MANDALIKA – Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mendapat penalti tiga posisi grid menjelang balapan MotoGP Indonesia.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia dinilai berkendara terlalu lambat di jalur balap dan mengganggu Marco Bezzecchi di Tikungan 16 saat sesi pemanasan.
Baca Juga: Pedro Proenca Beri Sinyal Positif, Ronaldo Siap Kembali Perkuat Portugal
Situasi ini menambah kesulitan Toprak yang sebelumnya sudah berjuang mengatasi rasa sakit dan keterbatasan kekuatan akibat cedera dislokasi bahu yang dialaminya pada Jumat.
Penalti diberikan karena pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kedua Toprak pada musim ini.
Berbeda dengan Johann Zarco yang mendapat peringatan resmi atas pelanggaran serupa pada Minggu pagi, Toprak harus menerima hukuman berupa penurunan posisi start.
Baca Juga: Man City Terancam Sanksi Berat? Ini Tiga Hukuman yang Diusulkan Gary Neville
Meski demikian, dampak penalti itu terhadap posisi start Toprak diperkirakan terbatas. Ia sebelumnya menempati posisi ke-19 dalam kualifikasi.
Setelah Aleix Espargaro mengundurkan diri dari grand prix, Toprak diperkirakan akan memulai balapan dari posisi terakhir di grid.
Kondisi fisik menjadi tantangan besar bagi pembalap asal Turki tersebut. Dalam balapan Sprint, Toprak finis di posisi ke-19 meski harus mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit pada bahunya.
Baca Juga: Maresca Bela Man City di Tengah Kasus Finansial, Ini Pernyataannya
Balapan utama dengan jarak 27 putaran pun berpotensi menjadi ujian berat bagi Toprak.
Selain harus memulai dari barisan belakang, ia perlu menghadapi tuntutan fisik sepanjang balapan di tengah kondisi bahu yang belum pulih sepenuhnya.
Sementara itu, sejumlah pembalap lain juga mendapat peringatan resmi terkait pelanggaran bendera kuning pertama mereka pada akhir pekan ini. Mereka adalah Francesco “Pecco” Bagnaia, Aleix Espargaro, dan Fermin Aldeguer.
Baca Juga: The Friedkin Group Siap Lepas Everton, Nama Elon Musk Ikut Mencuat
Bagi Toprak, tantangan di MotoGP Indonesia bukan hanya soal kecepatan dan posisi start, tetapi juga kemampuan mengelola kondisi fisik agar dapat menyelesaikan balapan.
Hasil akhirnya akan bergantung pada perkembangan kondisi bahu serta kemampuannya bertahan sepanjang 27 putaran.***













