BUOL — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa, 25 Agustus 2026.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan permukiman dan penyediaan fasilitas pendukung aktivitas nelayan secara terpadu.
Baca Juga: Jelang Isu Demo 27 Agustus, Prof Zainal Abidin Serukan Masyarakat Tetap Tenang dan Tolak Provokasi
Dalam sambutannya, Anwar Hafid berharap proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Buol dapat berjalan dengan baik, cepat, tepat waktu, dan menghasilkan kawasan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia bahkan berharap pembangunan kawasan tersebut dapat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam agenda peresmian program Kampung Nelayan secara nasional.
“Kalau bisa dikerjakan bagus-bagus, cepat, tepat, dan bagus. Kita berharap nanti menjadi salah satu kunjungan Bapak Presiden pada peresmian Kampung Nelayan di seluruh Indonesia,” kata Anwar Hafid.
Baca Juga: Tiga Kelas Terbakar, Wakil Wali Kota Palu Turun Langsung dan Siapkan Tempat Belajar Darurat
Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan.
Mulai dari keterbatasan fasilitas pendukung, kesulitan memperoleh bahan bakar minyak atau BBM, kebutuhan es untuk menjaga hasil tangkapan, hingga persoalan pemasaran hasil perikanan.
Karena itu, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang dengan konsep pembangunan yang terintegrasi. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk dermaga dan sarana penunjang aktivitas nelayan lainnya, diharapkan dapat membuat kegiatan perikanan berjalan lebih efektif, efisien, dan memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir.
“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu. Mau membeli BBM susah, menangkap banyak ikan tetapi sulit mendapatkan es, dan pemasarannya juga susah. Karena itu lahirlah program Kampung Nelayan supaya semuanya terintegrasi,” jelasnya.
Anwar Hafid menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong masuknya berbagai program prioritas pemerintah pusat ke seluruh daerah, termasuk Kabupaten Buol.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting agar setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat langsung dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Kapolda Sulteng Terbitkan Maklumat Tegas Larangan Bakar Hutan dan Lahan
Selain pembangunan kawasan pesisir, Gubernur juga menegaskan perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buol.
Pembangunan dan peningkatan akses jalan disebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas Buol dengan daerah lainnya.
“Jangan sampai ada yang bilang Pak Gubernur lupa Buol. Saya tidak lupa Buol. Buol telah memberikan saya yang terbaik, sehingga saya tidak akan pernah lupa,” tegas Anwar Hafid.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur bukan hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memiliki peran penting dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendorong penyelesaian sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Anwar Hafid turut menekankan pentingnya keberlanjutan program pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: Ratusan Rumah di Kampung Adat Sade NTB, Ludes Terbakar
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam mempertahankan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Tujuan semua sama, rakyat harus cepat sejahtera,” ujarnya.
Peletakan batu pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan yang diharapkan mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat nelayan.
Baca Juga: Polres Sigi Olah TKP Kecelakaan Maut Fortuner di Kawasan Wisata Paralayang Wayu
Program tersebut mencakup tiga desa dan diharapkan dapat segera diselesaikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Dengan memohon ridho dan berkat Allah SWT, peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Desa Tamit, Kabupaten Buol, yang terdiri dari tiga desa, sebagai bagian dari program Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto, hari ini kita letakkan batu pertamanya. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama akan segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan kawasan pesisir Kabupaten Buol.
Baca Juga: Ancaman Karhutla di Sulteng, Pencegahan Berbasis Desa
Tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, kawasan ini juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru, memperkuat aktivitas perikanan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M., Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Buol, unsur Forkopimda Kabupaten Buol, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buol, para camat, pimpinan instansi vertikal, kepala desa, Ketua BPD dan Ketua LPM, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan para nelayan.***













