HIBURAN

Kontroversi dengan Macklemore Bikin Ed Sheeran Sempat Ragu Bermusik

×

Kontroversi dengan Macklemore Bikin Ed Sheeran Sempat Ragu Bermusik

Sebarkan artikel ini
Kontroversi dengan Macklemore Bikin Ed Sheeran Sempat Ragu Bermusik Lagi
Ed Sheeran kembali tampil di Philadelphia dan membahas kontroversi Macklemore serta dampaknya terhadap kelanjutan tur Loop. (Foto: instagram/@teddysphotos)

Ed Sheeran Kembali Gelar Konser Loop Tour Setelah Pekan Penuh Kontroversi

PHILADELPHIA – Ed Sheeran akhirnya angkat bicara secara langsung mengenai kontroversi yang melibatkan Macklemore dan tur Loop.

Dalam penampilan perdananya setelah polemik tersebut, Sheeran mengakui telah membuat kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya.

Baca Juga: Ed Sheeran Ditinggal 200 Ribu Followers, Macklemore Malah Banjir Pengikut Baru

Sheeran menyampaikan pernyataan tersebut saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9/2026). Konser itu menjadi penampilan langsung pertamanya setelah Macklemore dicoret dari jajaran artis pendukung tur akibat komentar pro-Palestina yang disampaikannya di atas panggung.

Kontroversi tersebut kemudian meluas setelah sejumlah artis pendukung dan musisi yang tergabung dalam band pengiring Sheeran memilih mundur dari tur.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa keputusan terkait pencopotan Macklemore disebut berkaitan dengan penyelenggara tur dan pemilik stadion, sementara Sheeran mengatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan tersebut.

Baca Juga: Noel Gallagher Janji Live 27 Oasis Bakal Lebih Hebat dari Tur 2025

Di awal konser Philadelphia, Sheeran mengakui kritik yang diterimanya selama sepekan terakhir.

“Saya sudah terbiasa dengan kritik terhadap musik saya, dan saya selalu senang menerimanya karena saya beruntung banyak dari kalian menyukai karya saya,” kata Sheeran.

Namun, ia mengakui bahwa kontroversi kali ini berbeda karena menyangkut persoalan politik dan kemanusiaan yang jauh lebih luas.

Baca Juga: Tony Iommi Ungkap Alasan Tolak Album Terakhir Black Sabbath

“Minggu ini, kritikannya menyangkut sesuatu yang jauh lebih penting, dan saya harus mengambil dan membuat keputusan sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat menyesal,” ujarnya.

Sheeran mengatakan dirinya selama ini berusaha menghindari posisi sebagai musisi yang aktif menyampaikan komentar politik. Menurutnya, konser yang ia gelar selama ini ingin menjadi ruang bagi orang-orang dengan latar belakang dan pandangan berbeda.

“Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis,” kata Sheeran.

Baca Juga: Noel Gallagher Ungkap Kapan Oasis Live 27, Tapi Ada Satu Kabar Buruk

Ia juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan tempat pertunjukan menentukan terlebih dahulu materi atau pandangan yang boleh disampaikan seorang artis di atas panggung. Menurut Sheeran, kebebasan berekspresi menjadi salah satu persoalan yang muncul dari kontroversi tersebut.

Dalam penampilannya, Sheeran kemudian berbicara secara terbuka mengenai konflik Israel-Gaza. Ia mengatakan selama kariernya berusaha menghindari komentar politik karena ingin musiknya menjadi sarana persatuan.

Namun, Sheeran mengatakan situasi tersebut membuatnya merasa perlu menyampaikan pandangannya mengenai aspek kemanusiaan dari konflik tersebut.

Baca Juga: Jim Root Ungkap Fakta Mengejutkan soal Single Baru Slipknot

“Apa yang terjadi di Israel pada festival musik Nova tanggal 7 Oktober sangat mengerikan dan memperparah penderitaan Yahudi selama berabad-abad. Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional,” ujarnya.

Sheeran juga menyatakan keprihatinannya terhadap korban sipil serta situasi di Tepi Barat. Ia mengatakan tengah berbicara dengan berbagai pihak untuk mencari cara memberikan kontribusi kepada para korban dan mengaku masih berusaha memahami persoalan tersebut secara lebih luas.

