MANCHESTER — Manchester City berpotensi terhindar dari penerapan langsung sanksi dalam kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League, meskipun hukuman berat membayangi klub tersebut.
Peluang itu muncul melalui mekanisme penangguhan eksekusi yang dapat diminta apabila Manchester City tidak menerima sanksi yang dijatuhkan dan melanjutkan proses banding.
Baca Juga: Lima Pemain Man United Absen Latihan Jelang Hadapi Como di Liga Champions
Pengacara olahraga Dan Chapman, Managing Partner sekaligus Kepala Hukum Olahraga di Leathes Prior, menilai Manchester City kemungkinan akan meminta penangguhan apabila hukuman yang dijatuhkan cukup berat. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya klub untuk mempertahankan statusnya selama proses hukum belum berakhir.
Kasus finansial Manchester City masih menjadi salah satu persoalan hukum paling besar yang dihadapi Premier League. Komisi independen sebelumnya menyatakan klub tersebut melanggar sejumlah aturan finansial setelah menjalani proses pemeriksaan yang panjang. Namun, City dengan tegas membantah temuan tersebut dan berupaya membatalkan keputusan melalui jalur banding.
Dalam pernyataan sebelumnya, Manchester City menyebut putusan komisi mengandung “kesalahan material yang jelas, baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta, dan tidak aman”. Klub juga menyatakan telah menyerahkan sejumlah besar bukti yang menurut mereka mendukung posisi pembelaan.
Baca Juga: Tinggalkan Kamp Timnas, Portugal Jatuhkan Hukuman kepada Cristiano Ronaldo
Permohonan banding diajukan pada 1 Oktober. Berdasarkan aturan baru Premier League yang disebut dalam laporan TEAMtalk, proses banding musim ini ditargetkan selesai dalam waktu 12 minggu sejak pengajuan, dengan sidang yang dapat berlangsung hingga lima hari.
Jika jadwal tersebut dipenuhi, proses banding diperkirakan selesai pada pertengahan Desember. Meski demikian, waktu pengumuman keputusan akhir dan penentuan sanksi masih belum pasti, sehingga perkembangan kasus tersebut berpotensi berlanjut hingga awal 2027.
Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah penerapan aturan baru tersebut terhadap kasus Manchester City. Klub itu didakwa pada 2023, sebelum ketentuan tenggat waktu banding yang lebih ketat diperkenalkan.
Baca Juga: Posisi Mourinho di Real Madrid Mulai Goyah, El Clasico Jadi Ujian Penting
Karena itu, masih terdapat kemungkinan munculnya perdebatan mengenai penerapan aturan tersebut dalam proses yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, penentuan sanksi juga bergantung pada penyelesaian proses banding terhadap keputusan mengenai tanggung jawab klub.
Panel beranggotakan tiga orang yang menangani perkara ini disebut akan mempertimbangkan persoalan sanksi sesuai tahapan prosedur yang berlaku.
Baca Juga: Skenario Hukuman Man City Terungkap, Denda Besar dan Degradasi Jadi Ancaman
Hukuman yang berpotensi dijatuhkan kepada Manchester City mencakup pengurangan poin dalam jumlah besar, pembatasan transfer, hingga sanksi yang dapat mengancam keberadaan klub di Premier League. Namun, sampai ada keputusan resmi, bentuk dan tingkat keparahan hukuman tersebut belum dapat dipastikan.
Chapman menilai semakin berat sanksi yang dijatuhkan, semakin besar pula alasan bagi Manchester City untuk meminta penangguhan penerapannya selama proses banding berlangsung.
“City hampir pasti akan meminta ‘Penangguhan Eksekusi’,” kata Chapman dalam wawancara dengan TEAMtalk.
Baca Juga: Jorge Jesus Siap Terima Ronaldo Kembali, tetapi Ada Syarat yang Harus Dipenuhi
Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai permohonan tersebut berada di tangan komisi terkait. Premier League juga akan dimintai pandangan apakah menyetujui atau menentang penangguhan tersebut.
“Saya pikir semakin berat hukumannya, semakin besar kemungkinan penangguhan sementara menunggu banding,” ujar Chapman.
Menurutnya, pertimbangan utama berkaitan dengan konsekuensi apabila hukuman langsung diberlakukan, tetapi kemudian dibatalkan melalui banding.
Baca Juga: Masa Depan Carrick Disorot, Fabrizio Romano Luruskan Rumor Antonio Conte
Degradasi atau pengusiran klub dari kompetisi, misalnya, dapat menimbulkan persoalan besar jika keputusan tersebut berubah beberapa bulan kemudian.
“Bagaimana mungkin Anda mendegradasi atau bahkan mengeluarkan sebuah tim dari liga hanya untuk kemudian dibatalkan melalui banding beberapa bulan kemudian? Itu akan menjadi kekacauan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Penangguhan eksekusi pada prinsipnya dapat menunda penerapan suatu sanksi selama proses hukum tertentu berjalan, apabila permohonan tersebut dikabulkan oleh pihak yang berwenang.
Baca Juga: Mourinho Sebut Vinicius Seharusnya Tinggalkan Real Madrid, Ada Apa?
Dengan demikian, Manchester City berpotensi tetap berkompetisi dengan statusnya saat ini untuk sementara waktu, bergantung pada ketentuan dan keputusan yang berlaku.
Chapman juga menilai penjatuhan hukuman sebelum seluruh jalur banding yang sah ditempuh merupakan skenario yang sulit diperkirakan akan terjadi dalam praktik.
Menurutnya, proses tersebut perlu mempertimbangkan hak klub untuk mengajukan banding atas keputusan mengenai tanggung jawab maupun beratnya sanksi.
Baca Juga: Hukuman Man City dalam Kasus FFP Ditargetkan Keluar Sebelum Musim Berakhir
“Demi keadilan bagi City, hak-hak tersebut tersedia bagi mereka dan hanya waktu yang akan membuktikan apakah mereka keliru atau tidak dalam mengejar banding tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komisi perlu mempertimbangkan kepentingan keadilan dan dampak olahraga sebelum menetapkan sanksi yang berpotensi menimbulkan konsekuensi besar bagi klub serta kompetisi.
Selain mengajukan banding, Manchester City juga dilaporkan sedang mempersiapkan kemungkinan melanjutkan perjuangan hukum ke Pengadilan Tinggi.
Baca Juga: Man Utd Terpuruk di Awal Musim, Jaap Stam Kirim Pesan Penting kepada INEOS
Klub tersebut disebut telah memperkuat tim hukumnya dengan melibatkan Mark Howard KC untuk menghadapi tahapan berikutnya.
Meski demikian, kemungkinan penangguhan bukan berarti Manchester City otomatis terbebas dari hukuman. Permohonan tersebut masih harus melalui mekanisme yang berlaku, sedangkan hasil akhir perkara akan bergantung pada keputusan panel dan perkembangan proses hukum selanjutnya.
Bagi Manchester City, penangguhan eksekusi dapat menjadi faktor penting apabila sanksi yang dijatuhkan mengancam posisi mereka di kompetisi. Namun, apakah langkah tersebut benar-benar akan ditempuh dan dikabulkan masih belum diketahui.***













