KESEHATAN

Tidak Sarapan Setiap Pagi? Waspadai 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tubuh

×

Tidak Sarapan Setiap Pagi? Waspadai 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tubuh

Sebarkan artikel ini
Tidak Sarapan Setiap Pagi? Waspadai 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tubuh
Sarapan bergizi membantu memulai aktivitas pagi dengan lebih optimal. (Foto: pixabay)

KESEHATAN – Sarapan kerap disebut sebagai salah satu waktu makan penting untuk mengawali hari. Namun, kesibukan, kebiasaan bangun terlambat atau keinginan mengurangi asupan kalori membuat sebagian orang memilih melewatkan sarapan.

Padahal, tubuh membutuhkan energi dan nutrisi setelah tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur. Ketika sarapan dilewatkan, perubahan tertentu dapat terjadi, meskipun responsnya berbeda pada setiap orang.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anda Mengonsumsi Tuna Lebih dari Dua Kali Seminggu?

Menurut ahli diet terdaftar Trista Best, kebiasaan tidak sarapan dapat memengaruhi rasa lapar, tingkat energi, kemampuan berkonsentrasi hingga fungsi pencernaan.

Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi pada tubuh ketika Anda sering melewatkan sarapan.

1. Rasa Lapar dan Keinginan Makan Bisa Meningkat
Salah satu efek yang paling mudah dirasakan adalah meningkatnya rasa lapar menjelang siang atau bahkan sepanjang hari.

Diet Bebas Gluten? 5 Perubahan yang Mungkin Terjadi pada Tubuh Anda

Ketika tidak mendapatkan asupan makanan pada pagi hari, kadar gula darah dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat memicu rasa lapar yang lebih kuat dan meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan manis atau berkalori tinggi.

Rasa lapar yang menumpuk juga dapat membuat seseorang makan dalam jumlah lebih banyak pada waktu makan berikutnya. Akibatnya, upaya mengurangi kalori dengan melewatkan sarapan belum tentu menghasilkan pola makan yang lebih sehat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition juga menemukan adanya kaitan antara kebiasaan melewatkan sarapan dan asupan kalori yang lebih tinggi pada waktu berikutnya.

Baca Juga: Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Penting untuk Menjaga Fungsi Ginjal

Namun, dampaknya tidak sama pada setiap orang. Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan berat badan dan kesehatan metabolik.

2. Energi Bisa Menurun
Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan aktivitas fisik maupun mental. Setelah tidur semalaman, sarapan dapat menjadi salah satu kesempatan untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tersebut.

Ketika sarapan dilewatkan, sebagian orang mungkin merasa lebih lemas, mengantuk atau kurang bersemangat menjalani aktivitas.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menyeruput Kopi di Pagi Hari

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2010 menemukan bahwa melewatkan sarapan berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik dan pengeluaran energi sepanjang hari.

Tubuh tetap memiliki cadangan energi yang dapat digunakan ketika seseorang belum makan. Namun, rasa lelah dan rendahnya energi tetap dapat muncul, terutama jika seseorang memiliki aktivitas yang padat.

Karena itu, jika Anda sering merasa lemas pada pagi hingga siang hari, pola makan dan kualitas sarapan merupakan salah satu hal yang dapat dievaluasi.

Baca Juga: Fast Food Sekali Seminggu, Apakah Aman? Ini Risiko yang Perlu Anda Waspadai

3. Konsentrasi dan Fokus Bisa Terganggu
Sarapan juga dapat berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Otak membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk berpikir, mengingat dan mempertahankan fokus.

Melewatkan sarapan pada sebagian orang dapat membuat konsentrasi lebih sulit dipertahankan, terutama ketika tubuh mulai mengalami rasa lapar.

Perubahan kadar gula darah juga dapat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang merasa dan berfungsi secara kognitif.

Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental

Kondisi tersebut dapat menjadi lebih terasa ketika seseorang harus melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi atau belajar dalam waktu lama.

Sejumlah penelitian telah mengevaluasi hubungan antara sarapan dan fungsi kognitif, meskipun hasil penelitian tidak selalu menunjukkan dampak yang sama pada semua kelompok.

Karena itu, sarapan sebaiknya tidak hanya dilihat dari jumlah kalorinya, tetapi juga dari kualitas makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga: Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi

4. Sistem Pencernaan Bisa Terganggu
Melewatkan sarapan juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan mendapatkan serat dan berbagai nutrisi yang membantu mendukung fungsi pencernaan.

Sarapan yang mengandung makanan kaya serat, seperti buah, sayuran dan biji-bijian utuh, dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Sebaliknya, pola makan yang tidak teratur dan rendah serat dapat berkontribusi terhadap keluhan pencernaan pada sebagian orang, termasuk sembelit dan rasa tidak nyaman pada perut.

Baca Juga: Tak Perlu Gym Setiap Hari, 5 Manfaat Jalan Kaki Rutin yang Bisa Dirasakan dalam Sebulan

Namun, tidak semua orang yang melewatkan sarapan otomatis akan mengalami gangguan pencernaan. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh total asupan serat, cairan, aktivitas fisik dan pola makan sepanjang hari.

Apakah Melewatkan Sarapan Selalu Berbahaya?
Tidak selalu. Respons tubuh terhadap waktu makan berbeda-beda, dan sebagian orang memilih pola makan tertentu yang memang tidak memasukkan sarapan.

Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan nutrisi dan energi tetap terpenuhi sepanjang hari.

Baca Juga: Tetap Fit Saat Suhu Terik, Ini 8 Tips Aman Berolahraga di Tengah Cuaca Panas

Jika seseorang melewatkan sarapan tetapi tetap mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang pada waktu makan lainnya, dampaknya bisa berbeda dibandingkan seseorang yang mengganti sarapan dengan makanan tinggi gula dan lemak beberapa jam kemudian.

Jika Anda sering melewatkan sarapan karena tidak sempat makan, pilihan sederhana seperti telur, buah, oatmeal, yoghurt, roti gandum atau kombinasi makanan berprotein dan berserat dapat menjadi alternatif praktis.***