KESEHATAN

Sering Mengisi Ulang Botol Air Kemasan? 4 Bahaya Ini Perlu Anda Ketahui

×

Sering Mengisi Ulang Botol Air Kemasan? 4 Bahaya Ini Perlu Anda Ketahui

Sebarkan artikel ini
Sering Mengisi Ulang Botol Air Kemasan? 4 Bahaya Ini Perlu Anda Ketahui
Botol plastik sekali pakai sebaiknya tidak terus digunakan berulang kali. (Foto: pixabay)

KESEHATAN – Kebiasaan mengisi ulang botol air plastik sekali pakai mungkin dilakukan banyak orang karena alasan praktis, hemat, atau ingin mengurangi sampah. Setelah air di dalamnya habis, botol dicuci dan kembali digunakan untuk menyimpan air.

Sekilas, kebiasaan tersebut tampak seperti langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik. Namun, para ahli mengingatkan bahwa botol plastik sekali pakai memang tidak dirancang untuk digunakan berulang kali dalam jangka panjang.

Baca Juga: 5 Minuman Penenang yang Bisa Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak

Berbeda dengan botol minum yang memang dibuat untuk dipakai berkali-kali, botol air kemasan umumnya memiliki material yang lebih tipis dan dapat mengalami goresan, retakan kecil, atau perubahan bentuk setelah digunakan berulang kali.

Lantas, apa saja alasan seseorang sebaiknya tidak menjadikan botol air plastik sekali pakai sebagai wadah minum sehari-hari?

1. Berpotensi Menjadi Tempat Berkembangnya Bakteri
Salah satu kekhawatiran utama dari penggunaan ulang botol plastik sekali pakai adalah kebersihannya.

Baca Juga: Tidak Sarapan Setiap Pagi? Waspadai 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tubuh

Brian Campbell, pendiri sekaligus ahli pengolahan air di WaterFilterGuru.com, mengatakan botol yang tidak dibersihkan secara menyeluruh dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Permukaan botol yang sering disentuh, terutama bagian mulut botol, dapat terkontaminasi bakteri dari tangan, mulut, maupun lingkungan sekitar. Kondisinya dapat menjadi lebih buruk apabila botol dibiarkan dalam keadaan lembap setelah digunakan.

Goresan atau retakan kecil yang muncul akibat pemakaian berulang juga dapat membuat permukaan botol lebih sulit dibersihkan secara optimal.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anda Mengonsumsi Tuna Lebih dari Dua Kali Seminggu?

Risikonya semakin perlu diperhatikan ketika botol berisi air dibiarkan di tempat yang hangat, misalnya di dalam mobil yang terkena sinar matahari atau di dalam tas olahraga.

Suhu hangat dan kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme apabila kebersihan botol tidak terjaga.

Karena itu, jika ingin menggunakan botol minum berkali-kali, lebih baik memilih wadah yang memang dirancang untuk penggunaan berulang dan dapat dicuci secara menyeluruh.

Baca Juga: Diet Bebas Gluten? 5 Perubahan yang Mungkin Terjadi pada Tubuh Anda

2. Material Plastik Dapat Menjadi Perhatian
Tidak semua jenis plastik memiliki karakteristik yang sama. Salah satu cara untuk mengetahui jenis plastik yang digunakan adalah dengan melihat kode resin atau kode daur ulang yang biasanya tercantum pada kemasan.

Sebagian besar botol air minum sekali pakai menggunakan polyethylene terephthalate (PET atau PETE), yang umumnya ditandai dengan angka 1.

PET tidak sama dengan polikarbonat yang secara historis menjadi perhatian karena penggunaan bisphenol A (BPA). Namun, keamanan bahan kemasan tidak hanya ditentukan oleh satu angka kode plastik.

Baca Juga: Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Penting untuk Menjaga Fungsi Ginjal

Kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Paparan panas, kerusakan fisik, serta penggunaan berulang dapat menjadi alasan untuk tidak menjadikan botol sekali pakai sebagai wadah permanen.

Karena itu, daripada menggunakan botol air kemasan berkali-kali sampai kondisinya berubah, lebih baik menggunakan botol yang memang dirancang untuk pemakaian jangka panjang.

3. Ada Kekhawatiran Mengenai Mikroplastik
Mikroplastik juga menjadi salah satu alasan yang sering dikaitkan dengan penggunaan dan konsumsi produk berbahan plastik.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menyeruput Kopi di Pagi Hari

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Chemistry pada 2018 menganalisis sampel dari ratusan botol air kemasan dan menemukan partikel mikroplastik pada sebagian besar sampel yang diperiksa.

Temuan tersebut tidak berarti bahwa setiap botol plastik akan menyebabkan gangguan kesehatan atau bahwa penggunaan satu botol secara otomatis berbahaya. Namun, keberadaan mikroplastik dalam makanan dan minuman memang menjadi bidang penelitian yang terus berkembang.

Para ilmuwan masih mempelajari secara lebih mendalam seberapa besar paparan mikroplastik memengaruhi kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Fast Food Sekali Seminggu, Apakah Aman? Ini Risiko yang Perlu Anda Waspadai

Sejumlah penelitian telah mengaitkan paparan partikel plastik dengan berbagai kemungkinan efek biologis, termasuk stres oksidatif dan gangguan pada sistem tertentu. Namun, besarnya risiko pada manusia dan dampak jangka panjangnya masih terus diteliti.

Artinya, langkah paling masuk akal bukanlah panik terhadap setiap botol plastik, melainkan mengurangi paparan yang tidak perlu. Salah satunya dengan menggunakan botol minum yang memang dibuat untuk dipakai berulang kali.

4. Penggunaan Botol Sekali Pakai Tetap Berdampak pada Lingkungan
Selain persoalan kebersihan dan kesehatan, ada alasan besar lainnya untuk mengurangi penggunaan botol air plastik sekali pakai, yakni dampaknya terhadap lingkungan.

Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental

Produksi botol plastik membutuhkan bahan baku, energi, serta proses distribusi. Setelah digunakan, sebagian botol tidak didaur ulang dan akhirnya menjadi sampah.

Kantor Keberlanjutan Universitas Harvard menyoroti bahwa siklus hidup air kemasan berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil, emisi, serta polusi plastik.

Dengan demikian, mengisi ulang botol sekali pakai memang dapat memperpanjang masa penggunaannya untuk sementara, tetapi tidak mengubah fakta bahwa wadah tersebut pada awalnya dirancang sebagai kemasan sekali pakai.

Baca Juga: Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi

Jika tujuan utamanya adalah mengurangi sampah plastik, pilihan yang lebih efektif adalah menggunakan botol yang tahan lama dan memang dirancang untuk dicuci serta digunakan berulang kali.

Botol berbahan stainless steel atau kaca dapat menjadi pilihan, selama digunakan dan dirawat sesuai petunjuk. Selain lebih awet, penggunaan botol semacam ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai.

Pada akhirnya, menggunakan kembali botol air plastik sekali pakai bukan berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan kesehatan. Risiko sangat dipengaruhi oleh kondisi botol, kebersihan, cara penyimpanan, jenis material, serta seberapa sering botol digunakan.

Namun, jika botol sudah tergores, berubah bentuk, rusak, sulit dibersihkan, atau berbau, sebaiknya segera diganti. Untuk penggunaan sehari-hari, memilih botol yang memang dirancang untuk dipakai berulang kali merupakan pilihan yang lebih praktis dan masuk akal.***