SIGI — Oma Opa Madamba (Oom) ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mereka tidak hanya berkumpul, tetapi juga menggelar berbagai lomba.
Perkumpulan pensiunan dan wirausaha berusia 50 tahun ke atas itu menggelar kegiatan di Desa Sidondo 1, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Terungkap! Segini Harga Cincin Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez
Sekitar 150 anggota hadir sejak pagi hingga sore. Mereka tampil kompak dengan seragam baju merah dan celana putih.
Beragam lomba digelar untuk memeriahkan suasana. Di antaranya vokal grup, arisan, dan lomba tangkap bebek.
Keceriaan terlihat sepanjang kegiatan. Para anggota tertawa dan saling menyemangati. Sebagian besar peserta juga membawa pulang bingkisan, terutama para pemenang lomba.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong Minggu Dini Hari
Pembina Oma Opa Madamba, Trie Iriany Lamakampali, mengatakan perkumpulan tersebut baru terbentuk sekitar setahun lalu.
Meski masih tergolong baru, jumlah anggotanya terus bertambah. Awalnya hanya sekitar 40 orang. Kini sudah mencapai lebih dari 150 anggota.
Menurut Trie, anggota bergabung melalui ajakan teman dan kerabat. Mereka kemudian disatukan dalam perkumpulan dengan tagline “Harmonisasi Dalam Keberagaman.”
Baca Juga: Nestapa Keluarga asal Morut Ditagih Biaya Berobat Rp42 Juta setelah Kehilangan Mata Kanan
“Komunitas atau perkumpulan ini terbentuk berkat semangat silaturahmi. Karena silaturahmi itu dapat memperpanjang umur,” ujarnya.
Ia mengatakan, hampir seluruh anggota hadir dalam kegiatan HUT Kemerdekaan tersebut. Mantan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Vera Rompas Mastura juga tercatat sebagai anggota.
Trie optimistis, Oma Opa Madamba akan terus berkembang. Perkumpulan ini dikelola secara semi profesional dengan iuran wajib setiap bulan.
Selain itu, anggota juga menggelar arisan bulanan. Namun, arisan tersebut bersifat sukarela.
Baca Juga: 38 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Jumlah Korban Diperkirakan Bertambah
“Yang jelas, keberadaan Oma Opa Madamba memberi warna bagi kami yang sudah memasuki usia senja. Jangan sampai ada kesan laskar tak berguna di usia 50 tahun ke atas,” katanya.
Tuan rumah kegiatan, Anis Rorimpandey, melihat antusiasme anggota begitu tinggi. Terutama saat lomba tangkap bebek berlangsung.
“Begitulah kami di perkumpulan ini. Kekerabatan dan kekeluargaannya saya salut. Yang penting, oma dan opa selalu sehat dan happy di usia ini,” ujar Anis.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-5 Habib Saggaf, Anwar Hafid Kenang Pesan Sang Ulama
Menurutnya, Oma Opa Madamba menjadi wadah silaturahmi yang positif. Perkumpulan itu juga dinilai inklusif dan demokratis.
Setiap kegiatan, kata Anis, dibahas bersama melalui grup WhatsApp. Masukan dan saran dari anggota turut dipertimbangkan.
Sebelum kegiatan dimulai, anggota Oma Opa Madamba juga menyampaikan duka cita atas gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. (*)













