BERITA

Real Madrid Layangkan Tuntutan Keras, Javier Tebas Diminta Lepas Dua Jabatan

×

Real Madrid Layangkan Tuntutan Keras, Javier Tebas Diminta Lepas Dua Jabatan

Sebarkan artikel ini
Real Madrid Layangkan Tuntutan Keras, Javier Tebas Diminta Lepas Dua Jabatan
Real Madrid mendesak Javier Tebas mundur dari jabatan Presiden LaLiga setelah komentarnya yang membandingkan strategi komunikasi klub dengan metode propaganda Joseph Goebbels memicu kontroversi. (Foto: instagram/@realmadrid)

SPANYOL – Perseteruan antara Real Madrid dan Presiden LaLiga Javier Tebas kembali memanas. Kali ini, klub raksasa Spanyol tersebut secara terbuka mendesak Tebas mengundurkan diri setelah komentarnya mengenai strategi komunikasi Real Madrid dikaitkan dengan metode propaganda Joseph Goebbels, tokoh propaganda Nazi Jerman.

Kontroversi tersebut bermula dari unggahan Tebas di media sosial X pada Jumat. Dalam pernyataannya, ia menuding manajemen Real Madrid mengarahkan sejumlah media untuk menyuarakan keluhan klub dan membangun narasi yang menguntungkan kepentingan mereka.

Baca Juga: Gianni Infantino Terancam! UEFA Siapkan Tiga Kandidat Presiden FIFA

Tebas bahkan menyamakan pola komunikasi tersebut dengan mekanisme propaganda yang digunakan Goebbels, termasuk pengulangan pesan secara sistematis, penciptaan musuh, serta penempatan fakta di bawah narasi tertentu.

Pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari Real Madrid. Melalui pernyataan resmi, klub menilai perilaku Tebas menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang seharusnya dimiliki seorang pejabat dengan tanggung jawab besar dalam sepak bola Spanyol.

Real Madrid juga menilai perbandingan dengan metode propaganda rezim Nazi merupakan tindakan serius dan tidak dapat ditoleransi, terlebih karena Tebas memimpin LaLiga dan memiliki jabatan sebagai wakil presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Baca Juga: FIFA Evaluasi Hadiah Perdamaian Donald Trump, Posisi Gianni Infantino Disorot

Klub berjuluk Los Blancos tersebut menegaskan bahwa komentar Tebas tidak pantas disampaikan oleh pejabat yang memiliki tanggung jawab kelembagaan terhadap kompetisi sepak bola Spanyol.

Real Madrid pun menuntut Tebas segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden LaLiga maupun wakil presiden RFEF.

Menurut klub, serangkaian serangan terhadap Real Madrid dan pihak-pihak yang mendorong transparansi justru berpotensi memperburuk situasi sepak bola Spanyol.

Baca Juga: Festival Danau Poso 2026 Dibuka, Anwar Hafid Dorong UMKM dan Pariwisata

Dalam tanggapannya, Real Madrid turut menyoroti keputusan Tebas yang membawa kasus Negreira ke dalam perdebatan tersebut.

Klub menganggap persoalan itu seharusnya menjadi perhatian serius otoritas sepak bola, bukan justru digunakan sebagai bagian dari perselisihan dengan pihak lain.

Kasus Negreira sendiri berkaitan dengan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit atau CTA di bawah Federasi Sepak Bola Spanyol.

Baca Juga: Rayakan Ultah, Wijaya Chandra Luncurkan Buku dan Media Online CindoNews.com

Pembayaran tersebut menjadi pusat penyelidikan dan perdebatan mengenai kemungkinan adanya konflik kepentingan dalam sepak bola Spanyol.

Barcelona sebelumnya menyatakan pembayaran itu berkaitan dengan jasa laporan teknis dan pengamatan terhadap wasit. Di sisi lain, kasus tersebut memunculkan dugaan mengenai tujuan pembayaran dan pengaruhnya terhadap integritas kompetisi. Dugaan tersebut harus dibedakan dari fakta yang telah dipastikan melalui proses hukum.

Real Madrid menilai Tebas semestinya menggunakan posisinya untuk mendorong transparansi dan membantu mengklarifikasi persoalan serius yang menyelimuti sepak bola Spanyol.

Baca Juga: Gelar Serah Terima Pataka, Kepemimpinan Polda Sulteng Beralih ke Irjen Rizal Irawan

Sementara itu, Tebas memberikan penjelasan bahwa perbandingannya dengan Goebbels ditujukan pada teknik propaganda, bukan pada ideologi Nazi maupun para pendukung Real Madrid.

Ia menilai strategi komunikasi klub dilakukan melalui pemilihan isu yang sesuai dengan kepentingan, pengulangan keluhan, pemunculan kecurigaan, serta penunjukan pihak yang dianggap sebagai lawan.

Namun, klarifikasi tersebut tidak meredakan kemarahan Real Madrid. Klub menilai penjelasan Tebas tidak menghapus sifat pernyataannya yang dianggap menyinggung dan tidak sesuai dengan tanggung jawab seorang pemimpin institusi sepak bola.

Baca Juga: RDP di DPRD Pohuwato Bahas Isu PHK, Ini Penjelasan Manajemen PT GN

Perselisihan ini menambah panjang daftar ketegangan antara Real Madrid dan Tebas sepanjang musim.

Konflik tersebut juga memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai tata kelola, transparansi, serta peran media dalam membentuk opini publik di sepak bola Spanyol.

Hingga polemik ini mencuat, tuntutan pengunduran diri yang disampaikan Real Madrid menjadi bagian terbaru dari perseteruan terbuka antara kedua pihak.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons Tebas dan kemungkinan langkah yang diambil oleh otoritas sepak bola Spanyol.***