KESEHATAN

Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi

×

Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi

Sebarkan artikel ini
Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi
Waspadai minuman yang bisa memperparah dehidrasi saat cuaca panas. (Pixabay)

KESEHATAN — Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi hal penting ketika gelombang panas melanda. Suhu lingkungan yang tinggi membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga cairan dan mineral dapat hilang lebih cepat.

Dalam kondisi tersebut, pilihan minuman juga perlu diperhatikan. Tidak semua minuman yang terasa menyegarkan mampu membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Bahkan, beberapa jenis minuman justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Baca Juga: Tak Perlu Gym Setiap Hari, 5 Manfaat Jalan Kaki Rutin yang Bisa Dirasakan dalam Sebulan

Sejumlah ahli kesehatan menyarankan masyarakat lebih berhati-hati terhadap minuman yang mengandung alkohol, kafein atau gula dalam jumlah tinggi ketika suhu sedang sangat panas.

Berikut empat jenis minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi selama gelombang panas.

1. Alkohol
Bir dingin atau koktail mungkin terlihat seperti pilihan menyegarkan saat cuaca panas. Namun, alkohol justru dapat menjadi pilihan yang kurang tepat ketika tubuh membutuhkan banyak cairan.

Baca Juga: Tetap Fit Saat Suhu Terik, Ini 8 Tips Aman Berolahraga di Tengah Cuaca Panas

Alkohol memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine. Kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan.

Palang Merah Amerika juga mengingatkan bahwa konsumsi alkohol dapat berkontribusi terhadap dehidrasi. Risikonya menjadi semakin penting diperhatikan bagi orang yang beraktivitas atau bekerja di luar ruangan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyarankan pekerja yang akan beraktivitas di bawah terik matahari untuk menghindari alkohol dalam periode sebelum bekerja karena dapat meningkatkan risiko penyakit akibat panas.

Baca Juga: Anwar Hafid: Tiga Tahun ke Depan, Sulteng Bebas TB

Alkohol juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur suhu. Ketika tubuh sudah menghadapi suhu lingkungan yang tinggi, gangguan pada mekanisme pengaturan suhu tersebut dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap efek panas.

2. Kopi dan Teh Berkafein
Kopi dan teh tidak selalu harus sepenuhnya dihindari ketika cuaca panas. Namun, konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap efeknya.

Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine. Meski demikian, Mayo Clinic menyebut cairan yang terdapat dalam minuman berkafein umumnya dapat mengimbangi efek diuretik dari kadar kafein dalam jumlah biasa.

Baca Juga: Cuaca Panas, Jangan Tambah Pemicu! 6 Makanan Ini Bisa Membuat Berkeringat

Artinya, orang yang terbiasa mengonsumsi kopi atau teh setiap hari mungkin tetap dapat menikmatinya dalam jumlah wajar, selama kebutuhan cairan tetap tercukupi.

Sebaliknya, bagi mereka yang jarang mengonsumsi kafein atau memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein, konsumsi berlebihan saat cuaca panas dapat menimbulkan masalah seperti jantung berdebar, rasa tidak nyaman dan berpotensi mengganggu keseimbangan cairan. Karena itu, air putih tetap sebaiknya menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.

3. Minuman Bersoda
Minuman bersoda juga perlu dibatasi selama gelombang panas. Selain sebagian produk mengandung kafein, minuman ringan umumnya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Baca Juga: 5 Alasan Menambahkan Aloe Vera ke Rutinitas Perawatan Kulit Setelah Usia 50 Tahun

Asupan gula dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih sering buang air kecil dan pada akhirnya meningkatkan kehilangan cairan.

Risiko tersebut menjadi perhatian khusus apabila soda dikonsumsi sebagai pengganti air putih sepanjang hari.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology pada 2016 juga menemukan bahwa konsumsi minuman ringan dalam kondisi dehidrasi dapat memperburuk dehidrasi dan berpotensi berdampak pada fungsi ginjal.

Baca Juga: Cegah Gangguan Psikologis, Biro SDM Polda Sulteng Gelar Konseling Personel Polres Parimo

Karena itu, ketika suhu meningkat, sebaiknya prioritaskan air putih dibandingkan minuman bersoda dengan kandungan gula tinggi.

4. Minuman energi
Minuman energi menjadi jenis minuman lain yang perlu diwaspadai ketika cuaca sangat panas. Salah satu alasannya adalah kandungan kafein yang pada beberapa produk jauh lebih tinggi dibandingkan kopi, teh atau minuman ringan biasa.

CDC mengingatkan bahwa beberapa minuman energi mengandung kafein dalam jumlah tinggi. Produk tertentu juga memiliki kandungan gula yang cukup besar.

Baca Juga: Polri Gelar Operasi Celah Bibir dan Lelangit Gratis di Palu, Screening Dibuka 17–18 Agustus

Kombinasi kafein dan gula dalam jumlah tinggi dapat membuat minuman energi kurang ideal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat berkeringat.

Namun, penting membedakan minuman energi dengan minuman olahraga. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Minuman olahraga tertentu mengandung elektrolit seperti natrium dan mineral lain yang dapat membantu menggantikan sebagian elektrolit yang hilang melalui keringat, terutama setelah aktivitas fisik yang cukup berat atau berlangsung lama.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Anda Mungkin Kurang Sayuran Hijau, Jangan Abaikan Sinyalnya

Meski begitu, kebutuhan elektrolit setiap orang berbeda dan air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi dalam aktivitas sehari-hari.

Air Putih Tetap Menjadi Pilihan Utama
Ketika gelombang panas terjadi, menjaga asupan cairan tidak cukup hanya dengan memilih minuman yang terasa dingin. Jenis minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.

Air putih merupakan pilihan sederhana yang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh tanpa tambahan gula, alkohol atau kafein dalam jumlah tinggi.

Jika seseorang mengalami gejala seperti pusing, lemas, sakit kepala, mual, kebingungan atau tanda lain yang mengarah pada gangguan akibat panas, segera hentikan aktivitas dan cari tempat yang lebih sejuk. Jika gejalanya berat atau tidak membaik, pertolongan medis diperlukan.***