KESEHATAN – Saat cuaca terasa sangat panas, berkeringat menjadi salah satu cara alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil.
Namun, pernahkah Anda merasa tubuh tetap mengeluarkan banyak keringat meski sedang berada di ruangan sejuk?
Baca Juga: Ronaldinho Comeback! 11 Tahun Pensiun, Legenda Brasil Gabung Klub Serie C Italia
Ternyata, apa yang Anda makan juga bisa ikut berpengaruh. Bukan hanya cabai atau makanan yang disajikan panas, beberapa makanan tinggi natrium, gula, lemak, hingga kafein dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam proses pencernaan dan pengaturan suhu.
Meski respons tubuh setiap orang berbeda, berikut enam makanan yang disebut dapat membuat Anda lebih banyak berkeringat.
1. Hot Dog, Tinggi Natrium dan Lemak
Hot dog menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi saat acara santai atau pesta barbekyu. Namun, makanan olahan ini umumnya mengandung natrium cukup tinggi.
Baca Juga: Dua Generasi Rock Bersatu! Foo Fighters Akan Jadi Band Pembuka ACDC
Cesar Sauza, ahli gizi terdaftar, menjelaskan bahwa makanan olahan seperti sosis dapat dikaitkan dengan peningkatan keringat. Kandungan natrium yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh, sementara kandungan lemaknya membuat proses pencernaan membutuhkan kerja lebih besar.
Saat tubuh bekerja lebih keras, produksi panas juga dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, tubuh kemudian merespons dengan mengeluarkan keringat sebagai bagian dari mekanisme pengaturan suhu.
Selain berpotensi membuat tubuh terasa lebih panas, konsumsi makanan olahan dan tinggi garam secara berlebihan juga sebaiknya dibatasi demi menjaga pola makan yang lebih seimbang.
Baca Juga: Manchester United Alihkan Target dari Lewis Hall ke Bintang Barcelona
2. Keripik Kentang yang Diam-diam Kaya Garam
Sulit berhenti setelah mengambil satu genggam keripik kentang. Namun, camilan renyah ini juga dikenal sebagai salah satu makanan dengan kandungan natrium yang cukup tinggi.
Taylor Osbaldeston, ahli gizi holistik terdaftar, menyebut makanan tinggi garam dapat berkontribusi terhadap perubahan keseimbangan cairan dalam tubuh. Konsumsi natrium berlebih juga dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan internal.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat disertai rasa haus, tidak nyaman, atau tubuh yang terasa lebih panas. Ketika suhu tubuh meningkat, produksi keringat bisa ikut bertambah sebagai mekanisme alami untuk membantu mendinginkan tubuh.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Morowali Utara Siap-siap Go Nasional
Karena itu, saat cuaca sedang panas, keripik kentang mungkin terasa cocok sebagai camilan. Namun, jangan lupa memperhatikan jumlah garam yang dikonsumsi dan tetap mencukupi kebutuhan cairan.
3. Kelapa dan Makanan dengan Kandungan Lemak Tinggi
Kelapa sering dianggap sebagai makanan yang menyegarkan, terutama ketika dikonsumsi dalam bentuk air kelapa dingin. Namun, daging kelapa dan berbagai olahannya juga mengandung lemak.
Kieran Sheridan, seorang ahli fisioterapi dan pendiri GulfPhysio, menjelaskan bahwa makanan dengan kandungan lemak tinggi dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk proses pencernaan.
Baca Juga: Chelsea Bersih-bersih Skuad, Tiga Pemain Berpeluang Hengkang dalam Beberapa Hari
Proses pencernaan sendiri menghasilkan panas, yang dikenal sebagai efek termik makanan. Karena itu, dalam kondisi tertentu, makanan tinggi lemak dapat membuat tubuh terasa lebih hangat.
Namun, bukan berarti kelapa harus dihindari. Kelapa tetap dapat menjadi bagian dari pola makan, selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
4. Cokelat Hitam, Kandungan Kafeinnya Bisa Berpengaruh
Cokelat hitam kerap dipilih sebagai camilan karena memiliki sejumlah kandungan yang berbeda dibandingkan cokelat dengan kadar kakao lebih rendah. Namun, cokelat hitam juga mengandung kafein.
