Penulis : Ari Loru
SEJARAH tidak menggantikan waktunya, tapi mengganti pemerannya. Apalagi dalam konteks politik Tanah Air. Penghujung September adalah momen bom waktu dalam sejarah bangsa.
Kopi hitam, no sugar.
Ngopi di pagi penghujung September seperti caffeine full dosis. Berdebar tak menentu, seperti rasa robusta menyaksikan dinamika partai berlambang gajah di Sulawesi Tengah.
Ada aroma perubahan yang menguar dari sebuah rumah politik di Tanah Tadulako. Tidak melalui suara gaduh. Tidak pula lewat pertarungan terbuka. Hanya sebuah pengumuman, beberapa nama yang bergeser, dan sebuah tongkat estafet yang mulai berpindah tangan.
Baca Juga: PSI Sulteng Ketua Baru, Syafiah Basir Gantikan Agus Lamakarate
Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Sulawesi Tengah kembali menghadirkan cerita.
Agus Lamakarate, yang sebelumnya memimpin DPW PSI Sulteng, diperkenalkan akan digantikan oleh Syafiah Basir. Pergantian itu disampaikan dalam konferensi pers di Kota Palu, Senin, 28 September 2026.
Menariknya, pengumuman tersebut datang ketika proses administratifnya masih berjalan. Agus menyebut SK penetapan ketua baru dari DPP PSI akan segera turun. Artinya, secara politik nama Syafiah telah diperkenalkan sebagai calon pengganti. Sementara legalitas formal kepengurusan baru masih menunggu keputusan tertulis dari DPP.
Di sinilah politik menarik untuk dibaca.
Sebab politik tidak selalu datang dengan suara palu yang keras. Kadang ia hadir melalui secangkir kopi, sebuah konferensi pers, lalu sebuah nama yang disebut untuk memegang kemudi.
Baca Juga: Resmikan Kantor PSI Sulteng, Ahmad Ali: Jokowi Akan ke Palu
Agus Lamakarate sendiri memilih membaca pergantian tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam dinamika organisasi.
Baginya, partai bukan semata-mata tentang siapa yang duduk di kursi ketua. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kader tetap bekerja untuk cita-cita membesarkan partai.
Sebuah kalimat yang sederhana, tetapi menyimpan pesan politik yang cukup jelas: jabatan bisa berpindah, tetapi rumah politik tetap harus berjalan.
Dan di sinilah nama Syafiah Basir muncul.
Syafiah bukan nama yang sepenuhnya asing dalam panggung politik Sulawesi Tengah. Ia sebelumnya maju dalam kontestasi Pilkada Donggala 2024 sebagai calon wakil bupati. Kini, ia diperkenalkan sebagai figur yang akan mengambil alih kemudi DPW PSI Sulteng.
Syafiah mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Namun ia menyatakan siap menjalankan amanah partai.
Baca Juga: Ahmad Ali Ajak Loyalisnya Gabung PSI, Siap Kuasai Sulteng
Ia juga memberikan penghargaan kepada Agus Lamakarate atas kerja dan kontribusinya selama memimpin PSI Sulteng. Fondasi yang telah dibangun sebelumnya, menurut Syafiah, menjadi modal untuk melanjutkan sekaligus menyempurnakan kerja organisasi.
Ada hal lain yang menarik dari pergantian ini.
Fery Anwar, fungsionaris DPW PSI Sulteng, menyebut adanya tradisi politik yang ingin dibangun dalam proses pergantian kepemimpinan: ketua yang akan diganti ikut mengusulkan penggantinya.
Bukan sekadar mengganti nama. Tetapi mencoba membangun sebuah estafet yang tidak meninggalkan luka di belakang.
Baca Juga: PSI Sulteng Buka Pintu Lebar bagi Milenial dan Gen-Z
Agus pergi dari kursi ketua bukan berarti keluar dari rumah yang sama. Ia tetap menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru.
