OLAHRAGA

Bukan Kejutan Biasa, Como Tampil Ganas dan Hancurkan RB Leipzig

×

Bukan Kejutan Biasa, Como Tampil Ganas dan Hancurkan RB Leipzig

Sebarkan artikel ini
Bukan Kejutan Biasa, Como Tampil Ganas dan Hancurkan Leipzig
Como merayakan kemenangan bersejarah 4-1 atas RB Leipzig dalam debut Liga Champions. (Foto: instagram/@comofootball)

ITALIA – Como 1907 mengawali perjalanan perdana mereka di Liga Champions dengan cara luar biasa. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Como menghancurkan RB Leipzig dengan skor telak 4-1.

Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada pertandingan pembuka Liga Champions 2026/27. Untuk pertama kalinya tampil di kompetisi elite Eropa, Como justru mampu menundukkan klub Bundesliga yang memiliki pengalaman jauh lebih banyak di panggung kontinental.

Baca Juga: Old Trafford Bergemuruh, Manchester United Hancurkan Sabah 4-0

Debut yang semula diperkirakan menjadi ujian berat berubah menjadi malam bersejarah bagi publik Como. Empat gol dari empat pemain berbeda memperlihatkan betapa efektifnya permainan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Martin Baturina membuka pesta gol Como pada menit ke-15. Gelandang asal Kroasia tersebut mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain yang mencetak gol pertama Como di Liga Champions.

Gol tersebut menjadi titik penting setelah Como mampu melewati tekanan awal dari Leipzig. Tim tamu tampil agresif sejak menit pertama dan berusaha menguasai permainan, tetapi Como perlahan berhasil mengambil kendali pertandingan.

Baca Juga: Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Pada menit ke-38, Como kembali membuat pertahanan Leipzig kesulitan. Tasos Douvikas berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah dan membuat Como menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Keunggulan tersebut tidak membuat Como kehilangan agresivitas setelah turun minum. Sebaliknya, skuad asuhan Cesc Fabregas tampil semakin percaya diri dan terus memberikan tekanan.

Hasilnya, Assane Diao mencetak gol ketiga pada menit ke-54. Diao mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pertahanan Leipzig untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Baca Juga: Cetak Hat Trick, Ferran Torres Ungkap Kandidat Juara Liga Champions

Leipzig hanya membutuhkan waktu empat menit untuk memperkecil ketertinggalan. Andrija Maksimovic mencetak gol pada menit ke-58 dan sempat memberikan harapan bagi tim tamu untuk melakukan comeback.

Namun, Como tidak panik. Tuan rumah tetap menjaga organisasi permainan dan mampu meredam upaya Leipzig untuk mencetak gol kedua. Como bahkan terus menciptakan peluang berbahaya ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Pesta Como akhirnya ditutup Maximo Perrone pada menit ke-90. Pemain asal Argentina tersebut mencetak gol keempat setelah rangkaian serangan yang melibatkan Moise Kean dan Nico Paz.

Baca Juga: Liverpool Menang Dramatis, Tumbangkan Atletico Madrid 2-1 di Anfield

Gol tersebut memastikan Como mengakhiri debut Liga Champions mereka dengan kemenangan 4-1 yang akan dikenang dalam sejarah klub.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa jika melihat perjalanan Como dalam beberapa tahun terakhir. Klub tersebut pernah berada di kasta keempat sepak bola Italia sekitar tujuh tahun lalu. Kini, mereka bukan hanya mencapai kompetisi tertinggi Eropa, tetapi langsung meraih kemenangan besar pada pertandingan debut.

Perkembangan Como tidak terlepas dari proyek ambisius yang dibangun klub dalam beberapa tahun terakhir. Cesc Fabregas menjadi salah satu figur penting dalam proyek tersebut, baik dalam kapasitasnya sebagai pelatih maupun bagian dari struktur kepemilikan klub.

Baca Juga: Manchester United Dapat Kabar Buruk Jelang Lawan Sabah FC di Liga Champions

Di atas lapangan, Como menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar mengandalkan semangat debutan. Kemampuan mengontrol lini tengah menjadi salah satu faktor penting kemenangan mereka.

Nico Paz dan Luis Milla mampu membantu Como keluar dari tekanan Leipzig sekaligus mengalirkan bola dengan lebih terstruktur. Ketika ruang terbuka, Como bergerak cepat untuk mengeksploitasi kelemahan lini belakang lawan.

Sebaliknya, RB Leipzig kembali mendapatkan hasil mengecewakan. Kekalahan 1-4 dari Como menjadi pukulan keras setelah sebelumnya mereka juga kalah 1-3 dari Werder Bremen di Bundesliga.

Baca Juga: Chelsea Terpukul, Alonso Konfirmasi Dua Pemain Absen Lawan Leeds United

Leipzig terlihat kesulitan membangun permainan, terutama pada babak pertama. Penguasaan bola sekitar 40 persen menunjukkan bagaimana Como mampu membuat tim asuhan Martin Demichelis kehilangan kontrol pertandingan.

Bek senior Leipzig, Willi Orban, bahkan menyoroti sejumlah masalah dalam permainan timnya. Menurutnya, Leipzig kalah dalam intensitas, pengambilan keputusan, jarak antarpemain, serta kualitas permainan ketika menguasai bola.

Bagi Como, kemenangan ini jelas lebih dari sekadar tiga poin. Mereka menunjukkan keberanian untuk bermain terbuka, kemampuan bertahan ketika mendapatkan tekanan, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Baca Juga: Xabi Alonso Yakin Chelsea Segera Catat Clean Sheet di Premier League

Empat gol yang dicetak empat pemain berbeda juga menunjukkan bahwa ancaman Como tidak hanya bergantung pada satu sosok.

Martin Baturina menjadi pembuka jalan, Douvikas dan Diao memperlebar jarak, sementara Perrone memberikan sentuhan terakhir pada malam bersejarah tersebut.

Secara keseluruhan, Como tampil jauh lebih matang daripada yang diperkirakan untuk tim yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Champions.

Baca Juga: Xabi Alonso Yakin Chelsea Segera Catat Clean Sheet di Premier League

Dukungan publik Sinigaglia berhasil mereka manfaatkan untuk membangun momentum sekaligus memberikan tekanan kepada Leipzig.

Sebaliknya, RB Leipzig harus segera melakukan evaluasi. Kekalahan telak tersebut memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus diselesaikan jika mereka ingin bersaing dalam fase liga Liga Champions musim ini.

Bagi Cesc Fabregas, kemenangan 4-1 menjadi validasi awal terhadap proyek sepak bola yang sedang dibangun Como. Namun, pekerjaan belum selesai.

Baca Juga: Lautaro Martinez Ungkap Pesan untuk Messi Usai Pensiun dari Argentina

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kemenangan atas Leipzig bukan sekadar kejutan satu malam.

Como kini memiliki modal kepercayaan diri yang luar biasa untuk melanjutkan petualangan Eropa.

Setelah membuat sejarah dengan lolos ke Liga Champions, mereka langsung menambahkan satu babak baru melalui kemenangan telak atas RB Leipzig.

Malam di Sinigaglia pun menjadi bukti bahwa Como datang ke Liga Champions bukan untuk sekadar menjadi pelengkap.***