OLAHRAGA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ole Romeny Ungkap Makna Trofi bagi Garuda

×

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ole Romeny Ungkap Makna Trofi bagi Garuda

Sebarkan artikel ini
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ole Romeny Ungkap Makna Trofi bagi Garuda
Ole Romeny merayakan keberhasilan Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK. (Foto: instagram/oleromeny)

JAKARTA – Ada kemenangan dalam sepak bola yang maknanya jauh melampaui angka di papan skor. Bagi Timnas Indonesia, malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi salah satu momen tersebut.

Indonesia akhirnya menorehkan sejarah dengan meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026 di level senior. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara, skuad Garuda berhasil menuntaskan perjuangan dengan trofi yang sebelumnya belum pernah mereka raih.

Baca Juga: Malam Bersejarah Emil Audero, Kiper Rayo Vallecano Antar Indonesia Juara

Perjalanan menuju gelar tersebut pun berlangsung dramatis. Indonesia harus menghadapi Thailand dalam pertandingan final yang berjalan ketat. Kedua tim tidak mampu dipisahkan hingga waktu normal 90 menit maupun babak tambahan.

Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama tersebut, Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil keluar sebagai pemenang untuk mengukir sejarah baru bagi sepak bola nasional.

Bagi Ole Romeny, keberhasilan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan sebuah trofi.

Baca Juga: Garuda Ukir Sejarah! Indonesia Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

“Sangat berarti, sangat berarti. Jika melihat semua orang, anak-anak, dan seluruh masyarakat, pencapaian ini begitu berarti bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan rasanya seperti satu keluarga besar,” ujar Romeny kepada FIFA.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana para pemain memandang perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup.

Setiap pertandingan bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membawa kebanggaan ketika mengenakan jersey Merah Putih.

Baca Juga: Presiden Federasi Portugal Ungkap Kesalahpahaman Ronaldo dan Jorge Jesus

Para pemain menyadari bahwa mereka tidak hanya bermain untuk diri sendiri. Di balik perjuangan mereka di lapangan, ada dukungan ratusan juta masyarakat Indonesia yang menaruh harapan kepada tim nasional.

“Ini sungguh luar biasa. Setiap kali bermain, kami selalu merasa sangat bangga mengenakan jersey ini. Apalagi saat bermain di kandang sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” lanjut Romeny.

Perasaan tersebut semakin kuat ketika Indonesia tampil di hadapan pendukungnya sendiri di GBK. Ribuan suporter memberikan energi sepanjang pertandingan dan menjadi bagian penting dari perjalanan Garuda hingga peluit akhir.

Baca Juga: 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Bakal Membara di Final Indonesia vs Thailand

Bagi Luke Vickery, final melawan Thailand merupakan pertandingan yang sulit dijelaskan hanya dengan satu emosi.

Pertandingan berlangsung penuh ketegangan dengan perubahan momentum yang terjadi berkali-kali hingga akhirnya harus diselesaikan melalui adu penalti.

“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery.

Baca Juga: Tinggalkan Kamp Portugal, Cristiano Ronaldo Bisa Kena Sanksi Berat

Meski memberikan kontribusi melalui gol dan assist sepanjang turnamen, Vickery menegaskan bahwa pencapaian individu bukanlah hal utama. Baginya, keberhasilan Indonesia menjadi juara jauh lebih penting daripada catatan personal.

“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kolektif di dalam skuad Indonesia.

Baca Juga: Spanyol Belum Terbendung! Ceko Jadi Korban Ketiga La Roja

Gol, assist, penyelamatan, perjuangan hingga menit-menit terakhir dan berbagai momen sulit sepanjang turnamen pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Garuda menjadi juara.

Bagi Dean James, final FIFA ASEAN Cup juga memiliki makna personal. Bek Indonesia tersebut berhasil mencetak gol pertamanya untuk tim nasional pada pertandingan final, tepat ketika Garuda sedang berjuang menentukan sejarah.

“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol pertama saya untuk Indonesia di pertandingan ini, terutama di final. Saya sangat senang kami akhirnya memenangkan pertandingan,” kata James kepada FIFA.

Baca Juga: Rekor Buruk Kroasia Tercipta, Inggris Menang Telak 7-0 di Rijeka

Gol tersebut menjadi salah satu momen yang kemungkinan tidak akan dilupakan James dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia. Mencetak gol perdana untuk negara di sebuah laga final membuat pengalaman tersebut semakin istimewa.

Namun, bukan hanya gol yang membuat James terkesan. Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pemain tersebut.

“Saya melihat langsung atmosfernya. Ketika berada di lapangan, rasanya luar biasa. Sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Saya hanya sangat bahagia bisa bermain di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Masa Depan Makin Panas, Arsenal dan Barcelona Berebut Erling Haaland

Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya tentang satu pertandingan final atau drama adu penalti.

Trofi tersebut menjadi simbol dari perjalanan panjang, kerja keras, dukungan suporter dan kebanggaan seluruh pemain ketika mengenakan jersey Merah Putih.

Malam di GBK pun menjadi bagian dari sejarah baru Timnas Indonesia. Setelah melewati pertandingan penuh emosi melawan Thailand, Garuda akhirnya berdiri sebagai juara dan membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup untuk pertama kalinya.***