PALU – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam merawat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikan Prof. Zainal Abidin saat memberikan materi dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi puluhan Babinsa Kodim 1306/KP di Aula Kodim 1306/KP, Senin (28/9) pagi.
Baca Juga: Brimob Polda Sulteng Bantu Proses Pemakaman Warga melalui Madago Respon
Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Harmoni Bangsa untuk Keutuhan NKRI” dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman moderasi beragama di tingkat masyarakat.
Prof. Zainal mengatakan, upaya menjaga harmoni bangsa perlu dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah. Dalam konteks tersebut, Babinsa sebagai aparat teritorial dinilai memiliki ruang strategis untuk membangun sikap moderat, adil dan toleran.
Menurutnya, Babinsa juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai kelompok agama dan masyarakat.
Baca Juga: Latihan Cuma Dua Kali, Siswi SMPN 6 Palu Juara 1 Miss Icon Sulteng 2026
“Merawat harmoni bangsa dimulai dari akar rumput. Setiap personel Babinsa adalah teladan (uswah) sikap moderat, adil, dan toleran. Kehadiran Anda adalah jaminan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Prof. Zainal.
Dalam pemaparannya, Prof. Zainal turut menjelaskan lima pilar dan strategi merawat kerukunan yang dikembangkan FKUB Sulawesi Tengah. Kelima pilar tersebut yakni menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling percaya dan memahami, moderasi beragama, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pada pilar menerima perbedaan, Prof. Zainal menjelaskan bahwa keberagaman merupakan bagian dari ketentuan Ilahi yang perlu disikapi dengan saling mengenal dan menghormati. Hal tersebut antara lain merujuk pada pesan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.
Baca Juga: Ikut Maktamar di Jakarta, Mamala Group Support Keberangkatan BKMT asal Morut
Dalam penerapannya, Babinsa didorong untuk melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibadah lintas agama secara netral serta memahami simbol dan tradisi keagamaan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mencegah munculnya potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, pilar mengedepankan persamaan menitikberatkan pada nilai kemanusiaan, keadilan dan kasih sayang.
Babinsa didorong untuk memperbanyak kegiatan sosial kemasyarakatan, menghindari narasi yang mempertentangkan kelompok, serta menjadikan Pancasila sebagai titik temu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Jadi Kapolres Sigi, AKBP Agus Dwi Cahyono Mohon Dukungan Masyarakat
Prof. Zainal juga menekankan pentingnya meneladani sikap damai Nabi Muhammad SAW, mencintai tanah air, menghormati sesama, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks pencegahan konflik, Babinsa juga diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi radikalisme secara cermat. Namun, upaya tersebut tetap harus dilakukan dengan menghormati privasi masyarakat.
Ia juga menilai diperlukan sistem pelaporan dan deteksi dini yang terukur, berbasis data pemetaan kewilayahan.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin Sambut Silaturahmi PJU Kodam XXIII Palakawira
Sistem tersebut perlu disertai monitoring dan evaluasi terhadap indikator toleransi serta kondisi sosial-keagamaan masyarakat.
Penguatan kapasitas Babinsa, lanjut Prof. Zainal, dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan moderasi beragama secara berkala.
Selain itu, diperlukan penyusunan modul saku lima pilar kerukunan, kunjungan lintas iman, dialog bersama tokoh agama, hingga keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan.
Baca Juga: Ingin Punya Bagian dari Old Trafford? Manchester United Kini Jual Rumput Stadion
Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama tersebut merupakan bagian dari kerja sama FKUB Sulawesi Tengah dan Korem 132/Tadulako yang telah terjalin selama beberapa tahun.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, moderasi beragama dan kerukunan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.
Kegiatan itu turut menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tengah, Rachman Ansyari, sebagai narasumber.
Selain itu, kegiatan dihadiri Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kodam XXIII/Palaka Wira, Kolonel Inf. OO Syahroja, S.Ag., M.T.Han., bersama para Babinsa Kodim 1306/KP.***













