PALU – Dekan Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Palu, Dr. Awaluddin, mendorong mahasiswa mengambil peran aktif dalam menjaga toleransi dan memperkuat moderasi beragama, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Awaluddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Toleransi dan Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa yang digelar di Aula Fakultas Hukum Untad Palu, Selasa (15/9/2026) pagi.
Baca Juga: The Citizens Menang Derby, Liam Gallagher Serang Gary Neville di Medsos
Awaluddin mengatakan, Universitas Tadulako sebagai salah satu perguruan tinggi besar di Sulawesi Tengah memiliki jumlah mahasiswa yang cukup besar dengan latar belakang yang beragam.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan potensi positif yang perlu diimbangi dengan pendampingan serta penguatan pemahaman mengenai toleransi dan moderasi beragama.
Ia menilai isu intoleransi, radikalisme, hingga terorisme perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan perguruan tinggi. Berdasarkan data dan informasi yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menurut Awaluddin, potensi penyebaran paham tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga dapat menyentuh kalangan pengajar dan tenaga kependidikan.
Baca Juga: Jurnalis di Palu Kirim Doa kepada 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
“Kalau kita biarkan dan tidak diberikan penguatan serta pemahaman, tentu anak-anak kita ini gampang digiring ke arah yang tidak kita inginkan, terutama oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan kita hidup dalam suasana damai,” ujarnya.
Karena itu, Awaluddin menyambut baik gagasan pembentukan Duta Kerukunan dari kalangan mahasiswa. Para mahasiswa tersebut nantinya diharapkan menjadi representasi dari berbagai latar belakang agama sekaligus ikut menyebarkan nilai-nilai toleransi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis karena dapat menjadi contoh bagi teman sebaya dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman.
Baca Juga: Anwar Hafid Resmikan Groundsill Karaupa, Pastikan Rakyat Jadi Prioritas
Namun, ia menegaskan pembentukan Duta Kerukunan tidak boleh hanya berhenti pada pemberian status atau predikat kepada mahasiswa.
Program tersebut, kata dia, membutuhkan pendampingan dan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta berbagai pihak terkait agar para Duta Kerukunan dapat menjalankan perannya secara efektif.
“Mereka nantinya menjadi contoh, menjadi teladan, dan menjadi semacam virus positif bagi teman-temannya yang lain,” kata Awaluddin.
Baca Juga: Didampingi Pengurus AAC, Ahmad Ali Ngopi dengan Gubernur Sulteng
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan Universitas Tadulako, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat Sulawesi Tengah.
Menurutnya, penguatan toleransi dan moderasi beragama merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat agar tetap aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Karhutla di Poso: 30 Ha Lahan Gambut Terbakar, SMA 1 Pendolo Dilalap Si Jago Merah
Penandatanganan nota kesepahaman turut dihadiri Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, bersama sejumlah pengurus FKUB Sulteng.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat edukasi toleransi dan moderasi beragama di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi penggerak kerukunan di tengah masyarakat.***













