HIBURAN

Emily Armstrong Buka Suara soal Keraguan Jadi Vokalis Linkin Park

×

Emily Armstrong Buka Suara soal Keraguan Jadi Vokalis Linkin Park

Sebarkan artikel ini
Emily Armstrong Buka Suara soal Keraguan Jadi Vokalis Linkin Park
Emily Armstrong mengungkapkan keraguan saat menjadi vokalis baru Linkin Park dan menegaskan dirinya tidak berusaha menggantikan Chester Bennington. (Foto: instagram/@emilyarmstrong)

AMERIKA – Emily Armstrong akhirnya mengungkapkan pergulatan emosional yang dialaminya ketika dipercaya menjadi vokalis baru Linkin Park. Mengambil posisi di band legendaris yang sebelumnya dipimpin Chester Bennington bukan perkara mudah.

Emily mengaku sempat mempertanyakan kemampuannya sendiri dan merasa tidak yakin apakah dirinya pantas mendapatkan kesempatan tersebut.

Baca Juga: The Rolling Stones Kembali Rekaman, Mick Jagger Siapkan Materi Baru?

Emily diumumkan sebagai vokalis baru Linkin Park pada September 2024, setelah band itu menjalani masa vakum selama bertahun-tahun menyusul kematian Chester Bennington pada 2017.

Kehadirannya menandai babak baru perjalanan Linkin Park sekaligus menghadirkan tantangan besar, mengingat suara dan karakter Chester telah melekat kuat di hati para penggemar.

Dalam pembicaraan mengenai dokumenter terbaru Linkin Park, Unshatter, Emily menceritakan keraguan yang muncul selama proses kembalinya band tersebut.

Baca Juga: Ed Sheeran Umumkan Artis Pembuka Baru Tur Loop Usai Kontroversi Macklemore

Film itu mengangkat perjalanan emosional Linkin Park dalam membangun kembali aktivitas mereka setelah kehilangan sang vokalis ikonik.

Kepada People, Emily mengakui dirinya sempat mempertanyakan apakah ia benar-benar layak berada di posisi tersebut.

“Kalian bisa melihatnya di film dokumenter, di mana aku seperti, ‘Apakah aku memang pantas untuk ini?’ Kau mencoba memberi dirimu setiap alasan untuk berpikir, ‘Kau tidak bagus. Semua orang tahu lagu-lagu ini,’” ungkap Emily.

Baca Juga: Turnstile Satukan Musik dan Kemanusiaan Lewat Konser Gratis untuk Palestina

Pengalaman tersebut menyerupai apa yang dikenal sebagai sindrom imposter, yakni kondisi ketika seseorang meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri meskipun telah memperoleh kepercayaan dan kesempatan besar.

Dalam kasus Emily, tekanan itu semakin terasa karena ia harus membawakan lagu-lagu yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan musik banyak orang.

Namun, Emily perlahan menemukan cara untuk menghadapi keraguan tersebut. Ia menyadari bahwa dirinya tidak perlu berusaha menjadi sosok seperti Chester Bennington. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa menggantikan posisi mendiang vokalis tersebut.

Baca Juga: Rekaman Led Zeppelin yang Nyaris Dimusnahkan Ditemukan Setelah 55 Tahun

“Jangan mencoba menjadi seperti siapa pun. Kamu bukan pengganti. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan Chester. Lakukan apa yang biasa kamu lakukan,” kata Emily.

Baginya, tantangan terbesar bukanlah meniru karakter vokal Chester, melainkan mempertahankan emosi yang menjadi kekuatan utama lagu-lagu Linkin Park.

Ia ingin para pendengar tetap merasakan energi, kedalaman, dan keterikatan emosional yang selama ini membuat karya band tersebut begitu berkesan.

Baca Juga: Scorpions Diangkat ke Film Biografi, ‘Wind of Change’ Siap Tayang 2027

“Satu-satunya hal yang mungkin bisa saya coba dengan lagu-lagu lama adalah memberikan dampak emosional yang sama semaksimal mungkin, karena itulah yang pada akhirnya Anda inginkan saat ini,” jelasnya.

Emily juga menempatkan dirinya sebagai seorang penggemar yang memahami arti penting lagu-lagu Linkin Park bagi pendengarnya.

Ia ingin tetap menghadirkan perasaan yang sama ketika lagu-lagu tersebut didengarkan, meskipun kini dibawakan dengan karakter vokal yang berbeda.

Baca Juga: Legenda Black Sabbath Tony Iommi Terima Gelar MBE di Kastil Windsor

“Itulah yang saya inginkan sebagai pendengar, sebagai penggemar Linkin Park. Saya menginginkan perasaan emosional itu. Dan saya berpikir, ‘Oke. Saya rasa saya bisa melakukannya,’” lanjutnya.

Sejak kehadiran Emily, Linkin Park kembali aktif merilis musik dan tampil di berbagai panggung besar. Album From Zero, yang dirilis pada 2024, menjadi bagian penting dari era baru band tersebut. Linkin Park juga kembali tampil di arena, stadion, dan festival musik di berbagai negara.

Perjalanan ini menunjukkan bahwa kebangkitan Linkin Park bukan sekadar upaya menghidupkan kembali nama besar mereka, melainkan juga proses menemukan identitas baru tanpa menghapus sejarah yang telah dibangun bersama Chester Bennington.

Baca Juga: The Rolling Stones Kembali dengan Video Mr Charm yang Penuh Kejutan

Bagi Emily, menerima kenyataan bahwa dirinya tidak harus menjadi Chester merupakan langkah penting untuk melanjutkan perjalanan tersebut.

Ia memilih menghormati warisan sang vokalis dengan caranya sendiri, sembari berusaha menjaga hubungan emosional antara musik Linkin Park dan para penggemarnya.***