MANCHESTER – Perkembangan terbaru kasus Financial Fair Play (FFP) yang melibatkan Manchester City kembali menjadi sorotan.
Klub asal Manchester tersebut dikabarkan akan menerima kepastian mengenai kemungkinan sanksi sebelum musim 2026/2027 berakhir, di tengah proses banding yang masih menjadi perhatian publik sepak bola Inggris.
Baca Juga: Man Utd Terpuruk di Awal Musim, Jaap Stam Kirim Pesan Penting kepada INEOS
Menurut laporan jurnalis Pete O’Rourke dari Football Insider, Manchester City diperkirakan akan diberi tahu mengenai kemungkinan hukuman atas 114 dugaan pelanggaran sebelum akhir musim.
Meski demikian, waktu pengumuman dan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan masih bergantung pada perkembangan proses banding.
Kasus ini bermula ketika Liga Premier merujuk Manchester City ke komisi independen pada awal 2023, setelah melakukan penyelidikan selama sekitar empat tahun. Klub tersebut dituduh melanggar sejumlah ketentuan finansial dalam periode 2009 hingga 2018.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran FFP Man City Kembali Disorot, UEFA Siapkan Sanksi Berat
Proses pemeriksaan berlangsung selama enam minggu pada akhir 2024. Setelah melalui rangkaian persidangan, komisi independen mengeluarkan putusan yang kemudian memicu perdebatan luas mengenai masa depan klub dan kemungkinan konsekuensi terhadap pencapaian mereka di Liga Premier.
Manchester City tetap membantah tuduhan tersebut dan menyatakan memiliki bukti untuk mendukung posisi mereka. Klub juga telah menempuh jalur banding terhadap putusan yang dipersoalkan.
O’Rourke menjelaskan bahwa jadwal penjatuhan sanksi belum sepenuhnya jelas karena hasil banding perlu diketahui terlebih dahulu. Setelah proses tersebut selesai, panel independen akan mempertimbangkan hukuman yang sesuai apabila temuan sebelumnya tetap berlaku.
Baca Juga: Meski Man City Kalah! Haaland Pecahkan Dua Rekor Messi di Liga Champions
Menurutnya, keputusan mengenai sanksi perlu dituntaskan pada musim ini agar dampaknya terhadap kompetisi dapat diperhitungkan secara jelas.
Sejumlah hukuman berpotensi menjadi pertimbangan, mulai dari denda dalam jumlah besar, larangan transfer, pengurangan poin, hingga kemungkinan pengusiran dari kompetisi atau pencabutan gelar Liga Premier. Namun, seluruh opsi tersebut masih berupa kemungkinan dan belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi.
Dampak kasus ini juga berpotensi meluas di luar lapangan. Jika sanksi berat dijatuhkan, Manchester City dapat menghadapi tekanan terhadap komposisi skuad, potensi tuntutan dari klub lain, serta sorotan terhadap kepemilikan dan jajaran direksi.
Baca Juga: Manchester City Hadapi Ancaman Sanksi Besar, Hasil Banding Jadi Penentu
Dalam prosesnya, panel independen yang menangani pemeriksaan awal disebut akan bertanggung jawab menentukan hukuman, sementara proses banding ditangani panel terpisah. Mekanisme tersebut membuat hasil akhir perkara tetap bergantung pada tahapan hukum yang berlaku.
Di tengah ketidakpastian itu, pengacara olahraga James Severn menyampaikan pandangannya kepada BBC Sport. Ia menilai Manchester City menghadapi tantangan besar untuk membatalkan temuan komisi independen melalui proses banding.
Severn menjelaskan bahwa dokumen keuangan, laporan rekening bank, catatan pemerintah, serta bukti transaksi yang dibuat pada saat kejadian dapat menjadi bukti penting.
Baca Juga: Carrick dalam Tekanan, Pelatih Brighton Masuk Radar Manchester United
Dokumen tersebut dapat membantu menjelaskan asal dana yang dipersoalkan, termasuk apakah dana berasal dari pemerintah Abu Dhabi atau dari pemilik klub.
Namun, menurut Severn, apabila bukti-bukti tersebut telah diperiksa oleh komisi independen dan komisi tetap menyimpulkan adanya pengaturan yang tidak sesuai, Manchester City akan menghadapi kesulitan untuk membuktikan bahwa temuan tersebut secara material keliru.
Ia juga menjelaskan bahwa peluang banding dapat bergantung pada kemampuan klub menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam penilaian bukti.
Baca Juga: Brace Haaland Tak Cukup! Manchester City Dipermalukan PSG di Etihad
Misalnya, jika komisi dianggap salah memahami isi surat elektronik, mengabaikan konteks penting, atau menghasilkan kesimpulan yang bertentangan dengan dokumen lain dari periode yang sama.
Meski demikian, Severn menyoroti bahwa komisi independen telah mempertimbangkan berbagai dokumen dan kesaksian sebelum menghasilkan temuan serius mengenai dugaan pengaturan keuangan serta pendanaan pemilik yang disamarkan.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa proses banding tidak sekadar mengulang pemeriksaan sebelumnya. Manchester City perlu menghadirkan dasar yang kuat untuk menantang temuan yang telah dibuat, sesuai dengan ketentuan proses banding yang berlaku.
Baca Juga: Kekalahan dari Atletico Picu Kekhawatiran Fans, Carrick Dituntut Segera Bangkit
Kasus ini menjadi salah satu perkara finansial paling menyita perhatian dalam sepak bola Inggris. Selain menyangkut reputasi Manchester City, hasil akhirnya berpotensi memengaruhi persaingan Liga Premier serta memunculkan perdebatan mengenai penerapan aturan keuangan terhadap klub-klub besar.
Hingga ada keputusan resmi dari panel terkait, belum dapat dipastikan hukuman apa yang akan diterima Manchester City maupun apakah banding mereka akan berhasil. Perkembangan proses hukum dan pengumuman otoritas Liga Premier akan menjadi penentu arah akhir perkara tersebut.***













