, Pemprov Sulteng juga menyiapkan dukungan pendidikan melalui BOSDA bagi siswa SMA, SMK dan SLB, baik sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga: Doa Bersama di Tengah Kekeringan, SPN Polda Sulteng Gelar Sholat Istisqa

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng ada sekitar 453 sekolah, tidak ada pakai desil,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam sejumlah kesempatan menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.

Pembangunan daerah, kata dia, tidak hanya harus diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Terharu dengan Perjuangan Tim Tinompo 2, Ketua DPRD Morut Bantu Dana Rp5 Juta

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB kategori desil 1, 2, 3 dan 4, dan untuk perguruan tinggi mulai dari S1, S2 dan S3,” jelas Anwar Hafid.

Menurut mantan Bupati Morowali itu, pelaksanaan program BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT mendapat dukungan DPRD Sulteng melalui penganggaran dalam APBD setiap tahun.

“Jadi kesuksesan pelaksanaan program 9 BERANI itu, dua di antaranya sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami, yaitu BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT. Itu karena didukung oleh teman-teman di DPRD Sulteng,” ungkapnya.

Baca Juga: Heboh, Karangan Bunga Dugaan Selingkuh Muncul di Depan Kantor Bank Sulteng

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulteng yang memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program 9 BERANI.

Dalam pelaksanaannya, bantuan pendidikan juga mencakup kebutuhan tertentu bagi siswa SMK, termasuk biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi (ukom), sesuai ketentuan program.

“Termasuk S2 dan S3 terhadap jurusan yang dibutuhkan oleh daerah juga diberikan. BOSDA kepada sekolah SMA, SMK negeri dan swasta di Sulteng dan juga memberikan beasiswa bagi siswa miskin yang sekolah di sekolah swasta serta seragam sekolah,” kata Anwar.

Baca Juga: Usai Ditelepon Gubernur Anwar Hafid, Wamenkes Minta PPPK Kesehatan Sulteng Masukan Surat

“Termasuk menanggung semua biaya prakerin dan ukom bagi siswa SMK apabila melaksanakan praktik kerja industri di mana saja, termasuk dokter spesialis,” lanjutnya.

Bagi sebagian keluarga di Sulawesi Tengah, biaya pendidikan hingga perguruan tinggi masih menjadi tantangan ekonomi. Karena itu, hadirnya program beasiswa tersebut dinilai membuka kembali kesempatan bagi anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan.

Sejumlah penerima manfaat juga menyampaikan harapan agar program BERANI CERDAS dapat dilaksanakan secara konsisten hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya.

Baca Juga: Revisi Inlok PT RAS Diungkap di Praperadilan, Sebut Nama Anwar Hafid Belum Pernah Diperiksa

Konsep “Satu Rumah Satu Sarjana” yang menjadi salah satu semangat program tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak anak Sulteng memperoleh pendidikan tinggi tanpa terhambat persoalan biaya.

Dari sisi mekanisme pencairan, orang tua penerima juga memberikan respons positif. Bank Sulteng disebut memfasilitasi pembuatan rekening penerima.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, orang tua atau wali dapat mendatangi kantor Bank Sulteng terdekat dengan membawa dokumen identitas seperti KTP dan KK.

Proses verifikasi kemudian dapat dilakukan melalui video call bersama mahasiswa yang bersangkutan. (*)