BERITA

Ratusan Rumah di Kampung Adat Sade NTB, Ludes Terbakar

×

Ratusan Rumah di Kampung Adat Sade NTB, Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini
Ratusan Rumah di Kampung Adat Sade NTB, Ludes Terbakar
Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 120 rumah di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, NTB.

NTB – Desa wisata atau kampung adat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terbakar pada Sabtu malam (22/8/2026) waktu setempat sekitar pukul 22.00

Sedikitnya 120 unit rumah di kampung adat wisata Sade, Desa Rambitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ludes dilalap si jago merah.

Baca Juga: Polres Sigi Olah TKP Kecelakaan Maut Fortuner di Kawasan Wisata Paralayang Wayu

Padahal, menurut Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, pihaknya telah berupaya melakukan pemadaman secara intensif. Bahkan sempat berkoordinasi dengan pihak terkait supaya api bisa dipadamkan serta mengevakuasi warga.

Dikutip dari detik.com, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas dan mobil pemadam.

Petugas gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga juga berbondong-bondong membersihkan material sisa kebakaran ratusan rumah adat wisata Sade. Petugas masih berjibaku melakukan pemadaman hingga Minggu (23/8/2026) pagi.

Baca Juga: Ancaman Karhutla di Sulteng, Pencegahan Berbasis Desa

“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan dan pembersihan material di lokasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Ridwan Maruf.

“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain,” tambahnya.

Ia mengatakan, untuk bantuan logistik saat ini sedang disiapkan. Dikatakan rumah yang terbakar mencapai 120 unit.

Baca Juga: Duka Dunia Rock, Mantan Bassist Queen Barry Mitchell Dilaporkan Meninggal

“Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 120 unit dan jumlah penduduk masih didata, sedangkan lokasi pengungsian tergantung hasil rapat koordinasi hari ini,” kata dia.

Sementara itu, salah satu warga, Amaq Imi, mengatakan kebakaran tersebut terjadi secara tiba-tiba pada malam hari, ketika warga sedang tertidur. Barang-barang seperti kain tenun, uang, hingga ponsel tidak sempat diselamatkan.

“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja,” kata Amaq.

Rumah adat Sade terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami. (*)