PALU – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., mengajak seluruh lapisan masyarakat memperkuat kerukunan dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sosial.
Prof. Zainal mengatakan keberagaman suku, agama dan budaya merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Rekaman Rahasia Oasis Hendak Dilelang, Noel dan Liam Ambil Langkah Hukum
Karena itu, nilai persatuan dan persaudaraan perlu terus dirawat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
Ia juga mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari sejarah bangsa, termasuk berbagai peristiwa yang menjadi latar belakang pentingnya memperkuat persatuan dan menjaga ketahanan ideologi negara.
“Pancasila telah membuktikan ketangguhannya dalam menyatukan ratusan suku dan keragaman agama di Indonesia. Tugas kita sekarang adalah merawat ikatan persaudaraan ini agar tetap utuh,” ungkap Prof. Zainal Abidin.
Baca Juga: 10 IUP Nikel di Bualemo Dipersoalkan, JATAM: Ancam Hutan hingga Lahan Pangan
Menurut tokoh moderasi beragama nasional tersebut, upaya menjaga bangsa dari ancaman ideologi ekstrem perlu dilakukan secara bersama-sama, termasuk melalui penguatan moderasi beragama dan toleransi hingga tingkat masyarakat.
Prof. Zainal yang juga Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa agama dan kebangsaan tidak semestinya dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, damai dan menjunjung nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Anwar Hafid Dorong Milenial dan Gen Z Jadi Petani, Teknologi Jadi Andalan
“Ketika nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai kita utamakan, maka ideologi apa pun yang ingin memecah belah bangsa tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat,” tutur Guru Besar UIN Datokarama Palu tersebut.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, TNI, Polri serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan memperkuat komunikasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
“Mari kita jadikan momentum sejarah ini untuk semakin mempererat tali silaturahmi, menolak narasi intoleran, dan bersama-sama merawat kedamaian demi keutuhan NKRI,” pungkas Prof. Zainal.***