Baca Juga: Saatnya Momentum Reformasi Rekonsiliasi DBH
Lisa Richards, ahli nutrisi dan pendiri Candida Diet, menjelaskan bahwa makanan atau minuman berkafein dapat meningkatkan keringat pada sebagian orang karena efek stimulasi kafein terhadap tubuh.
Kafein dapat memengaruhi detak jantung dan aktivitas metabolisme. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, perubahan tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih hangat dan memicu produksi keringat.
Efeknya tentu tidak sama pada setiap orang. Ada yang dapat menikmati cokelat hitam tanpa perubahan berarti, tetapi ada pula yang lebih mudah berkeringat setelah mengonsumsi makanan atau minuman berkafein.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Janjikan Revisi Kepmen ESDM 157
5. Permen dan Makanan Tinggi Gula
Bukan hanya rasa manis yang perlu diperhatikan. Makanan dengan tambahan gula tinggi, termasuk berbagai jenis permen, juga dapat memengaruhi respons metabolisme tubuh.
Menurut Osbaldeston, konsumsi makanan manis dapat menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat. Tubuh kemudian merespons perubahan tersebut melalui berbagai proses metabolisme.
Proses metabolisme menghasilkan energi dan panas. Ketika tubuh perlu mengatur suhu agar tetap stabil, keringat dapat menjadi salah satu respons alami yang muncul.
Baca Juga: Green Day Bisa Bawa ‘American Idiot’ ke Layar Lebar, Tre Cool Beri Sinyal Mengejutkan
Jika Anda merasa lebih mudah berkeringat setelah mengonsumsi banyak makanan manis, cobalah memperhatikan porsinya. Mengurangi konsumsi gula tambahan juga menjadi langkah yang baik untuk mendukung pola makan sehat secara keseluruhan.
6. Cabai, Pemicu Keringat yang Paling Dikenal
Cabai mungkin menjadi makanan pertama yang langsung terlintas ketika membicarakan keringat. Sensasi panas yang muncul setelah menyantap makanan pedas bukan sekadar perasaan.
Michael May, FRCS, direktur medis dan kepala ahli bedah di Wimpole Clinic, menjelaskan bahwa cabai mengandung capsaicin. Senyawa inilah yang memicu reseptor tertentu sehingga tubuh merasakan sensasi panas.
Baca Juga: Rodri Gabung Barcelona, Carles Puyol Langsung Beri Pujian Setinggi Langit
Sebagai respons, tubuh berusaha mendinginkan diri dengan meningkatkan produksi keringat. Inilah alasan mengapa makanan yang sangat pedas dapat membuat dahi, wajah, bahkan seluruh tubuh terasa basah oleh keringat.
Bagi pencinta makanan pedas, reaksi ini mungkin sudah sangat familiar. Namun, jika Anda mudah merasa tidak nyaman, berkeringat berlebihan, atau mengalami gangguan pencernaan setelah makan pedas, sebaiknya batasi porsinya.
Mengapa Makanan Bisa Membuat Tubuh Berkeringat?
Secara umum, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Selain suhu lingkungan dan aktivitas fisik, proses pencernaan serta kandungan tertentu dalam makanan dapat memengaruhi produksi panas tubuh.
Baca Juga: Dukung Swasembada Bawang Putih, Kapolda Sulteng Tanam Serentak dan Salurkan Bantuan Alsintan di Sigi
Makanan pedas dapat memicu sensasi panas melalui capsaicin, sementara kafein dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Makanan tinggi gula, lemak, atau garam juga dapat memengaruhi berbagai proses metabolisme dan keseimbangan cairan.
Namun, penting diingat bahwa tidak semua orang akan mengalami peningkatan keringat setelah mengonsumsi makanan yang sama. Respons tubuh dipengaruhi oleh metabolisme, jumlah makanan yang dikonsumsi, kondisi lingkungan, dan sensitivitas masing-masing individu.
Jika Anda mengalami keringat berlebih secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas atau disertai keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. ***