“Saya mendengarkan dan belajar karena saya tidak cukup tahu,” katanya.

Baca Juga: Slipknot Comeback dengan Single Baru, Musik Pertama Tanpa Sid Wilson

Pernyataan Sheeran tersebut menjadi bagian dari responsnya terhadap kontroversi yang bermula setelah Macklemore menyampaikan dukungan untuk Palestina dalam penampilannya di New Jersey pada 4 September 2026. Setelah itu, muncul seruan agar Macklemore dikeluarkan dari tur, termasuk dari Israeli-American Council.

Macklemore kemudian dicoret dari rangkaian pertunjukan. Sejumlah artis pendukung, termasuk FINNEAS, Lukas Graham dan Aaron Rowe, serta Beoga, kemudian mundur dari tur sebagai bentuk dukungan terhadap Macklemore.

Sheeran sebelumnya mengatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan tersebut. Dalam pernyataan sebelumnya, ia juga mengatakan tidak ingin menjadi bagian dari kontroversi politik tersebut dan berupaya mencari solusi di tengah situasi yang berkembang.

Baca Juga: Oasis Tak Senang Rekaman Langka Hendak Dilelang

Pada konser di Philadelphia, Sheeran kembali menegaskan bahwa ia ingin pertunjukannya tetap menjadi tempat yang dapat dihadiri orang-orang dengan pandangan berbeda.

“Saya sangat bersyukur Anda berada di sini malam ini bersama saya. Konser ini masih merupakan tempat di mana semua orang diterima, dan setiap orang di sini dapat berdiri berdampingan dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda,” katanya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa kontroversi tersebut berdampak besar terhadap dirinya secara pribadi. Sheeran mengatakan sempat mempertanyakan apakah tur akan berlanjut dan bahkan apakah dirinya masih ingin menjadi seorang musisi.

Baca Juga: Noel Gallagher Akui Liam Kini Jadi Sosok yang Menyenangkan

“Minggu terakhir dalam hidupku adalah salah satu minggu terburuk dalam hidupku, dan hari ini adalah salah satu hari teraneh dalam hidupku,” ujar Sheeran.

“Saya benar-benar tidak tahu apakah tur ini akan berlanjut, saya benar-benar tidak tahu apakah saya akan naik panggung lagi, bahkan apakah saya masih ingin menjadi seorang artis sama sekali.”

Menurut Sheeran, dukungan penonton yang tetap datang ke konser menjadi salah satu alasan dirinya memutuskan melanjutkan tur.

Baca Juga: Oasis Kembali ke Panggung? Jawaban Noel Soal Tur 2027 Bikin Heboh

Ia mengatakan penjualan tiket untuk pertunjukan Philadelphia tidak menunjukkan banyak pembatalan. Sebaliknya, ia melihat puluhan ribu orang tetap datang untuk menyaksikan konser.

“Saya melihat 50.000 orang yang tidak meninggalkan saya,” katanya.

Sheeran kemudian menegaskan bahwa dirinya ingin mempertahankan semangat persatuan dalam konser-konsernya, termasuk mempertemukan orang-orang dari berbagai ras, agama dan pandangan politik.

Baca Juga: Billie Joe Armstrong dan Travis Barker Bersatu, Supergrup The Cretin Family Rayakan 50 Tahun Ramones

“Akar dari semua ini adalah cinta,” ujar Sheeran.

Dalam konser tersebut, Sheeran memang tampil dengan sejumlah musisi pengganti setelah para anggota band pengiring dan artis pendukung sebelumnya memilih mundur.

Ia juga menghapus penggunaan B-stage dari pertunjukan karena mengaku khawatir dengan keamanan apabila harus berada di tengah kerumunan penonton.

Baca Juga: Johnny Marr Ungkap Noel Gallagher Sedang Menulis Lagu, Benarkah Oasis Siapkan Musik Baru?

Penampilan di Philadelphia sekaligus menjadi titik baru bagi Loop Tour setelah sepekan penuh kontroversi.

Sheeran mengatakan dirinya memilih tetap berada di atas panggung dan melanjutkan tur karena ingin memenuhi komitmennya kepada para penggemar.***