PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan respons tegas setelah seorang pria ditangkap karena diduga merencanakan penculikan terhadap sejumlah tokoh penting, termasuk bintang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe.
Macron bahkan menyebut Mbappe sebagai “harta nasional” Prancis. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan mengenai rencana penculikan yang disebut menyasar 26 target penting.
Baca Juga: Chelsea Cetak Transfer Terbaik Sekaligus Terburuk di Musim Panas
Mbappe, yang kini berusia 27 tahun, baru saja melewati Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif.
Striker Real Madrid tersebut memenangkan Sepatu Emas setelah mencetak 10 gol dan menyumbangkan empat assist dalam delapan pertandingan.
Prancis mengakhiri turnamen di posisi keempat setelah kalah 6-4 dari Inggris dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Mbappe mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Indonesia, Emil Audero Resmi Pindah ke Rayo Vallecano
Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol Mbappe di Piala Dunia mencapai 22 gol. Catatan tersebut sekaligus membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati Lionel Messi yang telah pensiun dari sepak bola internasional.
Di tengah sorotan terhadap performanya di lapangan, Mbappe kini mendapat perhatian serius terkait aspek keamanan setelah laporan mengenai dugaan rencana penculikan terhadap dirinya.
Pada Rabu (2/9/2026), Le Parisien melaporkan bahwa seorang pria telah ditangkap karena diduga terlibat dalam rencana menculik 26 target penting.
Baca Juga: Man City Pecahkan Rekor Transfer, Enzo Fernandez Resmi Tinggalkan Chelsea
Dalam penyelidikan tersebut, rincian alamat para target disebut ditemukan di dua telepon seluler yang disita.
Mbappe dilaporkan menjadi satu-satunya pesepak bola yang masuk dalam daftar target tersebut. Informasi mengenai dugaan ancaman itu kemudian mendapat perhatian luas di Prancis.
Macron merespons kabar tersebut dengan pernyataan yang menunjukkan dukungan kuat terhadap Mbappe.
Baca Juga: Manchester United Gagal di Menit Akhir, Transfer Balde dari Barcelona Buntu
“Upaya untuk MENCULIK Kylian Mbappe? TIDAK ADA YANG AKAN MENYENTUH KYLIAN. Dia pernah mengenakan seragam Prancis. Dia adalah HARTA NASIONAL,” ujar Macron, sebagaimana dilaporkan TF1 melalui Madrid Xtra.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Mbappe sebagai salah satu figur olahraga paling penting bagi Prancis.
Selain menjadi kapten tim nasional, pemain kelahiran Paris tersebut juga merupakan bagian penting dari sejarah sepak bola Prancis setelah membantu Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018.
Baca Juga: Terungkap! Mengapa Malick Fofana Gagal ke Arsenal dan Merapat ke Sunderland
Di level klub, Mbappe juga mengawali musim baru bersama Real Madrid dengan performa yang menjanjikan. Ia telah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan, termasuk sebuah hat-trick.
Mbappe juga masuk dalam daftar pencetak gol ketika Real Madrid yang dilatih Jose Mourinho mengalahkan Malaga dengan skor 4-0 di kandang sendiri pada pertandingan La Liga akhir pekan lalu.
Performa tersebut membuat Mbappe kembali menjadi pusat perhatian di Spanyol.
Baca Juga: Fernandes Segera Dapat Kontrak Baru? Dua Pemain Muda Berpotensi Hengkang
Namun, di luar lapangan, perhatian kini tertuju pada aspek keamanan sang pemain menyusul dugaan rencana penculikan yang sedang diselidiki pihak berwenang.
Bagi Macron, status Mbappe bukan hanya sebagai bintang sepak bola dunia, tetapi juga sebagai figur yang memiliki arti khusus bagi Prancis.***













