BERITA

Karhutla di Poso: 30 Ha Lahan Gambut Terbakar, SMA 1 Pendolo Dilalap Si Jago Merah

×

Karhutla di Poso: 30 Ha Lahan Gambut Terbakar, SMA 1 Pendolo Dilalap Si Jago Merah

Sebarkan artikel ini
Karhutla di Poso: 30 Ha Lahan Gambut Terbakar, SMA 1 Pendolo Dilalap Si Jago Merah
Karhutla melanda lahan gambut di Desa Pasir Putih, Poso, hingga api merembet dan membakar bagian atap SMAN 1 Pendolo. (Foto: IST)

POSO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sekitar 30 hektare lahan gambut di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Api terus meluas hingga merembet ke gedung SMAN 1 Pendolo. Bagian atap sekolah ikut terbakar akibat percikan api.

Baca Juga: Tim SAR Bergerak, Tujuh Pendaki Tertahan di Gunung Nokilalaki

Kapolsek Pamona Selatan, IPTU Oktavianus Batara mengatakan, pemadaman melibatkan personel Polri, TNI, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan warga.

Sebanyak 25 personel Polsek Pamona Selatan, 35 personel TNI, satu unit mobil Damkar, serta sekitar 250 warga dikerahkan ke lokasi.

Mereka membuat sekat bakar dan menyiram titik-titik api. Sebagian besar titik api berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Didampingi Menhut, Wapres Gibran Rakabuming Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar

Namun, sejumlah area masih sulit dijangkau. Medan yang berat dan asap tebal menjadi kendala petugas.

Kebakaran terjadi di sekitar jalur Trans Sulawesi. Kondisi lahan gambut yang kering akibat kemarau membuat api cepat menyebar.

Api bahkan menjalar melalui lapisan bawah tanah. Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Baca Juga: Media Digital Narasi yang Didirikan Najwa Shihab, Diambil Alih Grup Djarum

Selain gedung sekolah, satu rumah warga juga terdampak. Bagian atap rumah terbakar akibat percikan api.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penyebab kebakaran masih didalami. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian atau pembakaran lahan secara ilegal.

Baca Juga: Kajati Sulteng Lantik Rosdianah HK sebagai Koordinator

Petugas juga masih melakukan pemantauan. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api di dalam tanah gambut.

IPTU Oktavianus Batara mengapresiasi keterlibatan TNI, Damkar, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan Karhutla.

“Penanganan Karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah,” ujar Oktavianus.

Baca Juga: Siapa Pemilik 1 Juta Ton Nikel di Sulteng yang Segera Dilelang?

Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih saat kondisi gambut kering dan angin kencang.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di area gambut yang kering. Angin kencang saat ini dapat mempercepat penyebaran api,” harap Kapolsek.

Polsek Pamona Selatan juga akan meningkatkan patroli dan sosialisasi bersama Bhabinkamtibmas serta pemerintah Desa Pasir Putih.

“Kami akan meningkatkan patroli dan sosialisasi. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membakar lahan harus terus digalakkan,” pungkasnya. (*)