SWISS – Leandro Paredes resmi dijatuhi sanksi berat oleh FIFA setelah terlibat dalam insiden keributan di lapangan usai final Piala Dunia FIFA 2026.
Gelandang Argentina tersebut dihukum larangan bermain selama 10 pertandingan dan dikenai denda sebesar 90.000 dolar AS.
Baca Juga: Family Gathering di Pantai Ungkea Tutup Semarak HUT ke-81 RI DPRD Morut
Sanksi tersebut berkaitan dengan insiden yang terjadi setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan final Piala Dunia 2026.
Keributan berlangsung di Stadion New York New Jersey setelah peluit akhir dibunyikan dan melibatkan sejumlah pemain serta staf dari tim nasional Argentina.
FIFA sebelumnya telah membuka proses disipliner terhadap Paredes, Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA, dua pemain Argentina lainnya, serta anggota staf pelatih Roberto Ayala.
Baca Juga: Cuaca Panas, Jangan Tambah Pemicu! 6 Makanan Ini Bisa Membuat Berkeringat
Paredes menjadi salah satu sosok yang menerima hukuman paling berat dalam keputusan tersebut.
Ia didakwa atas tiga pelanggaran terkait insiden pascalaga dan kini harus menjalani larangan bermain 10 pertandingan bersama tim perwakilan yang bersangkutan.
Selain larangan bertanding, pemain yang kini memperkuat Boca Juniors tersebut juga diwajibkan membayar denda sebesar 90.000 dolar AS.
Baca Juga: Ronaldinho Comeback setelah 11 Tahun Pensiun, Legenda Brasil Gabung Klub Serie C Italia
Nahuel Molina turut menerima hukuman berat dari FIFA. Bek Argentina tersebut dijatuhi larangan bermain selama tujuh pertandingan dan dikenai denda sebesar 90.000 dolar AS.
Sementara itu, Thiago Almada dan Roberto Ayala juga tidak luput dari sanksi. Almada didenda 30.000 dolar AS dan mendapat larangan bermain satu pertandingan.
Ayala, yang merupakan anggota staf pelatih Argentina, juga dijatuhi denda sebesar 30.000 dolar AS serta larangan beraktivitas dalam tiga pertandingan.
Baca Juga: Dua Generasi Rock Bersatu! Foo Fighters Akan Jadi Band Pembuka ACDC
Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa sanksi larangan bermain tersebut akan berlaku pada pertandingan berikutnya dari tim perwakilan masing-masing.
Insiden tersebut menjadi salah satu kontroversi terbesar setelah final Piala Dunia 2026.
Paredes sebenarnya sudah menjadi sorotan sejak pertandingan berlangsung karena beberapa kali melakukan pelanggaran keras, tetapi ia beruntung tidak mendapatkan kartu merah selama laga.
Baca Juga: Manchester United Alihkan Target dari Lewis Hall ke Bintang Barcelona
Ketegangan kemudian memuncak setelah pertandingan berakhir. Molina disebut menjadi salah satu pemicu awal keributan.
Ia terlihat melayangkan pukulan ke arah bagian perut Rodri ketika gelandang Spanyol tersebut berlari ke tengah lapangan untuk bergabung dengan rekan-rekan setimnya dalam merayakan kemenangan.
Situasi dengan cepat berubah menjadi perkelahian besar yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Morowali Utara Siap-siap Go Nasional
Paredes kemudian ikut terlibat dalam insiden tersebut. Gelandang Argentina itu dilaporkan mencekik Eric Garcia sebelum mendorong pemain Spanyol tersebut hingga terjatuh.
Keributan tidak berhenti di situ. Paredes juga disebut terlibat konfrontasi dengan Gavi dan melakukan tindakan yang membuat pemain muda Spanyol itu terjatuh ke lapangan.
Laporan awal sempat menyebut Paredes mendapatkan kartu merah atas tindakannya setelah pertandingan.
Baca Juga: Chelsea Bersih-bersih Skuad, Tiga Pemain Berpeluang Hengkang dalam Beberapa Hari
Namun, perkembangan berikutnya mengungkapkan bahwa sang gelandang ternyata tidak diusir dari lapangan oleh wasit.
Meski lolos dari kartu merah saat laga berlangsung maupun setelah peluit akhir, FIFA akhirnya menjatuhkan hukuman berat melalui proses disipliner yang dilakukan setelah turnamen.
Sanksi 10 pertandingan membuat Argentina harus kehilangan salah satu gelandang berpengalaman mereka dalam sejumlah pertandingan internasional berikutnya.
Baca Juga: Saatnya Momentum Reformasi Rekonsiliasi DBH
Absennya Paredes tentu menjadi pukulan bagi tim nasional Argentina, terutama jika hukuman tersebut dijalani dalam laga-laga penting.
Hukuman terhadap Molina juga menambah daftar masalah Argentina setelah final Piala Dunia 2026 yang berakhir dengan kekecewaan.
La Albiceleste datang ke pertandingan tersebut sebagai juara bertahan, tetapi gagal mempertahankan gelar setelah kalah 0-1 dari Spanyol.
Keputusan FIFA ini sekaligus menjadi penegasan bahwa insiden kekerasan dan keributan setelah pertandingan tetap dapat berujung pada sanksi berat, meskipun pemain tidak menerima kartu merah secara langsung di lapangan.***













