OLAHRAGA

Inter Milan Comeback Gila, Tumbangkan Udinese 5-3 dalam Drama Delapan Gol

×

Inter Milan Comeback Gila, Tumbangkan Udinese 5-3 dalam Drama Delapan Gol

Sebarkan artikel ini
Inter Milan Comeback Gila, Tumbangkan Udinese 5-3 dalam Drama Delapan Gol
Inter Milan melakukan comeback spektakuler untuk mengalahkan Udinese 5-3 dalam drama delapan gol di San Siro. (Foto: instagram/@inter)

ITALIA – Inter Milan kembali menunjukkan mentalitas juara setelah melakukan comeback luar biasa saat menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie A 2026/27.

Sempat tertinggal dua gol hanya dalam 16 menit, Nerazzurri akhirnya membalikkan keadaan dan menang dengan skor 5-3 di Stadion San Siro, Selasa (15/9/2026) pukul 01.45 WIB.

Baca Juga: Derby Manchester Penuh Drama! Haaland Cetak Gol, VAR Jadi Sorotan

Pertandingan yang menghasilkan delapan gol tersebut berjalan penuh drama sejak menit pertama. Inter sebagai tuan rumah justru dikejutkan oleh permainan agresif Udinese yang mampu mencetak dua gol cepat.

James Abankwah membuka keunggulan Udinese pada menit kesembilan. Berawal dari situasi sepak pojok yang berhasil dibersihkan oleh pertahanan Inter, bola kembali berada dalam penguasaan tim tamu.

Abankwah mendapatkan ruang yang cukup dan melepaskan sundulan yang tidak mampu dihentikan Josep Martinez. Udinese pun mengejutkan publik Giuseppe Meazza dengan keunggulan 1-0.

Baca Juga: Barcelona Hajar Levante 4-2, Lamine Yamal Kembali Jadi Bintang

Inter belum sempat menemukan ritme permainan. Tujuh menit kemudian, Udinese kembali menghukum pertahanan tuan rumah.

Jurgen Ekkelenkamp berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang dari jarak dekat. Gol tersebut membuat Udinese unggul 2-0 dan berada dalam posisi sangat menguntungkan.

Namun, keunggulan tersebut justru membangunkan Inter. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan melalui tembakan dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut bawah gawang. Gol tersebut menjadi titik balik permainan karena Inter mulai meningkatkan tekanan.

Baca Juga: Mbappe Cetak Brace, Real Madrid Bangkit dan Hancurkan Rayo Vallecano

Nerazzurri semakin agresif memasuki akhir babak pertama. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan.

Skor berubah menjadi 2-2 dan Inter berhasil menyelesaikan babak pertama dengan momentum yang jauh lebih positif dibandingkan ketika mereka tertinggal dua gol.

Memasuki babak kedua, comeback Inter semakin menjadi kenyataan. Pada menit ke-59, Marcus Thuram membawa Inter berbalik unggul 3-2. Penyerang asal Prancis tersebut menyelesaikan umpan tarik Andy Diouf dari sisi kiri setelah serangan cepat Inter membuat pertahanan Udinese kehilangan keseimbangan.

Baca Juga: Chelsea Ditahan Hull City 2-2, Pertahanan The Blues Kembali Jadi Sorotan

Gol Thuram membuat atmosfer Giuseppe Meazza berubah total. Tim yang sebelumnya tertinggal dua gol kini berada di depan.

Menariknya, kemampuan melakukan comeback setelah tertinggal 0-2 bukanlah sesuatu yang baru bagi Inter musim ini. Nerazzurri juga melakukan kebangkitan serupa ketika menghadapi Napoli.

Setelah unggul, Inter tidak mengendurkan tekanan. Francesco Pio Esposito kemudian memperlebar jarak menjadi 4-2 dan semakin membuat Udinese berada dalam situasi sulit.

Baca Juga: Mikel Arteta Beri Kabar Terbaru 3 Bintang Arsenal Jelang Hadapi Sunderland

Udinese berusaha kembali memberikan perlawanan, tetapi Inter terus menemukan celah di pertahanan tim tamu.

Ange-Yoan Bonny akhirnya mencetak gol kelima Inter. Gol tersebut membuat skor menjadi 5-2 dengan waktu normal menyisakan sekitar 11 menit.

Udinese masih berusaha memperkecil jarak hingga menit-menit terakhir. Pada masa injury time, Idrissa Gueye berhasil mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 5-3.

Baca Juga: Xabi Alonso Tak Mau Ambil Risiko, 4 Pemain Chelsea Belum Bisa Bermain

Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Inter mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan tersebut menjadi bukti kekuatan mental Inter dalam menghadapi situasi sulit. Tertinggal dua gol pada awal pertandingan, Nerazzurri mampu mencetak lima gol balasan dan mengubah laga yang sempat berada dalam kendali Udinese menjadi kemenangan meyakinkan.

Meski demikian, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya menutupi persoalan di lini belakang. Kebobolan tiga gol di kandang sendiri menjadi catatan yang harus diperhatikan oleh pelatih Cristian Chivu.

Baca Juga: Xabi Alonso Waspadai Hull City, Chelsea Bisa Jadi Korban Berikutnya

Inter memang memperlihatkan kualitas luar biasa di lini depan, tetapi pertahanan mereka masih memberikan ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang.

Chivu kini memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki keseimbangan tim. Sebab, memasuki persaingan panjang Serie A, kemampuan mencetak banyak gol harus diimbangi dengan pertahanan yang lebih konsisten.

Di sisi lain, tambahan tiga poin membuat Inter mempertahankan start sempurna mereka di Serie A 2026/27. Dari empat pertandingan, Nerazzurri telah mengoleksi 12 poin melalui empat kemenangan.

Baca Juga: Bukan Kejutan Biasa, Como Tampil Ganas dan Hancurkan RB Leipzig

Inter berada di papan atas bersama AS Roma yang juga mengoleksi 12 poin setelah mengalahkan Torino dengan skor 2-0.

Pertandingan berikutnya pun berpotensi menjadi ujian penting bagi Inter. Nerazzurri dijadwalkan menghadapi Roma, yang juga mengawali musim dengan catatan sempurna.

Laga tersebut akan mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi 12 poin dan menjadi kesempatan bagi Inter untuk menunjukkan apakah mentalitas comeback mereka dapat diterjemahkan menjadi konsistensi dalam persaingan papan atas.

Baca Juga: Old Trafford Bergemuruh, Manchester United Hancurkan Sabah 4-0

Kemenangan 5-3 atas Udinese akhirnya meninggalkan dua wajah Inter. Di satu sisi, pertahanan masih rentan dan harus segera diperbaiki. Namun di sisi lain, kemampuan bangkit dari ketertinggalan dua gol menunjukkan bahwa Nerazzurri memiliki mentalitas kuat untuk menghadapi tekanan.

Inter Milan pun meninggalkan Giuseppe Meazza dengan tiga poin dan kepercayaan diri tinggi. Udinese sempat membuat publik tuan rumah terdiam lewat dua gol cepat, tetapi pada akhirnya Nerazzurri mengubah drama delapan gol tersebut menjadi pesta kemenangan.***