INGGRIS – Tony Iommi akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya menolak kesempatan untuk merekam satu album Black Sabbath terakhir bersama formasi asli band tersebut.
Black Sabbath terakhir kali merilis album studio pada 2013 melalui ’13’, yang mempertemukan Tony Iommi, Ozzy Osbourne, dan Geezer Butler. Namun, drummer asli Bill Ward tidak ikut ambil bagian dalam proyek tersebut akibat perselisihan terkait kontrak.
Baca Juga: Noel Gallagher Ungkap Kapan Oasis Live 27, Tapi Ada Satu Kabar Buruk
Posisi drum kemudian diisi Brad Wilk, drummer Rage Against the Machine dan Audioslave. Album ’13’ menjadi rilisan penting dalam perjalanan Black Sabbath sekaligus album studio ke-19 band heavy metal legendaris tersebut.
Album itu sukses besar secara komersial dengan menduduki puncak tangga album Inggris dan Amerika Serikat. ’13’ juga mengantarkan Black Sabbath meraih Grammy Award untuk kategori Best Metal Performance.
Lebih dari satu dekade setelah album tersebut dirilis, Iommi kini menjelaskan bahwa dirinya sempat mendapat kesempatan untuk membuat satu album lagi bersama formasi asli Black Sabbath.
Baca Juga: Jim Root Ungkap Fakta Mengejutkan soal Single Baru Slipknot
Dalam wawancara terbaru dengan Classic Rock, Iommi mengungkapkan bahwa Andrew Watt, produser yang menggarap dua album terakhir Ozzy Osbourne, ‘Ordinary Man’ (2020) dan ‘Patient Number 9’ (2022), pernah menghubunginya terkait kemungkinan membuat album Black Sabbath.
Namun, gitaris legendaris tersebut ternyata tidak tertarik dengan gagasan itu.
“Saya pernah bertemu Andrew Watt saat dia memproduseri Ozzy,” kata Iommi.
Baca Juga: Slipknot Comeback dengan Single Baru, Musik Pertama Tanpa Sid Wilson
Menurut Iommi, Watt menunjukkan antusiasme besar terhadap kemungkinan menggarap proyek Black Sabbath.
Namun, ia menilai sang produser belum sepenuhnya memahami bagaimana rasanya bekerja dengan formasi asli Black Sabbath, khususnya jika melibatkan Bill Ward.
“Dia sangat antusias dan sedikit terlalu bersemangat. Dia juga tidak tahu bagaimana rasanya bekerja dengan Black Sabbath yang asli, bekerja dengan Bill,” ujar Iommi.
Baca Juga: Oasis Tak Senang Rekaman Langka Hendak Dilelang
Selain persoalan tersebut, Iommi mengaku tidak melihat alasan kuat untuk kembali membuat album Black Sabbath lainnya. Baginya, band tersebut sudah memiliki perjalanan panjang dan katalog musik yang sangat besar.
“Lagipula, kami sudah membuat 13 album, dan saya tidak menyukai gagasan: ‘Nah, ini album lain lagi’,” tambahnya.
Keputusan Iommi tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin memaksakan sebuah proyek baru hanya demi menambah satu rilisan lagi dalam katalog Black Sabbath.
Baca Juga: Noel Gallagher Akui Liam Kini Jadi Sosok yang Menyenangkan
Album ’13’ sendiri telah menjadi penanda penting bagi perjalanan akhir Black Sabbath di era rekaman studio. Kesuksesan album tersebut membuktikan bahwa musik mereka masih memiliki daya tarik besar, bahkan setelah puluhan tahun berkarier.
Meski peluang membuat album baru bersama formasi asli pernah terbuka, Iommi memilih untuk tidak mengambil kesempatan tersebut.
Baginya, sejarah Black Sabbath sudah memiliki cukup banyak cerita tanpa harus dipaksakan dengan satu album tambahan.
Baca Juga: Oasis Kembali ke Panggung? Jawaban Noel Soal Tur 2027 Bikin Heboh
Keputusan itu juga memperlihatkan betapa pentingnya faktor personel dan dinamika internal dalam menentukan apakah sebuah proyek Black Sabbath layak diwujudkan kembali.
Dengan demikian, ’13’ tetap menjadi album studio terakhir Black Sabbath, sementara gagasan untuk membuat satu album terakhir bersama formasi asli hanya berhenti sebagai sebuah kemungkinan yang tidak pernah terealisasi.***













