BERITA

Alasan Nugi Tinggalkan NasDem, Salah Satunya karena Ayahnya Tak Dihargai Lagi

×

Alasan Nugi Tinggalkan NasDem, Salah Satunya karena Ayahnya Tak Dihargai Lagi

Sebarkan artikel ini
Alasan Nugi Tinggalkan NasDem, Salah Satunya karena Ayahnya Tak Dihargai Lagi
Putra sulung Ahmad Ali, Muhammad Anugrah Pratama alias Nugi, kini resmi meninggalkan Partai NasDem. Ia memilih bergabung dengan PSI Sulteng. (Foto: IST).

PALU – Keputusan Muhammad Anugrah Pratama alias Nugi meninggalkan Partai NasDem sekaligus mundur dari Wakil Ketua II DPRD Kota Palu, tak lepas dari faktor sang ayah, Ahmad Ali.

Ia mengaku kecewa setelah melihat pengorbanan ayahnya, yang menurutnya tak lagi dihargai oleh Partai NasDem. Karena persoalan internal yang melibatkan ayahnya dengan Partai NasDem, membuat Nugi betul-betul mantap meninggalkan partai yang didirikan Surya Paloh itu.

Baca Juga: Tinggalkan NasDem, Putra Sulung Ahmad Ali Gabung PSI Sulteng

Hal itu diutarakan Nugi saat konferensi pers di Kota Palu, Selasa (29/9/2026), terkait pengunduran dirinya.

Lanjut dia, pengorbanan sang ayah selama satu dekade lebih berada di NasDem, tidak mendapat penghargaan sebagaimana mestinya.

“Ketika bapak saya sudah tidak dihargai, itu sangat fatal menurut saya. Di mana bapak saya sudah banyak-banyak berkorban,” beber Nugi.

Baca Juga: Sekretaris DPW NasDem Sulteng Mengundurkan Diri

Tidak itu saja. Ia juga mengungkit jargon Partai NasDem tanpa mahar, yang menurutnya tidak sesuai dengan praktiknya di lapangan.

“NasDem sebenarnya dari awal itu jargonnya itu kan, partai tanpa mahar ya? Setelah saya masuk di dalam, itu tidak sesuai,” bongkar putra sulung Ketua Harian DPP PSI tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan politiknya tidak semata-mata didasarkan pada perasaan pribadi. Setiap anggota keluarga memiliki pandangan politik masing-masing.

Baca Juga: Mantan Elite NasDem Ahmad Ali Gabung PSI, Jabat Ketua Harian

Bahkan ia menyebut ayahnya juga telah berpindah partai. Sementara ibunya masih memiliki pilihan politik berbeda dan bertahan di NasDem.

“Pandangan politik kan masing-masing beda-beda, terserah orangnya. Di keluarga kita juga begitu. Politik kita bikin seperti pekerjaan. Di rumah sudah tidak ada yang ngomongin itu (politik) lagi,” tuturnya.

Meski memilih hengkang, Nugi tetap menyampaikan apresiasi kepada NasDem. Partai itu menjadi kendaraan politik pertamanya sejak terjun ke dunia politik.
Sekitar empat tahun ia menjadi kader. Banyak pengalaman ia dapat.

GABUNG PSI

Setelah meninggalkan NasDem, Nugi pun
memilih melanjutkan karier politiknya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah. Di PSI, ayahnya merupakan Ketua Harian DPP PSI.

Dalam kesempatan itu, Nugi secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Ketua II DPRD Kota Palu periode 2024-2029.

Kata dia, dokumen pengunduran dirinya dan telah ia tandatangani sejak 5 Agustus 2026. Dokumen tersebut juga telah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Ahmad Ali Ajak Loyalisnya Gabung PSI, Siap Kuasai Sulteng

“Nah kesempatan ini saya ingin menginformasikan status saya sebagai anggota dari Partai Nasdem dan sebagai Wakil Ketua 2 DPRD Kota Palu dengan ini berakhir,” kata Nugi.

“Jadi, saya sudah secara resmi bukan Nasdem lagi,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PSI mengakui telah mengajak Nugi bergabung dalam jajaran pimpinan partai.

Baca Juga: PSI Sulteng Ketua Baru, Syafiah Basir Gantikan Agus Lamakarate

Fery Anwar yang turut mendampingi konferensi pers mengatakan, PSI tengah membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kepengurusan.

“Memang kita agak lebih banyak menarik yang muda-muda. Termasuk kemarin kita sudah melamar langsung Nugi untuk masuk di jajaran pimpinan,” kata Fery.

Namun, sebut Fery, posisi yang akan ditempati Nugi masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama Ketua Umum PSI. (*)