MANCHESTER – Manchester City menghadapi potensi hukuman berat jika upaya banding klub terhadap putusan bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran aturan Premier League tidak membuahkan hasil.
Sejumlah klub Premier League dilaporkan mendesak agar Manchester City mendapatkan sanksi yang dianggap setimpal dengan pelanggaran yang dinyatakan terbukti oleh komisi independen.
Baca Juga: Drama Ronaldo dan Jorge Jesus Berlanjut, Pelatih Portugal Buka Suara
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League dalam periode 2009-10 hingga 2017-18.
Menurut laporan Sky Sports, komisi independen menemukan bahwa Manchester City menggunakan kontrak yang disebut “palsu” dengan mitra komersial sebagai bagian dari skema pendanaan tersembunyi.
Skema tersebut disebut bertujuan meningkatkan pendapatan klub secara artifisial hingga sekitar £830 juta.
Baca Juga: Lionel Messi Dapat Gelar Doktor Kehormatan, Ini Alasan UBA Memberikannya
Manchester City membantah seluruh tuduhan tersebut. Tim hukum klub kini dilaporkan tengah mempersiapkan proses banding sekaligus menghadapi tahap penentuan sanksi.
Situasi itu membuat sejumlah klub Premier League lainnya ikut menaruh perhatian. Mereka disebut khawatir kasus tersebut dapat berdampak terhadap integritas kompetisi jika pelanggaran yang telah dinyatakan terbukti tidak diikuti hukuman yang dianggap sepadan.
Menurut laporan yang beredar, sebagian klub bahkan menilai hukuman berupa pengurangan poin yang diikuti degradasi selama satu musim belum tentu cukup berat.
Baca Juga: Erick Thohir: FIFA ASEAN Cup Bisa Angkat Standar Sepak Bola Asia Tenggara
Namun, klub-klub Premier League lainnya tidak akan terlibat langsung dalam proses sidang sanksi.
Penentuan hukuman nantinya berada di tangan otoritas Premier League sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Manchester City sendiri tetap mempertahankan posisi mereka. Klub disebut mengandalkan sejumlah besar bukti yang diyakini dapat mendukung pembelaan mereka dalam proses banding.
Baca Juga: John Herdman: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sangat Spesial bagi Indonesia
Kasus ini juga berpotensi berlangsung panjang. Kedua pihak memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan yang dihasilkan dalam proses tersebut.
Dengan demikian, sengketa antara Manchester City dan Premier League diperkirakan masih dapat berlanjut selama lebih dari satu tahun sebelum seluruh proses hukum dan sanksi memperoleh kepastian akhir.
Jika banding Manchester City gagal, keputusan mengenai bentuk dan beratnya hukuman akan menjadi salah satu proses disipliner paling besar dalam sejarah Premier League dan dapat berdampak signifikan terhadap klub.***