Tentu saja, politik tidak cukup hanya dengan harmoni dalam kata-kata. Sebab setelah konferensi pers selesai, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai.
Struktur harus dirapikan.
Kader harus dikonsolidasikan.
Mesin partai harus dipanaskan.
Dan PSI Sulteng sendiri telah berbicara tentang target politik yang tidak kecil.
Agus menyebut target lolos verifikasi dan menghadapi Pemilu serta Pilkada 2029. Di sisi lain, jajaran PSI Sulteng juga mulai membicarakan penguatan struktur di tingkat daerah serta target politik di parlemen.
Baca Juga: Target Menang Pemilu 2029, Ahmad Ali Minta PSI Donggala Perkuat Struktur
Syafiah pun menempatkan konsolidasi sebagai salah satu agenda penting setelah dirinya diperkenalkan sebagai nahkoda baru. Kader muda, perempuan, serta penguatan struktur menjadi bagian dari pembicaraan mengenai arah organisasi ke depan.
Maka pergantian ini tidak cukup dibaca hanya sebagai Agus diganti Syafiah.
Ada konteks yang lebih panjang.
Ada partai yang sedang membangun struktur.
Ada target politik 2029 yang mulai diletakkan di depan mata.
Dan ada generasi baru yang sedang dipersiapkan untuk mengisi ruang-ruang politik.
Baca Juga: Instruksi DPP dan DPW, PSI Tolitoli Salurkan Bantuan Rp20 Juta bagi Korban Kebakaran
Namun di sinilah tantangannya. Sulawesi Tengah bukan ruang politik yang kosong.
Di dalamnya ada partai-partai lama, tokoh-tokoh berpengalaman, jaringan politik yang telah terbentuk, serta pemilih yang memiliki ingatan panjang terhadap setiap pertarungan elektoral.
Karena itu, pergantian seorang ketua DPW tidak otomatis berarti perubahan kekuatan politik.
Ia baru sebuah permulaan.
Babak pertama setelah pergantian pemeran.
Dan pemeran baru akan diuji bukan ketika namanya diumumkan, tetapi ketika ia harus membuat organisasi bergerak dalam satu irama.
Baca Juga: Ahmad Ali Temani Ketum PSI Kaesang Sarapan Nasi Kuning Palu
Kopi hitam mulai mendingin.
Tetapi politik Sulawesi Tengah justru seperti baru mulai mendidih. Dari Agus ke Syafiah, tongkat estafet itu sedang berpindah.
Agus membawa cerita tentang fondasi yang telah dibangun. Syafiah datang membawa tanggung jawab untuk melanjutkan dan menyempurnakannya.
Sementara SK DPP masih menjadi bagian dari proses administratif yang ditunggu.
Selebihnya, waktu yang akan mencatat. Sebab sejarah tidak pernah benar-benar kehilangan pemerannya. Ia hanya mengganti siapa yang berdiri di atas panggung.
Baca Juga: Prabowo, Buku dan Isi Kepala: Ketika Pikiran Harus Dilawan dengan Pikiran
Dan di penghujung September ini, Tanah Tadulako kembali menyaksikan satu babak baru politiknya.
Bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tetapi tentang siapa yang sanggup membuat sebuah rumah politik tetap berdiri ketika lampu panggung mulai menyala. (*)
Sumber Data
– Sulteng Raya, 28 September 2026 — pergantian Agus Lamakarate dan Syafiah Basir.
– FileSulawesi, 28 September 2026 — keterangan Agus mengenai pergeseran struktur dan proses penerbitan SK DPP.
– FileSulawesi, 28 September 2026 — pernyataan Syafiah Basir dan agenda konsolidasi.
– Kabar Sulteng, 28 September 2026 — mekanisme pergantian, konsolidasi struktur, dan target politik PSI Sulteng.
– Harian Sulteng, 28 September 2026 — penataan ulang kepengurusan PSI Sulteng.













