HUKUM & KRIMINAL

Perempuan di Desa Pebo’oa Diduga Alami Kekerasan Fisik, Sudah Mengadu ke Polres Morut

×

Perempuan di Desa Pebo’oa Diduga Alami Kekerasan Fisik, Sudah Mengadu ke Polres Morut

Sebarkan artikel ini
Surat pengaduan polisi SO terhadap YL. So diduga alami kekerasan fisik. (Foto: IST).

MOROWALI UTARA – Seorang perempuan berinisial SO, warga Desa Pebo’oa, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengadukan seorang pria berinisial YL ke polisi atas dugaan kekerasan fisik.

SO mengaku mengalami lebam hingga berdarah setelah dicubit YL. Menurutnya, tindakan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut sudah sekitar enam kali mengalami perlakuan serupa.

Baca Juga: Indonesia Impor Nikel dari Filipina, Smelter Morowali-Morut Dapat 3,94 Juta Metrik Ton

SO mengaku, selama ini takut mengadukan kejadian tersebut ke polisi. Namun, ia akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum karena tidak tahan dengan perlakuan yang dialaminya.

“Tidak ada apa-apa pak. Cuma anaknya itu iparnya suamiku. Sekitar enam kali dia mencubit. Yang kemarin dulu itu di acara pesta sampai berdarah dan biru tubuh saya. Sampai saya lempar dengan piring nasi dia. Saya tidak tahan lagi,” kata SO kepada media ini, menceritakan kejadian pada 9 Oktober 2026 tersebut.

SO mengaku sangat keberatan atas tindakan yang dialaminya. Ia pun telah menyampaikan pengaduan ke Polres Morowali Utara.

Baca Juga: DPRD Morut Setujui APBD Perubahan Tahun 2026

“Saya sudah adukan peristiwa ini ke polisi,” ujarnya.

Pengaduan tersebut tercatat dengan nomor STTSP/242/X/2026/SATRESKRIM. Dalam surat pengaduan itu, kejadian disebut berlangsung sekitar pukul 05.30 WITA pada 9 Oktober 2026.

SO juga mengakui sempat melakukan perlawanan setelah dicubit. Ia mengaku juga melempar YL menggunakan pisau, kemudian melemparkan piring, tetapi tidak mengenai YL.

Baca Juga: Pabrik PT SPN di Morowali Utara Terbakar Siang Hari

“Saya lempar dengan pisau dia, Pak. Habis itu saya lempar dengan piring, tapi tidak kena,” tuturnya.

YL: Saya Hanya Bercanda

Sementara itu, YL membantah berniat melakukan kekerasan terhadap SO. Ia mengaku hanya mencubit korban sebagai bentuk candaan, yang menurutnya biasa terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

YL menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat acara pesta.

Baca Juga: FOSNAS Piala Warda Dg Mamala: Semangat dan Panggung Bibit Muda Sepak Bola Morut

“Pas saya ketemu, saya cubit dia. Saya tidak ada niat apa-apa ke dia. Dan saya tidak ada masalah dengan dia sebelumnya,” kata YL saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp.

“Silakan kalau dia mau mengadu. Kami di kampung, yang begitu hal biasa saja,” tambahnya.

Baca Juga: Kericuhan di Morowali: 53 TKA China Diperiksa, Polisi Dalami Keterlibatan Mereka

YL mengaku siap menghadapi proses hukum jika ada pengaduan dari SO.

“Tapi kalau dia lapor polisi, terserahlah. Saya akan hadapi,” katanya. (*)