Palu – Rais Syuriah PBNU Prof. KH. Zainal Abidin mengajak umat Islam untuk terus merawat nilai-nilai Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sulawesi Tengah di Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, Sabtu (19/9/2026) malam.
Baca Juga: Dua Anggota DPRD Morut Ini Dukung Pengajian Akbar di Masjid Kolo Bawah
Dalam kesempatan tersebut, KH. Zainal Abidin menekankan bahwa kekuatan iman seseorang tidak selalu ditunjukkan melalui suara yang keras atau sikap yang memaksakan kehendak.
Menurutnya, seseorang dengan iman yang kuat justru mampu menunjukkan ketenangan, menghormati perbedaan, serta tidak mudah membenci orang lain.
“Orang yang imannya kuat tidak akan selalu paling keras suaranya. Justru yang paling tenang, paling mampu menghormati perbedaan, dan paling sulit membenci orang lain,” ujar Zainal.
Baca Juga: Maulid Nabi di PCNU Palu, KH Zainal Abidin Ajak Umat Kedepankan Persatuan
Ketua MUI Kota Palu itu menjelaskan bahwa keyakinan terhadap suatu kebenaran tidak harus diwujudkan dengan cara memaksakan kehendak maupun meninggikan suara.
Ia menilai, sebuah kebenaran tetap memiliki nilai kebenaran tanpa harus disampaikan melalui teriakan atau sikap yang keras terhadap orang lain.
Guru Besar UIN Datokarama Palu tersebut juga menjelaskan makna Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Menurutnya, konsep rahmat dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan sosok Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mencakup Allah SWT dan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah kepada umat manusia.
Baca Juga: PHBI Morowali Utara Salurkan Bantuan ke Masjid di Lemboraya
Zainal menjelaskan, Allah SWT memiliki sifat rahim dan Nabi Muhammad SAW diutus dengan membawa ajaran yang berlandaskan rahmat. Karena itu, nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, serta sikap saling menghargai perlu menjadi bagian dari kehidupan umat Islam.
“Bukan hanya Nabi Muhammad yang rahmat. Allah juga rahmat, Nabi Muhammad juga rahmat, dan esensi ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad juga adalah rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemaknaan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Hal itu termasuk bagaimana umat Islam menyikapi perbedaan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Sekretariat PSI Sulteng Berlangsung Khidmat
Menurut Zainal, nilai tersebut menjadi semakin penting dalam kehidupan kebangsaan Indonesia yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan kelompok yang beragam.
“Menjadi penting dalam konteks kehidupan kebangsaan yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan kelompok yang beragam,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Kebangsaan IKA PMII Sulteng tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng H. Muh. Amin Parakkasi, sejumlah badan otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU), serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.
Baca Juga: Dua Orang Sumbang Majelis Taklim Kolonodale Rp150 Juta di Peringatan Maulid Nabi
Dua anggota DPRD Sulawesi Tengah sekaligus pimpinan IKA PMII Sulteng, Rahwati M. Nur dan Muhammad Safri, juga hadir dalam kegiatan tersebut bersama Dr. Sahran Raden dan puluhan tamu undangan.
Kegiatan Maulid dan silaturahmi itu menjadi momentum untuk memperkuat pesan keagamaan sekaligus membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.***













