HIBURAN

Turnstile Satukan Musik dan Kemanusiaan Lewat Konser Gratis untuk Palestina

×

Turnstile Satukan Musik dan Kemanusiaan Lewat Konser Gratis untuk Palestina

Sebarkan artikel ini
Turnstile Satukan Musik dan Kemanusiaan Lewat Konser Gratis untuk Palestina
Turnstile mengumumkan konser gratis di Monumen Washington pada 24 Oktober 2026 untuk menggalang donasi kemanusiaan bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon. (Foto: instagram/@turnstileluvconnection)

WASHINGTON – Band hardcore asal Baltimore, Amerika Serikat, Turnstile, mengumumkan konser gratis di kawasan Monumen Washington pada 24 Oktober 2026.

Pertunjukan tersebut akan menjadi ajang penggalangan dana kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Baca Juga: Rekaman Led Zeppelin yang Nyaris Dimusnahkan Ditemukan Setelah 55 Tahun

Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial resmi band pada Kamis (8/10/2026). Konser dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 waktu setempat dengan akses masuk gratis bagi para pengunjung.

Dalam acara ini, Turnstile bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International. Band tersebut mengajak para penggemar untuk memberikan donasi yang nantinya dibagi rata untuk mendukung upaya kemanusiaan di Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, layanan medis, dan tempat tinggal bagi keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga: Scorpions Diangkat ke Film Biografi, ‘Wind of Change’ Siap Tayang 2027

Direktur Global Human Concern International, Hassan Wadi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia mengaku bangga melihat tim dan komunitas Turnstile bersatu untuk mendukung masyarakat di tiga wilayah yang menghadapi penderitaan akibat krisis kemanusiaan.

“Sebagai warga Gaza, saya sangat bangga dengan tim dan komunitas Turnstile yang telah bersatu untuk mendukung masyarakat Gaza, Lebanon, dan Sudan. Tiga wilayah yang telah sangat menderita,” kata Wadi.

Ia berharap dukungan dari para penggemar dan masyarakat luas dapat membantu organisasi menyalurkan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga: Legenda Black Sabbath Tony Iommi Terima Gelar MBE di Kastil Windsor

“Dengan dukungan Anda, kami bertujuan untuk menyediakan makanan, air, perawatan medis, dan tempat tinggal bagi keluarga yang membutuhkan di ketiga wilayah tersebut,” ujarnya.

Konser di Monumen Washington ini juga akan menjadi penampilan terakhir dalam rangkaian tur besar Turnstile di Amerika Utara yang dimulai pada Juni 2026. Tur tersebut digelar untuk mendukung album Never Enough, yang dirilis pada 2025.

Selain dikenal melalui musik hardcore dengan energi panggung yang kuat, Turnstile juga menunjukkan perhatian terhadap isu sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga: The Rolling Stones Kembali dengan Video Mr Charm yang Penuh Kejutan

Pengumuman konser tersebut melanjutkan pesan yang pernah disampaikan para personelnya dalam wawancara dengan NME di BRIT Awards 2026.

Dalam wawancara tersebut, mereka menekankan pentingnya peran musisi dalam merefleksikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Ini sangat penting. Saya pikir para seniman semacam berfungsi sebagai cermin untuk merefleksikan apa yang terjadi di dunia,” ujar personel Turnstile kepada NME.

Baca Juga: Slipknot Tak Mau Ulang Masa Lalu, Jim Root Ungkap Eksperimen di Album Baru

Mereka juga menyoroti pentingnya empati dan kesadaran di tengah berbagai persoalan sosial, termasuk dehumanisasi yang menurut mereka semakin menjadi perhatian di Amerika Serikat.

“Kami adalah sebuah band dan kami mencoba melakukan apa yang kami bisa untuk merefleksikan hal itu, dan membiarkan orang-orang memiliki suara dan menyoroti hal itu,” lanjut mereka.

Melalui konser gratis ini, Turnstile tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik di salah satu lokasi ikonik Washington DC, tetapi juga membuka kesempatan bagi penggemar untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas kemanusiaan.

Kolaborasi dengan Human Concern International diharapkan dapat memperluas dukungan publik sekaligus membantu penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina, Sudan, dan Lebanon yang membutuhkan pertolongan.***