BERITA

Setelah Gugatan Besar AS, Meta Wajib Ubah Facebook dan Instagram Demi Perlindungan Anak

×

Setelah Gugatan Besar AS, Meta Wajib Ubah Facebook dan Instagram Demi Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini
Setelah Gugatan Besar AS, Meta Wajib Ubah Facebook dan Instagram Demi Perlindungan Anak
Mark Zuckerberg, CEO Meta (instagram/@zuck)

AMERIKA – Meta menyetujui penyelesaian besar senilai 17,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp280 triliun dalam perkara hukum terkait dugaan dampak kecanduan media sosial terhadap remaja di Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut juga mencakup serangkaian perubahan besar pada Facebook dan Instagram untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga: Pesan dan Harapan Ketua PHBI Morut di Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Beteleme

Gugatan terhadap Meta diajukan oleh California bersama 28 negara bagian lainnya. Perusahaan teknologi yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads itu dituduh sengaja menerapkan sejumlah fitur yang dapat membuat pengguna, khususnya remaja, terus menggunakan platform mereka.

Selain persoalan kecanduan, gugatan tersebut juga menuduh Meta menyesatkan pengguna mengenai tingkat keamanan platform dan secara ilegal mengumpulkan data anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua.

Persidangan juri dalam kasus tersebut baru dimulai di Oakland, California, pada pekan sebelumnya dan semula diperkirakan berlangsung selama enam minggu. Namun, kesepakatan besar antara pihak-pihak terkait diumumkan pada 26 Agustus 2026.

Baca Juga: Bangun Kawasan Pesisir Terintegrasi, Anwar Hafid Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Bunobogu

Berdasarkan ketentuan penyelesaian, Meta akan membayar sedikitnya 12,1 miliar dolar AS selama satu dekade mendatang.

Nilai total penyelesaian dapat bertambah hingga sekitar 17,1 miliar dolar AS apabila pesaing seperti TikTok dan YouTube mengadopsi perlindungan serupa serta memenuhi mekanisme pembayaran yang terkait dengan kesepakatan tersebut.

Meta tetap membantah tuduhan yang diajukan selama proses hukum berlangsung. Penyelesaian ini juga tidak mencakup pengakuan kesalahan dari perusahaan.

Baca Juga: Jelang Isu Demo 27 Agustus, Prof Zainal Minta Masyarakat Tenang dan Tolak Provokasi

Meski demikian, kesepakatan tersebut mewajibkan Meta melakukan perubahan besar terhadap Facebook dan Instagram, terutama untuk akun milik pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.

Salah satu perubahan utama adalah penerapan batas waktu penggunaan hingga dua jam per hari bagi pengguna remaja di kedua platform.

Meta juga akan menghadirkan jeda dan pengingat setelah penggunaan terus-menerus selama 15 menit, serta ketika total waktu penggunaan mencapai 60 dan 90 menit.

Baca Juga: Tiga Kelas Terbakar, Wakil Wali Kota Palu Turun Langsung dan Siapkan Tempat Belajar Darurat

Facebook dan Instagram juga akan diblokir untuk pengguna di bawah usia 18 tahun antara pukul 00.00 hingga 06.00, kecuali terdapat intervensi atau persetujuan dari orang tua maupun wali.

Selain itu, notifikasi akan dinonaktifkan pada malam hari, yakni antara pukul 22.00 hingga 07.00. Pada hari sekolah, notifikasi juga akan dibatasi antara pukul 08.00 hingga 15.00 untuk mengurangi gangguan selama kegiatan belajar.

Perubahan lain yang disepakati mencakup penyediaan opsi umpan kronologis yang tidak dipersonalisasi bagi pengguna remaja. Jumlah tanda suka atau like juga akan disembunyikan secara otomatis, sementara filter yang mensimulasikan prosedur kosmetik ekstrem akan dinonaktifkan.

Baca Juga: Wakapolda Sulteng Instruksikan Pencegahan Karhutla hingga Pengungkapan Maksimal Kasus Pembunuhan di Duyu

Jaksa Agung California, Rob Bonta, menyebut penyelesaian tersebut sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko bahaya media sosial terhadap anak-anak dan remaja.

Menurutnya, kesepakatan itu akan memaksa Meta melakukan transformasi besar dalam beberapa bulan ke depan dan menghadirkan perlindungan yang dapat diterapkan serta diawasi secara nyata.

“Meta telah setuju untuk melakukan transformasi besar-besaran yang akan mengurangi risiko bahaya dari platformnya,” kata Bonta.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Kapolda Sulteng Terbitkan Maklumat Tegas Larangan Bakar Hutan dan Lahan

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian tersebut menghadirkan perubahan nyata, transparansi, serta perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak yang menggunakan Facebook dan Instagram.

Jaksa Agung Washington DC, Brian Schwalb, turut menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi kesehatan publik, khususnya bagi generasi muda di Amerika Serikat.

Di sisi lain, Meta menegaskan bahwa menciptakan pengalaman yang aman dan produktif bagi pengguna remaja merupakan prioritas penting bagi perusahaan.

Baca Juga: Prof. Zainal Abidin: Muktamar ke-35 NU Harus Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Masa Depan Organisasi

Meta juga menyerukan agar platform media sosial lainnya menerapkan langkah perlindungan serupa.

Menurut perusahaan, pembatasan yang hanya diterapkan pada satu atau dua platform berisiko membuat pengguna remaja memindahkan waktu penggunaan mereka ke aplikasi lain.

Kesepakatan ini muncul setelah Meta juga menghadapi tekanan hukum dalam kasus perlindungan anak lainnya.

Baca Juga: Ratusan Rumah di Kampung Adat Sade NTB, Ludes Terbakar

Awal bulan Agustus 2026, pengadilan di New Mexico memerintahkan Meta membayar 942 juta dolar AS dan melakukan perubahan terhadap sistem perlindungan anak setelah perusahaan dinilai gagal mencegah eksploitasi seksual anak di Facebook dan Instagram.

Meta menyatakan berencana mengajukan banding atas keputusan dalam kasus New Mexico tersebut.

Penyelesaian senilai 17,1 miliar dolar AS ini menjadi salah satu perkembangan hukum terbesar yang dihadapi Meta dalam isu keselamatan pengguna muda.

Baca Juga: Polres Sigi Olah TKP Kecelakaan Maut Fortuner di Kawasan Wisata Paralayang Wayu

Perubahan pada Facebook dan Instagram juga berpotensi menjadi titik penting bagi industri media sosial global, terutama dalam perdebatan mengenai kecanduan digital, kesehatan remaja, perlindungan anak, dan tanggung jawab perusahaan teknologi.

Dengan aturan baru tersebut, Facebook dan Instagram diperkirakan akan mengalami perubahan besar dalam pengalaman penggunaan bagi remaja.

Penerapan pembatasan waktu, jam malam digital, pembatasan notifikasi, hingga pengurangan fitur yang berpotensi menciptakan tekanan sosial menjadi langkah baru yang dapat mengubah cara generasi muda berinteraksi di media sosial.***