MANCHESTER – Manchester City menghadapi sorotan besar terkait kemungkinan sanksi atas pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Di tengah proses banding yang masih menjadi perhatian, sejumlah analisis menyoroti kemungkinan pengurangan poin dalam jumlah besar hingga risiko degradasi apabila hukuman berat benar-benar dijatuhkan.
Baca Juga: Carrick dalam Tekanan, Pelatih Brighton Masuk Radar Manchester United
Sebuah analisis yang diberitakan Sports Mole pada 12 Oktober 2026 membahas dampak potensial pengurangan poin terhadap posisi Manchester City di klasemen.
Dalam sejumlah skenario yang beredar, pengurangan 60 hingga 80 poin disebut dapat membuat klub kesulitan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Namun, angka tersebut bukan keputusan resmi Premier League. Besaran hukuman belum ditetapkan secara resmi, sehingga kemungkinan degradasi masih merupakan skenario yang bergantung pada keputusan akhir dan perkembangan proses hukum.
Baca Juga: Brace Haaland Tak Cukup! Manchester City Dipermalukan PSG di Etihad
Kasus ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran regulasi keuangan selama sembilan musim, mulai 2009/2010 hingga 2017/2018.
Pada 29 September 2026, Premier League mengumumkan bahwa komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan pelanggaran serius aturan keuangan yang diperiksa, serta sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan liga.
Temuan tersebut mencakup penggunaan kontrak yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya dengan sejumlah mitra komersial, penyampaian laporan keuangan yang tidak akurat, serta pelanggaran terhadap batas pengeluaran yang berlaku.
Baca Juga: Kekalahan dari Atletico Picu Kekhawatiran Fans, Carrick Dituntut Segera Bangkit
Manchester City tetap menyatakan tidak bersalah dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Karena itu, proses banding menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kelanjutan perkara maupun konsekuensi yang nantinya diberlakukan.
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire turut menyoroti kemungkinan hukuman yang akan diterima klub berjuluk The Citizens tersebut.
Dalam pembahasannya di talkSPORT dan podcast Market Madness, Maguire menjelaskan bahwa perkara ini memiliki kompleksitas finansial dan hukum yang besar.
Baca Juga: Gol Kilat Barrios Hancurkan Man United, Atletico Madrid Amankan Kemenangan
Menurut Maguire, besarnya potensi pelanggaran membuat pengurangan poin dalam jumlah puluhan menjadi salah satu skenario yang perlu diperhitungkan apabila temuan terhadap klub tetap berlaku setelah proses banding.
Ia juga menyoroti perbedaan skala kasus Manchester City dengan perkara pelanggaran aturan keuangan yang sebelumnya melibatkan klub lain, termasuk Everton dan Nottingham Forest.
Menurutnya, perbandingan tersebut menunjukkan bahwa menentukan hukuman yang proporsional bukan perkara sederhana.
Baca Juga: Rayo Vallecano Rayakan Kesuksesan Emil Audero Bersama Timnas Indonesia
Selain pengurangan poin, Maguire memperhitungkan kemungkinan munculnya konsekuensi finansial lain, seperti klaim kompensasi, biaya hukum, denda, dan potensi kerugian terkait pendapatan kompetisi Eropa.
Ia memperkirakan keseluruhan dampak finansial perkara tersebut dapat mencapai lebih dari satu miliar poundsterling dalam skenario yang dibahasnya.
Meski demikian, perhitungan tersebut merupakan estimasi pakar, bukan nilai sanksi yang telah diputuskan atau kewajiban pembayaran resmi yang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Coventry City Menggila di Premier League, Newcastle Tumbang dengan Skor Telak
Maguire juga menilai pengeluaran Manchester City dari sistem kompetisi sepak bola Inggris akan menimbulkan persoalan tersendiri.
Menurutnya, langkah ekstrem semacam itu dapat memicu proses hukum lanjutan dan meningkatkan biaya yang harus ditanggung pihak-pihak terkait.
Karena itu, pembahasan mengenai hukuman tidak hanya menyangkut tingkat beratnya sanksi, tetapi juga dasar hukum, proporsionalitas, dan dampaknya terhadap kompetisi serta klub lain.
Baca Juga: Michael Carrick Terancam Dipecat, Manchester United Serius Bidik Antonio Conte
Spekulasi mengenai kemungkinan degradasi turut berkembang setelah sejumlah pemberitaan menyoroti perubahan peluang taruhan untuk skenario tersebut. Dalam laporan yang beredar, peluang degradasi Manchester City disebut berada di angka terbaik 7/4.
Angka dari pasar taruhan tersebut tidak dapat dianggap sebagai probabilitas resmi ataupun bukti bahwa degradasi menjadi hukuman yang paling mungkin dijatuhkan.
Peluang taruhan dapat berubah mengikuti persepsi pasar, informasi yang beredar, dan penilaian para pelaku taruhan.
Baca Juga: Marc Marquez Sebut Hasil MotoGP Indonesia Seperti Mimpi, Ini Alasannya
Begitu pula dengan prediksi model analisis yang memperkirakan risiko degradasi kumulatif mencapai 60 persen.
Angka tersebut harus dipahami sebagai hasil pemodelan berdasarkan asumsi tertentu, bukan kepastian mengenai hasil akhir perkara.
Hingga keputusan sanksi diumumkan, berbagai skenario masih bergantung pada hasil proses banding dan penilaian otoritas terkait.
Baca Juga: Vinicius Jr Terancam Absen di El Clasico Usai Kartu Merah Lawan Villarreal
Pilihan hukuman yang dibicarakan dalam pemberitaan meliputi pengurangan poin, denda finansial, dan kemungkinan konsekuensi kompetitif lainnya.
Bagi Manchester City, perkara ini menjadi salah satu tantangan terbesar di luar lapangan. Sementara itu, bagi Premier League, penanganan kasus tersebut akan menjadi ujian penting dalam penerapan aturan keuangan secara konsisten.
Dengan belum adanya keputusan akhir mengenai sanksi, perhatian kini tertuju pada kelanjutan proses banding dan pengumuman resmi dari pihak berwenang.
Sampai saat itu, degradasi dan pengurangan puluhan poin tetap merupakan kemungkinan yang dibahas, bukan hukuman yang sudah dipastikan.***













