COVENTRY – Coventry City mencatatkan kemenangan impresif setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor 4-1 pada pekan keenam Premier League 2026/2027 di Coventry Building Society Arena, Senin (12/10/2026) dini hari.
Hasil ini menjadi momen penting bagi tim asuhan Frank Lampard. Selain meraih dua kemenangan beruntun di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Coventry juga mencatatkan kemenangan kandang Premier League yang disebut sebagai yang pertama dalam 25 tahun terakhir. Tambahan tiga poin sekaligus mengangkat mereka keluar dari zona degradasi.
Baca Juga: Michael Carrick Terancam Dipecat, Manchester United Serius Bidik Antonio Conte
Coventry langsung tampil agresif sejak menit awal. Kesalahan penjaga gawang Newcastle, Lukas Hornicek, menjadi awal petaka bagi tim tamu ketika pertandingan baru berjalan enam menit.
Hornicek gagal mengamankan bola dengan sempurna sebelum menjatuhkan Sidiki Cherif di dalam kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih untuk memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah.
Jack Rudoni yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari pergerakan kiper dan membawa Coventry unggul 1-0.
Baca Juga: Marc Marquez Sebut Hasil MotoGP Indonesia Seperti Mimpi, Ini Alasannya
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah. Newcastle berusaha membalas melalui sejumlah serangan yang melibatkan Harvey Barnes dan Matias Fernandez-Pardo. Namun, penyelesaian akhir mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Coventry.
Salah satu peluang Newcastle bahkan berhasil digagalkan Bobby Thomas yang melakukan sapuan penting di dekat garis gawang. Coventry pun mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum meski mendapat tekanan dari tim tamu.
Memasuki babak kedua, Coventry kembali memberikan pukulan cepat. Pada menit ke-48, Sidiki Cherif menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan situasi lemparan ke dalam jarak jauh yang membuat lini pertahanan Newcastle kesulitan membuang bola.
Baca Juga: Vinicius Jr Terancam Absen di El Clasico Usai Kartu Merah Lawan Villarreal
Bola liar jatuh ke kaki Cherif, yang kemudian melepaskan tembakan keras dan akurat ke sudut bawah gawang. Gol tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi pemain berusia 19 tahun itu karena merupakan gol pertamanya untuk Coventry setelah dipercaya tampil sebagai starter di Premier League.
Newcastle tidak tinggal diam. Tim asuhan Matthias Jaissle terus meningkatkan tekanan untuk memperkecil ketertinggalan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-70 melalui gol spektakuler Sven Botman.
Bek asal Belanda itu melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Carl Rushworth. Skor berubah menjadi 2-1 dan membuka kembali peluang Newcastle untuk menyelamatkan pertandingan.
Baca Juga: Aprilia Kuasai Mandalika! Bezzecchi Menang, Martin Rebut Posisi Teratas
Namun, Coventry mampu meredam momentum kebangkitan tim tamu. Pada menit ke-81, Ellis Simms memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 3-1 setelah memanfaatkan kesalahan Joelinton di area pertahanan Newcastle.
Simms yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberikan kontribusi penting. Gol tersebut membuat Newcastle kembali berada dalam tekanan dan harus mengejar selisih dua gol dalam waktu yang semakin terbatas.
Pesta Coventry akhirnya ditutup Stephen Mfuni pada menit ke-86. Pemain berusia 18 tahun itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang Newcastle.
Baca Juga: Manchester United Ditahan Tottenham, Ini Sikap Klub terhadap Carrick
Gol tersebut menjadi gol senior pertama Mfuni sekaligus menyempurnakan kemenangan Coventry menjadi 4-1. Seperti Simms, Mfuni membuktikan efektivitas pergantian pemain Lampard dengan memberikan dampak nyata setelah masuk dari bangku cadangan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Newcastle tidak mampu menambah gol. Coventry pun mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Coventry setelah sebelumnya menaklukkan Nottingham Forest dengan skor 1-0.
Baca Juga: Aleix Espargaro Mundur dari MotoGP Mandalika, Honda Ungkap Alasannya
Dua kemenangan beruntun mengangkat mereka ke posisi ke-14 dengan enam poin, sementara Newcastle berada di peringkat ke-11 dengan delapan poin, berdasarkan data klasemen dalam laporan pertandingan.
Salah satu hal menarik dari laga ini adalah perbedaan efektivitas kedua tim. Newcastle dilaporkan menguasai sekitar 67 persen bola dan melepaskan 19 tembakan, sedangkan Coventry mencatatkan sembilan tembakan.
Meski kalah dalam penguasaan bola dan jumlah percobaan, tuan rumah mampu memaksimalkan peluang untuk menghasilkan empat gol.
Baca Juga: Penalti Grid Hantam Toprak Razgatlioglu di MotoGP Mandalika
Bagi Lampard, kemenangan tersebut menjadi modal berharga untuk membangun konsistensi Coventry di Premier League.
Performa pemain muda seperti Cherif dan Mfuni, ditambah kontribusi pemain pengganti, memberikan opsi tambahan bagi sang pelatih dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, Jaissle harus mengevaluasi kelemahan Newcastle, terutama dalam mengantisipasi bola di area pertahanan dan menjaga konsentrasi ketika menghadapi tekanan. Dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan telak di markas Coventry.
Baca Juga: Pedro Proenca Beri Sinyal Positif, Ronaldo Siap Kembali Perkuat Portugal
Hasil 4-1 ini menjadi pengingat bahwa efektivitas di depan gawang dapat menjadi pembeda dalam pertandingan.
Coventry tampil klinis ketika memperoleh peluang, sedangkan Newcastle gagal mengubah dominasi permainan menjadi hasil yang diharapkan.
Bagi Coventry City, kemenangan bersejarah ini menjadi dorongan moral untuk melanjutkan perjuangan di Premier League.
Sementara itu, Newcastle harus segera berbenah agar tidak kembali kehilangan poin akibat kesalahan pertahanan dan buruknya penyelesaian akhir.***













