OLAHRAGA

Comeback Parma Gagal Total! Cesc Fabregas Bawa Como Terbang Tinggi

×

Comeback Parma Gagal Total! Cesc Fabregas Bawa Como Terbang Tinggi

Sebarkan artikel ini
Comeback Parma Gagal Total! Cesc Fabregas Bawa Como Terbang Tinggi
Como 1907 kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Parma 2-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia dan melanjutkan tren positif di awal Serie A 2026/27. (Foto: instagram/@comofootball)

ITALIA – Como 1907 terus menunjukkan perkembangan impresif di awal Serie A 2026/27. Tim asuhan Cesc Fabregas berhasil mengalahkan Parma dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Selasa (15/9/2026).

Kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Como di papan atas klasemen sementara Serie A. Dua gol tuan rumah masing-masing dicetak Jacobo Ramon dan Bruno Kaiki, sedangkan Parma baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Romero pada masa injury time.

Baca Juga: Inter Milan Comeback Gila, Tumbangkan Udinese 5-3 dalam Drama Delapan Gol

Hasil ini juga terasa semakin istimewa bagi Como karena mereka baru saja melewati salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah klub.

Beberapa hari sebelumnya, Como mencatat kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig dalam debut mereka di Liga Champions. Setelah menjalani pertandingan bersejarah di panggung Eropa, mereka harus segera kembali fokus ke kompetisi domestik.

Padatnya jadwal menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Fabregas. Namun, Como tetap berusaha mempertahankan gaya bermain agresif ketika menghadapi Parma.

Baca Juga: Derby Manchester Penuh Drama! Haaland Cetak Gol, VAR Jadi Sorotan

Parma sempat memberikan ancaman pada awal pertandingan. Akan tetapi, Como secara perlahan mampu mengambil kendali melalui penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Tuan rumah akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-22.

Jacobo Ramon mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Nico Paz. Kombinasi keduanya menghasilkan serangan yang membuat lini belakang Parma kesulitan membaca arah pergerakan pemain Como.

Baca Juga: Barcelona Hajar Levante 4-2, Lamine Yamal Kembali Jadi Bintang

Gol tersebut membuat Como semakin percaya diri. Parma mencoba merespons, tetapi tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Parma mulai meningkatkan intensitas serangan dan mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-66, Romero hampir membawa Parma kembali ke pertandingan. Tembakannya berhasil melewati pertahanan Como, tetapi bola justru membentur tiang gawang.

Baca Juga: Mbappe Cetak Brace, Real Madrid Bangkit dan Hancurkan Rayo Vallecano

Peluang tersebut menjadi salah satu momen penting bagi Parma. Jika bola masuk, jalannya pertandingan berpotensi berubah.

Como kemudian kembali mendapatkan momentum menjelang pertandingan memasuki 10 menit terakhir.

Pada menit ke-83, Bruno Kaiki berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Baca Juga: Chelsea Ditahan Hull City 2-2, Pertahanan The Blues Kembali Jadi Sorotan

Kaiki memanfaatkan bola muntah setelah kiper Parma melakukan penyelamatan. Dengan sigap, ia menyambar bola dari jarak dekat dan memastikan Como mendapatkan gol kedua.

Gol tersebut memiliki arti khusus bagi Kaiki. Itu merupakan gol pertamanya di Serie A sekaligus gol pertamanya bersama Como.

Keunggulan 2-0 membuat Como berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman. Parma masih berusaha mencari gol balasan, tetapi waktu yang tersedia semakin terbatas.

Baca Juga: Mikel Arteta Beri Kabar Terbaru 3 Bintang Arsenal Jelang Hadapi Sunderland

Parma akhirnya mendapatkan gol pada menit ke-92 melalui Romero.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan membuat beberapa menit terakhir pertandingan berlangsung menegangkan. Parma mencoba memanfaatkan momentum untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Namun, Como mampu bertahan hingga pertandingan berakhir.

Baca Juga: Xabi Alonso Tak Mau Ambil Risiko, 4 Pemain Chelsea Belum Bisa Bermain

Peluit panjang memastikan Como meraih tiga poin penting. Hasil tersebut membawa tim Fabregas naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan koleksi 10 poin.

Como juga mempertahankan status belum terkalahkan pada awal musim. Catatan tersebut menjadi semakin menarik karena mereka harus membagi perhatian antara Serie A dan Liga Champions.

Dalam lima pertandingan di semua kompetisi, Como mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Performa tersebut menunjukkan bahwa tim Fabregas mulai memiliki konsistensi yang dibutuhkan untuk bersaing di level tinggi.

Baca Juga: Xabi Alonso Waspadai Hull City, Chelsea Bisa Jadi Korban Berikutnya

Bagi Fabregas, kemampuan menjaga performa setelah pertandingan besar di Liga Champions menjadi salah satu indikator positif. Como tidak larut dalam euforia kemenangan atas RB Leipzig dan langsung kembali meraih tiga poin di Serie A.

Perkembangan Como juga membuat mereka mulai dipandang lebih dari sekadar tim kejutan. Dengan Fabregas di kursi pelatih dan pemain-pemain kreatif seperti Nico Paz, klub tersebut perlahan menunjukkan kapasitas untuk bersaing dengan tim-tim papan atas Italia.

Kemenangan atas Parma juga memperlihatkan bahwa Como mampu memenangkan pertandingan meski tidak selalu tampil sempurna. Setelah unggul 1-0, mereka harus menunggu hingga menit ke-83 untuk mencetak gol kedua dan kemudian menghadapi tekanan pada penghujung pertandingan.

Baca Juga: Bukan Kejutan Biasa, Como Tampil Ganas dan Hancurkan RB Leipzig

Sementara bagi Parma, kekalahan tersebut menjadi hasil mengecewakan. Mereka memang berhasil mencetak gol di masa injury time, tetapi gol Romero tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.

Como kini dapat menatap pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi. Tim asuhan Fabregas dijadwalkan menghadapi Frosinone pada Minggu (20/9/2026) sebelum kembali menjalani rangkaian pertandingan padat musim ini.

Jika mampu mempertahankan konsistensi, Como berpotensi menjadi salah satu tim yang menarik perhatian dalam persaingan papan atas Serie A 2026/27.

Kemenangan 2-1 atas Parma pun menjadi bukti bahwa Como tidak hanya mampu tampil mengejutkan di Eropa, tetapi juga dapat menjaga performa ketika kembali ke kompetisi domestik.***