HIBURAN

Rekaman Led Zeppelin yang Nyaris Dimusnahkan Ditemukan Setelah 55 Tahun

×

Rekaman Led Zeppelin yang Nyaris Dimusnahkan Ditemukan Setelah 55 Tahun

Sebarkan artikel ini
Rekaman Led Zeppelin yang Nyaris Dimusnahkan Ditemukan Setelah 55 Tahun
Rekaman langka ‘Whole Lotta Love’ Led Zeppelin ditemukan setelah tersimpan selama 55 tahun. (Foto: instagram/@ledzeppelin)

INGGRIS – Rekaman langka Led Zeppelin yang sempat diperintahkan untuk ditarik dan dimusnahkan kembali ditemukan dalam program televisi BBC, Antiques Roadshow.

Piringan hitam tersebut merupakan salah satu salinan tujuh inci single klasik ‘Whole Lotta Love’ yang diperkirakan memiliki nilai tinggi bagi kolektor musik.

Baca Juga: Scorpions Diangkat ke Film Biografi, ‘Wind of Change’ Siap Tayang 2027

Penemuan tersebut terjadi ketika Antiques Roadshow mengunjungi Kastil Caerphilly, Wales. Seorang pria membawa koleksi piringan hitam miliknya dan menunjukkan sebuah salinan ‘Whole Lotta Love’ kepada pakar barang antik Marc Allum.

Pemilik tersebut mengaku mendapatkan piringan itu sejak awal 1970-an ketika sedang mencari sejumlah rekaman untuk memulai pesta disko. Ia mendapatkan beberapa piringan dari seseorang dan tidak menyadari bahwa salah satunya merupakan rekaman yang sangat langka.

Allum kemudian menjelaskan bahwa piringan tujuh inci tersebut seharusnya tidak beredar di Inggris. Rekaman itu hanya dirilis di Amerika Serikat dan menjadi salah satu rilisan yang cukup unik dalam sejarah Led Zeppelin.

Baca Juga: Legenda Black Sabbath Tony Iommi Terima Gelar MBE di Kastil Windsor

‘Whole Lotta Love’ merupakan lagu pembuka album kedua Led Zeppelin, Led Zeppelin II, yang dirilis pada 1969. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu karya paling dikenal dari grup rock asal Inggris tersebut.

Keunikan piringan ini berkaitan dengan kebijakan Led Zeppelin yang selama karier mereka dikenal tidak ingin merilis single. Band tersebut lebih memilih musik mereka hadir dalam format album penuh.

Menurut kisah yang disampaikan dalam program tersebut, terdapat ketidaksesuaian antara band, manajemen dan perusahaan rekaman yang menyebabkan ‘Whole Lotta Love’ sempat dicetak dalam format single tujuh inci oleh Atlantic Records.

Baca Juga: The Rolling Stones Kembali dengan Video Mr Charm yang Penuh Kejutan

Sekitar 500 kopi disebut telah dicetak dan diedarkan. Namun, setelah mengetahui keberadaan rilisan tersebut, manajer Led Zeppelin, Peter Grant, disebut memerintahkan agar seluruh salinan ditarik kembali dan dimusnahkan.

Meski demikian, tidak semua kopi berhasil dikembalikan. Salah satunya justru bertahan selama lebih dari lima dekade dan akhirnya muncul di Antiques Roadshow.

Piringan yang ditemukan tersebut memang memiliki sejumlah bekas penggunaan, termasuk sidik jari dan goresan ringan. Namun, kondisi itu tidak menghilangkan nilai historisnya sebagai salah satu rilisan Led Zeppelin yang sangat langka.

Baca Juga: Slipknot Tak Mau Ulang Masa Lalu, Jim Root Ungkap Eksperimen di Album Baru

Allum mengakui cukup sulit menentukan harga pasti rekaman tersebut. Namun, ia memperkirakan piringan itu berpotensi terjual sekitar £1.000 atau lebih dari Rp20 juta jika dilelang, tergantung kondisi dan minat kolektor.

Menariknya, pemilik rekaman tersebut mengaku tidak pernah menganggapnya sebagai barang istimewa selama bertahun-tahun. Ia bahkan mengenang bagaimana para tamu di diskoteknya justru tidak terlalu menyukai lagu tersebut ketika diputar.

Menurutnya, lantai dansa bahkan langsung kosong ketika ‘Whole Lotta Love’ dimainkan.

Baca Juga: Liam Gallagher Beri Sinyal Oasis Bakal Bahas Musik Baru Usai Tur Live 27

Kini, setelah mengetahui kelangkaan dan nilai koleksinya, pemilik tersebut mengatakan kemungkinan tidak akan lagi memutar piringan tersebut. Ia telah menyimpannya selama sekitar 55 tahun dan berencana menyerahkannya kepada putri-putrinya.

‘Whole Lotta Love’ sendiri menjadi salah satu lagu utama dalam Led Zeppelin II, album yang juga berisi sejumlah lagu terkenal seperti ‘What Is and What Should Never Be’, ‘The Lemon Song’, dan ‘Ramble On’.

Penemuan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah piringan yang sempat dianggap sebagai rilisan yang seharusnya tidak beredar dapat bertahan selama puluhan tahun dan akhirnya menjadi barang buruan bagi kolektor musik rock.***