MOROWALI – Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPD-KKLR) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, resmi memiliki kepengurusan baru.
Pelantikan berlangsung di Hotel Metro, Bungku, Morowali, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan pelantikan dirangkaikan dengan rapat kerja BPD-KKLR Morowali.
Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW-KKLR) Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., MM., IPU, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Perkara Penganiayaan di Morowali
Ia melantik dan mengukuhkan H. Jumardin Mahmud sebagai Ketua BPD-KKLR Morowali bersama jajaran pengurus lainnya.
Acara itu turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Morowali, Drs. Bambang S. Suroso, M.Si., yang mewakili Bupati Morowali.
Sejumlah unsur Forkopimda Morowali, jajaran BP-KKLR Sulteng, sesepuh dan tokoh Wija To Luwu, serta tamu undangan juga hadir.
Dalam sambutannya, Muhammad Neng mengingatkan pengurus agar tidak melihat pelantikan sebagai acara seremonial semata. Momen tersebut justru menjadi awal bagi pengurus baru untuk menjalankan amanah organisasi.

Baca Juga: Pabrik PT SPN di Morowali Utara Terbakar Siang Hari
“KKLR hadir sebagai rumah besar yang mempersatukan Wija To Luwu di tanah rantau. Karena itu, keberadaan KKLR harus mampu menjadi wadah untuk sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge (saling memanusiakan, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebaikan),” ujarnya.
Neng mengajak seluruh Wija To Luwu menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Salah satunya melalui prinsip “patuppu i ri ade’e, passanrei ri syara’e”.
“Kehidupan harus berpijak pada adat dan bersandar pada nilai-nilai agama. Nilai inilah yang hendaknya terus menjadi pegangan kita dalam membangun organisasi, bermasyarakat, dan memberikan kontribusi bagi daerah tempat kita hidup mencari penghidupan,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi dan TNI Gerebek Tiga Arena Sabung Ayam di Morowali, Pelaku Kabur
Khusus kepada pengurus BPD-KKLR Morowali, Neng menitipkan tiga pesan. Pertama, menjaga persatuan dan kekeluargaan. Kedua, membangun organisasi yang solid dan terbuka. Ketiga, ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Morowali.
“KKLR tidak boleh hanya aktif saat kegiatan seremonial. Organisasi harus hadir ketika anggotanya membutuhkan, baik dalam suka maupun duka,” ujar Neng yang sehari-hari menjabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia juga meminta pengurus merangkul seluruh Wija To Luwu di Morowali. Mulai dari sesepuh, tokoh masyarakat, pengusaha, ASN, pekerja, perempuan, pemuda hingga generasi muda.
Baca Juga: 68 Petani Sawit Morowali Dilatih BPBD dan BBPP Batangkaluku Bikin Pupuk Organik
“Kita dari Luwu Raya, dikenal bukan hanya karena jumlahnya, tetapi karena kontribusi, integritas, kerja keras, serta kemampuan menjaga persaudaraan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Neng, Morowali sebagai kawasan industri dan investasi memiliki banyak peluang usaha. Karena itu, KKLR Morowali diharapkan bisa ikut memfasilitasi dan membuka ruang bagi warganya untuk mengambil peluang.
Neng juga berpesan kepada seluruh pengurus agar mendukung Ketua BPD-KKLR Morowali dalam menjalankan amanah organisasi.
“Secara khusus kepada pengurus KKLR Morowali, ia menyerukan agar bantulah ketua dengan penuh keikhlasan. Jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk melayani, bukan sekadar kehormatan yang disandang.”
Baca Juga: Anwar Hafid Resmikan Groundsill Karaupa, Pastikan Rakyat Jadi Prioritas
Sebelum menutup sambutan, Neng menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali dan masyarakat setempat. Apresiasi diberikan atas dukungan kepada keluarga besar Luwu Raya yang selama ini hidup, bekerja, dan mengabdi di Morowali.
“KKLR akan senantiasa berdiri bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan, kedamaian, serta mendukung pembangunan di Kabupaten Morowali dan Provinsi Sulawesi Tengah,” tandas Neng. (*)













