OLAHRAGA

John Herdman: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sangat Spesial bagi Indonesia

×

John Herdman: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sangat Spesial bagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
John Herdman: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sangat Spesial bagi Indonesia
John Herdman mengangkat trofi bersama Timnas Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK. (Foto: instagram/@officialjohnherdman)

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku sangat bangga setelah membawa skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman menilai keberhasilan tersebut sebagai salah satu pencapaian paling istimewa dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Laga berlangsung sengit hingga 120 menit dengan skor berakhir 2-2 sebelum Indonesia menang 4-2 dalam babak tos-tosan.

Baca Juga: Drama Ronaldo dan Jorge Jesus Memanas, Sang Kapten Akhirnya Buka Suara

Pertandingan final berlangsung penuh drama. Indonesia sempat unggul melalui Dean James, tetapi Thailand mampu menyamakan kedudukan. Dalam masa perpanjangan waktu, Thailand kembali berada di depan sebelum Elkan Baggott mencetak gol penyama pada menit ke-116.

Indonesia kemudian menunjukkan ketenangan dalam adu penalti. Kemenangan tersebut mengantarkan Garuda menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup sekaligus memberikan trofi regional yang telah lama dinantikan masyarakat Indonesia.

Bagi Herdman, perjalanan menuju gelar tersebut tidak mudah. Ia mengungkapkan bahwa tim harus melalui proses panjang sejak tahap seleksi pemain hingga akhirnya terbentuk skuad utama yang berjumlah 23 pemain.

Baca Juga: Bukan Cuma Poin, Man City Terancam Krisis Finansial Jika Terdegradasi

“Saya benar-benar jatuh cinta pada pertandingan ini dan pada tim yang luar biasa ini. Keberanian para pemain sungguh membuat saya terkesima,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Inggris tersebut juga mengungkapkan besarnya perjalanan yang ditempuh tim selama turnamen.

“Kami menempuh perjalanan 32.000 mil untuk turnamen ini. Kami memulai proses dengan menyaring 80 pemain hingga mengerucut menjadi 23 nama demi mempersembahkan trofi pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ini pencapaian yang super spesial,” ujarnya.

Baca Juga: Drama Penalti di GBK Berakhir Manis, Calvin Verdonk Tegaskan Era Baru Indonesia

Herdman menyadari bahwa keberhasilan tersebut memiliki arti lebih besar karena Indonesia telah lama menantikan gelar di level regional. Ia juga mengaitkan pencapaian generasi saat ini dengan perjuangan para pemain Indonesia pada generasi sebelumnya.

Menurut Herdman, pemain-pemain seperti Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales turut menjadi bagian dari sejarah yang membangun kepercayaan diri generasi berikutnya.

“Masyarakat Indonesia telah menunggu momen ini selama lebih dari 30 tahun. Selama masa penantian itu, para pemain legendaris telah menanamkan keyakinan pada generasi muda ini. Kami membawa mentalitas juara baru ke dalam tim,” tutur Herdman.

Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ole Romeny Ungkap Makna Trofi bagi Garuda

Herdman juga menilai perkembangan sepak bola Indonesia telah menunjukkan arah yang positif. Ia mengatakan dirinya dapat melihat langsung perkembangan kompetisi domestik dan dampaknya terhadap kualitas tim nasional.

“Saya tinggal di Indonesia dan menyaksikan langsung denyut nadi sepak bola di Liga 1. Program tim ini terbukti bekerja dan menjadi inspirasi besar bagi negeri yang indah ini,” katanya.

Salah satu momen paling dramatis dalam pertandingan final terjadi ketika Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116. Bek jangkung tersebut kemudian merayakan golnya dengan penuh kegembiraan di depan bangku cadangan.

Baca Juga: Malam Bersejarah Emil Audero, Kiper Rayo Vallecano Antar Indonesia Juara

Herdman mengaku sempat meminta para pemain bertahan untuk tidak meninggalkan pos mereka ketika Indonesia membutuhkan gol. Namun, keberanian para pemain justru menghasilkan momen penting.

“Saya berteriak meminta mereka menahan diri dan percaya pada struktur taktik. Namun mereka justru merangsek maju memburu bola dan mencetak gol penentu! Jadi, naluri keberanian para pemainlah yang membuktikannya malam ini,” ujar Herdman sambil tertawa.

Baggott sendiri mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada Herdman dan seluruh anggota tim yang telah bekerja keras sepanjang turnamen.

Baca Juga: Garuda Ukir Sejarah! Indonesia Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

“Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia malam ini. Kami tidak mungkin meraih trofi ini tanpa kerja keras luar biasa dari Coach John Herdman,” kata Baggott.

Di kubu Thailand, kekalahan tersebut menjadi hasil yang mengecewakan setelah mereka sempat dua kali memimpin pertandingan. Namun, pelatih Thailand Anthony Hudson tetap memberikan apresiasi kepada Indonesia.

Hudson menilai kekuatan skuad Garuda saat ini berkembang pesat, terutama dengan kehadiran pemain-pemain diaspora yang berkarier di berbagai kompetisi Eropa.

Baca Juga: Presiden Federasi Portugal Ungkap Kesalahpahaman Ronaldo dan Jorge Jesus

“Selamat yang sebesar-besarnya untuk Indonesia. Sangat jelas bahwa tim mereka sedang melangkah ke arah yang tepat dengan materi pemain diaspora yang sangat kuat. Bermain di stadion semegah ini membuktikan Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat serius,” ujar Hudson.

Thailand juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua. Meski kehilangan satu pemain, Thailand tetap mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir dan memaksa Indonesia melewati adu penalti.

Hudson tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya, termasuk striker senior Teerasil Dangda yang menjalani laga perpisahan bersama tim nasional.

Baca Juga: 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Bakal Membara di Final Indonesia vs Thailand

“Pemain kami berjuang dengan segenap hati kendati bermain dengan sepuluh orang. Kami pulang dengan kepala tegak,” kata Hudson.

Bagi Indonesia, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi simbol berakhirnya penantian panjang sekaligus membuka babak baru bagi sepak bola nasional di bawah kepemimpinan John Herdman.***