MOROWALI UTARA — DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, membuka ruang dialog bersama Amsal Sitepu, Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Karo sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Momahe Cafe, Morowali Utara, itu merupakan bagian dari Misi 131 Hari Jelajah Nasional.
Baca Juga: Chelsea Bersih-bersih Skuad! Tiga Pemain Berpeluang Hengkang dalam Beberapa Hari
Pertemuan tersebut menjadi momentum menyerap aspirasi dan menggali potensi ekonomi kreatif di Morowali Utara.
Sharing session dihadiri Sekretaris DPC GEKRAFS Morowali Utara, Muhammad Russell Najimain, Bendahara Taslim Landoala serta sejumlah pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang.
Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah perlunya kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif.
Terutama untuk memperluas pemasaran produk lokal sebagai cenderamata atau oleh-oleh khas Morowali Utara.
Baca Juga: Saatnya Momentum Reformasi Rekonsiliasi DBH
Pelaku ekonomi kreatif juga mendorong pengembangan pariwisata yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif. Langkah ini dinilai dapat memperluas dampak ekonomi bagi UMKM, pelaku usaha, komunitas dan generasi muda.
Ketua DPC GEKRAFS Morowali Utara, Edwin Purnawan Tampake, SH., MH., M.Kn., mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi terlaksananya sharing session ini. Meskipun saya sedang berada di luar kota, saya melihat pertemuan ini sangat penting karena menghadirkan langsung teman-teman pelaku ekonomi kreatif Morowali Utara dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Janjikan Revisi Kepmen ESDM 157
Potensi Morowali Utara sangat besar kata dia. Mulai dari produk lokal, kreativitas anak muda hingga sektor pariwisata.
“GEKRAFS Morowali Utara ingin memastikan bahwa suara pelaku ekonomi kreatif di daerah tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi kreatif. Kita memiliki banyak potensi, baik produk lokal, kreativitas anak muda maupun pariwisata, dan semuanya membutuhkan kolaborasi,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, sektor pariwisata dan GEKRAFS.
Baca Juga: Green Day Bisa Bawa ‘American Idiot’ ke Layar Lebar, Tre Cool Beri Sinyal Mengejutkan
“Kami percaya ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, sektor pariwisata dan GEKRAFS harus bisa duduk bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Amsal Sitepu mengatakan Misi 131 Hari Jelajah Nasional menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Kehadirannya di Morowali Utara diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membawa potensi dan aspirasi pelaku ekonomi kreatif daerah ke jejaring nasional.
Baca Juga: Rodri Gabung Barcelona, Carles Puyol Langsung Beri Pujian Setinggi Langit
GEKRAFS Morowali Utara berkomitmen terus membangun kolaborasi agar produk dan kreativitas lokal mampu tumbuh serta dikenal lebih luas.
Dari Morowali Utara, aspirasi dijemput untuk dibawa menuju panggung ekonomi kreatif nasional. (*)













