OLAHRAGA

Marc Marquez Sebut Hasil MotoGP Indonesia Seperti Mimpi, Ini Alasannya

×

Marc Marquez Sebut Hasil MotoGP Indonesia Seperti Mimpi, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Marc Marquez Sebut Hasil MotoGP Indonesia Seperti Mimpi, Ini Alasannya
Marc Marquez finis keenam di MotoGP Indonesia 2026 dan tetap menjaga persaingan gelar juara dunia. (Foto: instagram/marcmarquez93)

MANDALIKA – Marc Marquez mengaku puas dengan hasil yang diraihnya pada MotoGP Indonesia 2026.

Pembalap Ducati Lenovo itu menyebut finis keenam di Sirkuit Mandalika sebagai hasil yang nyaris tidak terbayangkan sebelum akhir pekan balapan dimulai.

Mandalika selama ini menjadi salah satu sirkuit tersulit bagi Marquez. Juara dunia tujuh kali tersebut selalu gagal menyelesaikan balapan utama di Indonesia sejak 2022.

Baca Juga: Vinicius Jr Terancam Absen di El Clasico Usai Kartu Merah Lawan Villarreal

Namun, tren buruk itu akhirnya terhenti pada Minggu (11/10/2026), ketika ia berhasil menuntaskan balapan di posisi keenam setelah meraih kemenangan pada sesi sprint sehari sebelumnya.

Hasil tersebut juga membuat Marquez mampu menjaga posisinya dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP. Dengan Jorge Martin dari Aprilia finis di urutan ketiga, Marquez tetap tertinggal dua poin dari rivalnya tersebut dalam klasemen kejuaraan.

Marquez mengaku hasil itu melampaui ekspektasinya sebelum balapan dimulai. Ia menilai kehilangan poin dalam jumlah terbatas di sirkuit yang selama ini menyulitkannya merupakan pencapaian penting.

Baca Juga: Aprilia Kuasai Mandalika! Bezzecchi Menang, Martin Rebut Posisi Teratas

“Pada hari Kamis, jika Anda mengatakan kepada saya bahwa sepanjang akhir pekan saya hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi dan tetap imbang dengan Martin, itu adalah mimpi,” kata Marquez kepada media, termasuk Crash.

“Dan kami berhasil mencapainya di sirkuit terburuk bagi kami. Kami menjalani akhir pekan yang hebat dan mampu tampil konsisten,” lanjutnya.

Meski demikian, Marquez mengakui balapan utama berlangsung jauh lebih sulit dibandingkan sprint. Ia mengalami penurunan drastis pada cengkeraman ban belakang, terutama ketika memasuki paruh kedua balapan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan untuk bersaing memperebutkan podium.

Baca Juga: Manchester United Ditahan Tottenham, Ini Sikap Klub terhadap Carrick

Pembalap asal Spanyol itu juga memilih tidak mengambil risiko berlebihan ketika menghadapi persaingan di Tikungan 10. Menurutnya, memaksakan pengereman keras hanya akan menambah risiko tanpa memberikan keuntungan yang sepadan.

Marquez menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya mampu melakukan pengereman lebih lambat saat menjalani sesi latihan. Namun, kondisi ban dan karakter balapan membuatnya mengambil pendekatan berbeda.

“Strategi saya adalah tidak mengambil risiko tambahan. Saya tidak mengerem terlambat bukan karena tidak percaya diri. Saya mampu melakukannya dalam beberapa putaran saat latihan, tetapi hari ini saya merasa lebih banyak yang harus dikorbankan daripada yang bisa didapatkan,” ujarnya.

Baca Juga: Aleix Espargaro Mundur dari MotoGP Mandalika, Honda Ungkap Alasannya

Dengan 12 lap tersisa, Marquez menyadari sejumlah pembalap memiliki kecepatan lebih baik. Pedro Acosta dan Ai Ogura mampu memberikan tekanan, sementara Fabio Di Giannantonio menjadi salah satu rival yang masih bisa ia hadapi karena menggunakan motor Ducati dengan spesifikasi serupa.

Marquez juga mengakui dirinya belum mampu mempertahankan kecepatan kompetitif sepanjang 27 lap. Ia merasa bisa menyamai ritme Jorge Martin selama beberapa putaran, tetapi tidak cukup kuat untuk menjaga kecepatan tersebut hingga akhir balapan.

“Dalam beberapa putaran, saya merasa mampu mempertahankan kecepatan yang kurang lebih sama dengan Martin, tetapi hanya untuk sekitar 10 putaran, seperti kemarin di sprint, bukan untuk 27 putaran,” katanya.

Baca Juga: Penalti Grid Hantam Toprak Razgatlioglu di MotoGP Mandalika

Marquez akhirnya menyelesaikan balapan dengan selisih lebih dari 10 detik dari Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang. Meski gagal naik podium, ia memilih menerima kenyataan bahwa rival-rivalnya tampil lebih cepat di Mandalika.

“Terkadang pembalap lain lebih cepat dari saya. Namun, Anda harus menerima hal itu jika ingin berjuang untuk kejuaraan,” tutur Marquez.

Hasil di Indonesia menjadi modal penting bagi Marquez untuk melanjutkan perburuan gelar juara dunia. Ia masih perlu beradaptasi dengan karakter motor dan menjaga konsistensi sepanjang balapan, tetapi keberhasilannya menyelesaikan Grand Prix Mandalika serta mempertahankan jarak poin dari Jorge Martin menunjukkan bahwa peluangnya tetap terbuka.***