BERITA

Polda Sulteng Periksa Dugaan Pengangkutan Ilegal BBM Subsidi di Banggai

×

Polda Sulteng Periksa Dugaan Pengangkutan Ilegal BBM Subsidi di Banggai

Sebarkan artikel ini
Polda Sulteng Periksa Dugaan Pengangkutan Ilegal BBM Subsidi di Banggai
Polisi menyelidiki temuan 35 jerigen berisi sekitar 1.190 liter biosolar yang diduga BBM bersubsidi di Pagimana, Kabupaten Banggai. (Foto: IST)

PALU – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah mendalami dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.

Dalam penyelidikan tersebut, petugas menemukan 35 jerigen berisi biosolar dengan total volume diperkirakan mencapai 1.190 liter.

Baca Juga: Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Dimutasi, Penggantinya Semmy Ronny Thabaa

Temuan itu bermula dari kegiatan penyelidikan Unit I Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulteng pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Petugas menemukan satu unit mobil Toyota Kijang berwarna abu-abu yang mengangkut puluhan jerigen berisi biosolar.

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin, mengatakan kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

Baca Juga: Kebakaran di Desa Kalukubula: Ketua NasDem Sigi Ikut Berjibaku, Desak Pemkab Tambah Armada Pemadam

Kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan mendalami dugaan tindak pidana sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Sampai saat ini masih terus dilakukan penyelidikan dan jika telah terpenuhi unsurnya, akan dinaikkan ke penyidikan,” kata Achmad Muhaimin dalam keterangan tertulis kepada awak media, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, setiap jerigen diperkirakan berisi sekitar 34 liter biosolar.

Baca Juga: Sholat Jumat di Mabes Polri, Kapolri Ingatkan Pentingnya Rendah Hati

Dengan jumlah 35 jerigen, total BBM yang ditemukan mencapai sekitar 1.190 liter atau 1,19 ton sebagaimana disebutkan dalam laporan awal.

Petugas juga meminta keterangan dari pengemudi berinisial HA (51). Berdasarkan keterangan awal tersebut, HA menyebut biosolar yang diangkut merupakan milik seseorang berinisial A dan rencananya dibawa ke gudang penampungan di kawasan Pelabuhan Rakyat Luwuk, Kota Luwuk.

HA juga menerangkan bahwa BBM tersebut berasal dari gudang penampungan milik seseorang berinisial T di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.

Baca Juga: Dilantik Jadi Pengurus PB SEMMI, Moh Abdi Fauzi Soroti Peran Strategis Mahasiswa

Dalam keterangannya kepada petugas, HA mengaku menerima upah Rp200 ribu untuk setiap perjalanan pengangkutan.

Ia juga menyebut telah melakukan kegiatan tersebut sebanyak dua kali atas perintah pemilik BBM berinisial A.

Meski demikian, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga: Tiba di Bumi Tadulako, Komisi IX DPR RI Disambut dengan Adat Sulteng

Polisi perlu mendalami lebih lanjut asal-usul BBM, kepemilikan, tujuan distribusi, serta keterlibatan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan temuan tersebut.

Saat ini, kendaraan Toyota Kijang beserta BBM jenis biosolar telah dititipkan di Polsek Pagimana. Penitipan barang bukti tersebut dituangkan dalam berita acara yang diterima langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Pagimana.

Penyidik juga berencana meminta keterangan dari sejumlah pihak lain guna memperjelas rangkaian peristiwa dan memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam pengangkutan BBM tersebut.

Baca Juga: Karhutla Mengancam Permukiman, PT SCM Bergerak Cepat di Konawe

Achmad Muhaimin mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi karena penyalurannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.

“Kami mengajak masyarakat melaporkan kepada kepolisian jika mengetahui dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Polda Sulteng menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta terkait temuan biosolar tersebut.

Kepolisian juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran.***