PALU — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Prof. Zainal mengatakan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif dan berdasarkan data serta fakta.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, BMKG: Berpotensi Tsunami
“Pemerintah harus mendengarkan keluhan masyarakat. Aspirasi juga harus disampaikan dengan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan perpecahan,” kata Prof. Zainal, Senin (17/8/2026) siang di Palu, Sulawesi Tengah.
Ia juga menyampaikan duka mendalam bagi para korban gempa bumi tektonik di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, bencana tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian.
“Dalam situasi seperti ini, semangat gotong royong harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.
Baca Juga: Status Peringatan Tsunami Gempa NTT Magnitudo 7, 7 Resmi Dicabut
Di momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ini, Prof. Zainal turut mengingatkan pentingnya memaknai kemerdekaan, termasuk dalam kehidupan beragama. Menurutnya, kebebasan beragama harus dibarengi dengan sikap saling menghormati.
Setiap orang, sebutnya, memiliki hak menjalankan keyakinannya, sekaligus wajib menghormati hak pemeluk agama lain.
“Kemerdekaan beragama dipahami sebagai kebebasan beragama dengan menghargai dan menghormati hak serta kewajiban antar pemeluk agama,” kata Prof. Zainal sembari mengajak para tokoh agama untuk menyampaikan pesan persatuan melalui mimbar keagamaan.
Baca Juga: 38 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Jumlah Korban Diperkirakan Bertambah
Ia berharap, masyarakat bersama-sama menghadapi berbagai ujian dengan semangat gotong royong. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi atau pemberitaan yang dapat memicu perpecahan.
“Kita harus menjaga persatuan nasional dan mengedepankan kerukunan,” imbau Ketua MUI Palu tersebut.
Baca Juga: Jelang HUT ke-81 RI, Gubernur Anwar Hafid Kukuhkan 69 Paskibraka dari 13 Daerah
Prof. Zainal berharap kepada pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda, ikut menjaga suasana tetap kondusif. Dialog dan kepentingan bangsa harus dikedepankan di atas kepentingan kelompok.
“Mari kita isi hari kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan membantu mereka yang membutuhkan kebaikan kita,” pungkas Prof. Zainal. (*)













