JAKARTA – Moh Abdi Fauzi resmi dilantik sebagai Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029.
Dalam amanah barunya, ia menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga sekaligus mempertahankan peran mahasiswa sebagai mitra strategis dan mitra kritis pemerintah.
Baca Juga: Tiba di Bumi Tadulako, Komisi IX DPR RI Terima Sambutan Adat Sulteng
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi PB SEMMI untuk memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta, hingga elemen masyarakat.
Moh Abdi Fauzi menilai, kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah perlu diarahkan pada program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah bidang yang dinilai penting untuk diperkuat meliputi pendidikan, kepemudaan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Karhutla Mengancam Permukiman, PT SCM Bergerak Cepat di Konawe
Menurutnya, hubungan antara mahasiswa dan pemerintah harus dibangun melalui kemitraan yang sehat, keterbukaan, serta komitmen terhadap kepentingan nasional.
Organisasi mahasiswa tidak hanya berperan menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat berkontribusi melalui gagasan, rekomendasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
“PB SEMMI siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, kolaborasi tidak berarti kehilangan daya kritis. Kami akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab,” demikian sikap yang disampaikan dalam materi pernyataan terkait amanah kepengurusan tersebut.
Baca Juga: Soal Dokumen Pendidikan Gibran, KPU Jelaskan Proses Verifikasi Pilpres 2024
Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PB SEMMI memandang mahasiswa tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat sipil.
Dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menurut organisasi tersebut, perlu berjalan beriringan dengan pengawasan dan kritik terhadap kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki.
Karena itu, PB SEMMI ingin menempatkan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Peran strategis dijalankan melalui pertukaran gagasan, penguatan jejaring kelembagaan, dan peluang kerja sama dalam program pembangunan.
Baca Juga: Gibran Tak Didiskualifikasi MK, PSI Soroti Proses Penyetaraan Pendidikan
Sementara fungsi kritis diwujudkan melalui pengawalan kebijakan publik, penyampaian aspirasi masyarakat, serta pemberian masukan secara proporsional.
Moh Abdi Fauzi juga menilai pembangunan nasional membutuhkan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Komunikasi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal atau kesepakatan administratif, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dengan tujuan dan dampak yang terukur.
Melalui Bidang Hubungan Antar Lembaga PB SEMMI periode 2026–2029, penguatan kemitraan diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas antara organisasi mahasiswa, pemerintah, dan sektor lainnya.
Baca Juga: Kericuhan di Morowali: 53 TKA China Diperiksa, Polisi Dalami Keterlibatan Mereka
Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui jalur komunikasi yang konstruktif tanpa mengesampingkan independensi organisasi.
Pelantikan ini menjadi awal bagi Moh Abdi Fauzi dalam menjalankan tugas memperkuat hubungan kelembagaan PB SEMMI.
Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, sekaligus menyampaikan kritik dan rekomendasi terhadap kebijakan yang membutuhkan perbaikan.***













