OLAHRAGA

Turki vs Italia 1-4: Azzurri Bangkit, Mancini Hantam Montella di Bursa

×

Turki vs Italia 1-4: Azzurri Bangkit, Mancini Hantam Montella di Bursa

Sebarkan artikel ini
Turki vs Italia 1-4: Azzurri Bangkit, Mancini Hantam Montella di Bursa
Alessandro Bastoni dan rekan-rekannya merayakan pesta gol Italia saat menghancurkan Turki 4-1 di Bursa. (Foto: instagram/@azzurri)

BURSA – Timnas Italia bangkit dari kekalahan pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Turki di Bursa BuyukSehir Stadyumu, Selasa (29/9/2026) dini hari.

Empat gol Italia dicetak Alessandro Bastoni pada menit ke-9, Davide Frattesi menit ke-22, Michael Kayode menit ke-27, dan Francesco Pio Esposito menit ke-50. Turki hanya mampu membalas melalui Barış Alper Yılmaz pada menit ke-47.

Baca Juga: Prancis Curi Kemenangan di Brussels, Olise Cetak Gol Solo Run Spektakuler

Hasil tersebut menjadi respons Italia setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Belgia pada pertandingan pertama. Kemenangan di Bursa juga membuat Roberto Mancini mendapatkan tiga poin pertamanya dalam periode keduanya sebagai pelatih Italia. Reuters mencatat Azzurri tampil jauh berbeda dibandingkan ketika dikalahkan Belgia.

Italia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-9 melalui Alessandro Bastoni.

Berawal dari situasi sepak pojok, bola tetap berada di area pertahanan Turki. Bastoni kemudian muncul dan melepaskan tembakan yang mengarah ke bagian atas gawang sehingga kiper Turki gagal mengantisipasinya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan Lawan Norwegia, Jorge Jesus Buka Suara

Gol tersebut membuat Italia unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan. Italia kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-22. Davide Frattesi berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola hasil penyelamatan kiper Turki setelah Michael Kayode melepaskan tembakan.

Frattesi dengan tenang melakukan penyelesaian akhir untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol itu sekaligus menjadi gol internasional ke-9 Frattesi bersama Italia. Ia mengatakan kepada Sky Sport Italia bahwa dirinya sudah cukup lama menunggu gol untuk tim nasional.

Belum sempat Turki memperbaiki permainan, Italia kembali mencetak gol. Pada menit ke-27, Michael Kayode mencatatkan namanya di papan skor. Pemain yang menjalani debut internasional tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan kiper Turki.

Baca Juga: Jerman vs Yunani 0-1: Kourbelis Bikin Debut Kandang Klopp Berakhir Pahit

Italia pun unggul 3-0 hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. ANSA melaporkan bahwa Kayode langsung memberikan kontribusi dalam laga debutnya bersama Azzurri. Tiga gol tersebut membuat Italia praktis mengendalikan jalannya pertandingan sejak babak pertama.

Turki mencoba bangkit setelah turun minum. Usaha tuan rumah menghasilkan gol pada menit ke-47 melalui Barış Alper Yılmaz.

Yılmaz melepaskan penyelesaian keras yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi Turki untuk mengejar Italia.

Baca Juga: Pelatih Norwegia Lindungi Haaland dari Media di Tengah Kasus Man City

Namun, harapan itu hanya bertahan beberapa menit. Italia kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-50 melalui Francesco Pio Esposito. Penyerang muda tersebut memanfaatkan umpan Sandro Tonali dan mencetak gol keempat Italia melalui sundulan.

Skor berubah menjadi 4-1 dan Italia kembali mengendalikan pertandingan.

Setelah unggul jauh, Italia tidak lagi bermain seagresif babak pertama. Turki mendapatkan lebih banyak ruang untuk membangun serangan, tetapi pertahanan Azzurri mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.

Baca Juga: Ceko vs Kroasia 1-2: Modric dan Pasalic Bawa Vatreni Menang Dramatis di Praha

Rai News menggambarkan kemenangan tersebut sebagai penampilan Italia yang jauh berbeda dibandingkan kekalahan dari Belgia. Azzurri mendominasi sebagian besar pertandingan dan kemenangan 4-1 dinilai mencerminkan jalannya permainan.

Kemenangan ini juga menjadi respons penting bagi Mancini setelah Italia mendapat kritik akibat kekalahan 0-2 dari Belgia pada matchday pertama. Mancini melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain dan memberikan kesempatan kepada beberapa pemain baru.

Football Italia mencatat Italia melakukan delapan perubahan dari tim yang kalah melawan Belgia. Perubahan tersebut terbukti memberikan dampak besar karena Azzurri langsung mencetak tiga gol pada babak pertama.

Baca Juga: Harry Kane Gagal Penalti, Spanyol Comeback dan Kalahkan Inggris

Bagi Turki, kekalahan ini menjadi pukulan kedua secara beruntun. Sebelumnya, mereka kalah 0-1 dari Prancis dalam pertandingan pembuka Nations League 2026/27.

Sementara Italia kini mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan di Grup A1. Prancis berada di posisi teratas setelah meraih dua kemenangan, sedangkan Belgia dan Italia sama-sama mengumpulkan tiga poin setelah dua laga.

Italia selanjutnya akan menghadapi Prancis dalam pertandingan berikutnya. Mancini sendiri menyatakan timnya harus segera memulihkan kondisi karena pertandingan melawan Les Bleus sudah menanti.

Baca Juga: Mbappe Cedera Setelah Cetak Gol, Prancis Kehilangan Kapten di Nations League

Kemenangan 4-1 menunjukkan respons cepat Italia setelah hasil mengecewakan melawan Belgia. Perubahan pemain yang dilakukan Mancini membuat permainan Azzurri terlihat lebih agresif sejak menit awal.

Bastoni menjadi pembuka kemenangan, sementara Frattesi menunjukkan ketajamannya di kotak penalti. Kayode juga memberikan kejutan dengan mencetak gol pada laga debut internasionalnya.

Pio Esposito kemudian menutup pesta gol Italia. Empat pemain berbeda mencetak gol, menunjukkan bahwa ancaman Italia tidak hanya bergantung pada satu pemain.

Baca Juga: Turki vs Prancis 0-1: Gol Mbappe Warnai Debut Kemenangan Zidane

Turki sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui Yılmaz pada awal babak kedua. Namun, Italia segera merespons melalui Pio Esposito sehingga momentum tuan rumah kembali terputus.

Dari sisi Italia, kemenangan ini menjadi modal penting sebelum menghadapi Prancis. Tantangan berikutnya akan jauh lebih berat karena Les Bleus juga sedang berada dalam tren positif setelah meraih dua kemenangan beruntun.***