BERITA

Semangat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam

×

Semangat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam

Sebarkan artikel ini
Semangat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
Fathur Razaq mengajak warga menjaga persaudaraan, adat, budaya, dan kelestarian alam.

SIGI — Semangat kemerdekaan terasa kuat di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dikemas melalui kegiatan “Gebyar Berani Berkibar” yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan meneguhkan kepedulian terhadap adat, budaya, serta lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Fathur Razaq mengajak masyarakat Lindu memaknai kemerdekaan lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum 17 Agustus harus menjadi kesempatan untuk kembali mengingat jati diri, memperkuat kebersamaan, serta membangun semangat bersama demi masa depan daerah.

Baca Juga: Mewarnai dan Kwartet Bertema Lingkungan, Meriahkan HUT ke-81 RI di Desa Oncone

Di hadapan tokoh adat, camat, tokoh masyarakat, kepala desa, dan warga Lindu, Fathur menegaskan bahwa kekayaan Lindu tidak hanya terletak pada panorama alamnya. Lebih dari itu, Lindu memiliki adat, budaya, serta nilai kehidupan masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Kita tidak sekadar berkumpul untuk memperingati kemerdekaan. Kita berkumpul untuk mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah,” ujar Fathur.

Menurutnya, semangat “Gebyar Berani Berkibar” tercermin dari antusiasme masyarakat yang terlibat dalam berbagai lomba, permainan, seni, dan kegiatan kebersamaan. Seluruh rangkaian tersebut dinilai menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berani berkarya.

Baca Juga: Jelang HUT ke-81 RI, Gubernur Anwar Hafid Kukuhkan 69 Paskibraka dari 13 Daerah

“Yang paling penting bukan siapa yang menang. Yang paling penting adalah kita datang sebagai masyarakat, dan pulang sebagai keluarga,” katanya.

Pesan khusus juga disampaikan Fathur kepada generasi muda Lindu. Ia mendorong anak-anak muda untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak takut menempuh perjalanan jauh demi mengejar masa depan.

Namun, ia mengingatkan agar kemajuan tidak membuat generasi muda melupakan asal-usulnya.

Baca Juga: Oma Opa Madamba Semakin Ceria dan Happy Rayakan HUT ke-81 RI

“Boleh pergi jauh. Boleh menjadi apa pun yang kalian impikan. Tapi jangan pernah kehilangan akar. Karena orang yang tahu dari mana ia berasal, akan tahu ke mana ia harus melangkah,” tuturnya.

Fathur juga mengajak masyarakat menjaga kekayaan alam dan warisan budaya Lindu secara bersama-sama. Danau, hutan, adat, hingga tradisi masyarakat disebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas daerah.

“Jaga danaunya. Jaga hutannya. Jaga adatnya. Jaga budayanya. Dan yang paling penting, jaga rasa persaudaraan di antara kita,” tegas Fathur.

Baca Juga: Tielemans Bikin Bruno Fernandes Tertawa, Ini Alasan Sebenarnya Ia Meminta Sang Kapten Menembak

Semangat menghadirkan peringatan kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat juga bukan kali pertama dilakukan. Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya, kegiatan serupa turut digelar di kawasan Bukit Salena dengan melibatkan warga dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan perayaan kemerdekaan bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat.

Keterlibatan warga dari berbagai unsur menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui hal-hal sederhana. Berkumpul, bergotong royong, menjaga persaudaraan, serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkreasi menjadi bagian dari cara masyarakat mengisi kemerdekaan.

Baca Juga: 5 Alasan Menambahkan Aloe Vera ke Rutinitas Perawatan Kulit Setelah Usia 50 Tahun

Bagi Fathur, kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi harus diterjemahkan melalui keberanian untuk bermimpi, bergerak, menjaga lingkungan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsa.

“Sulteng yang besar dibangun dari seluruh penjuru negeri. Lindu adalah bagian dari kekuatan itu, dari masyarakat yang bersatu, dari semangat kebersamaan, dari gotong royong yang terus hidup, dan dari generasi yang berani berkarya,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lindu akhirnya menjadi pesan kuat bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas. Persaudaraan dijaga, adat dirawat, alam dilindungi, sementara generasi muda didorong untuk terus bergerak dan berkarya.

“Berani bermimpi. Berani bergerak. Berani menjaga. Berani berkibar. Dari Lindu, untuk Indonesia,” tegasnya.***