BERITA

Pertalite Langka di Palu, Pemprov Sulteng Gerak Cepat Koordinasi dengan Pertamina

×

Pertalite Langka di Palu, Pemprov Sulteng Gerak Cepat Koordinasi dengan Pertamina

Sebarkan artikel ini
Pertalite Langka di Palu, Pemprov Sulteng Gerak Cepat Berkoordinasi dengan Pertamina
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah Rudi Dewanto memimpin rapat bersama pihak terkait untuk merespons kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Palu (Foto: IST)

PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons laporan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa hari terakhir.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., memimpin rapat bersama sejumlah pihak terkait di Ruang Rapat Asisten II Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Setelah Gugatan Besar AS, Meta Wajib Ubah Facebook dan Instagram Demi Perlindungan Anak

Rapat tersebut digelar sebagai bentuk respons pemerintah atas informasi yang berkembang di masyarakat mengenai antrean panjang kendaraan serta keterbatasan stok Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Palu.

Dalam pertemuan itu, Asisten II Rudi Dewanto menyampaikan bahwa Gubernur Anwar Hafid meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi konkret. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dan kondisi distribusi di lapangan dapat segera kembali normal.

“Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” ujar Rudi.

Baca Juga: Pesan dan Harapan Ketua PHBI Morut di Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Beteleme

Pihak Pertamina dalam rapat tersebut menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan Pertalite dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk yang berdampak pada perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus 2026.

Gangguan cuaca tersebut menyebabkan keterlambatan distribusi pasokan pada 16 hingga 17 Agustus 2026. Untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina kemudian mengambil sejumlah langkah antisipasi dengan mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau dan mengambil tambahan stok dari Depot Poso.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di wilayah Sulawesi Tengah sekaligus mengantisipasi terjadinya kekurangan stok di sejumlah SPBU.

Baca Juga: Bangun Kawasan Pesisir Terintegrasi, Anwar Hafid Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Bunobogu

Pertamina juga menyampaikan bahwa pasokan dari Bau-Bau dan Bitung telah kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus 2026. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu (26/8/2026) juga dilaporkan mulai kembali normal.

Pemprov Sulawesi Tengah berharap masyarakat tidak perlu panik menyikapi kondisi yang sempat terjadi. Pemerintah mengimbau warga untuk membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” kata Rudi.

Baca Juga: Jelang Isu Demo 27 Agustus, Prof Zainal Minta Masyarakat Tenang dan Tolak Provokasi

Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan dan distribusi BBM di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan jenis BBM lainnya berjalan lancar serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan seluruh pihak terkait dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan distribusi. Terutama ketika kendala pasokan dipengaruhi faktor cuaca dan transportasi, koordinasi cepat menjadi kunci agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Dengan pasokan yang mulai kembali normal, Pemprov Sulawesi Tengah berharap aktivitas masyarakat di Kota Palu dan wilayah sekitarnya dapat berjalan tanpa terganggu persoalan ketersediaan BBM.***