KESEHATAN – Gluten semakin sering menjadi perhatian dalam pola makan modern. Sebagian orang menghindarinya karena memiliki penyakit celiac, sensitivitas gluten, atau sedang mencoba mencari penyebab gangguan pencernaan yang mereka alami.
Gluten merupakan kelompok protein yang terutama ditemukan dalam gandum, barley, dan rye. Pada orang tertentu, konsumsi gluten dapat memicu berbagai keluhan, seperti kembung, diare, sakit kepala hingga rasa tidak nyaman pada tubuh.
Baca Juga: Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Penting untuk Menjaga Fungsi Ginjal
Namun, berhenti mengonsumsi gluten bukan berarti harus menghilangkan seluruh karbohidrat dari menu harian. Beras, kentang dan kacang-kacangan, misalnya, merupakan sumber karbohidrat yang secara alami tidak mengandung gluten.
Lantas, apa yang mungkin terjadi pada tubuh ketika seseorang mulai menjalani pola makan bebas gluten?
1. Tubuh Mungkin Membutuhkan Waktu untuk Beradaptasi
Jangan berharap semua keluhan langsung menghilang setelah gluten dikeluarkan dari menu. Bagi sebagian orang, perubahan justru dapat terasa tidak nyaman pada awalnya.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menyeruput Kopi di Pagi Hari
Beberapa orang melaporkan mengalami pusing, rasa lapar berlebihan atau perubahan suasana hati ketika secara tiba-tiba mengubah pola makan yang sebelumnya banyak mengandung gluten. Namun, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa berhenti mengonsumsi gluten menyebabkan gejala putus zat seperti halnya zat adiktif.
Waktu yang dibutuhkan hingga tubuh terasa lebih baik juga berbeda-beda. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh jenis gejala, sudah berapa lama gejala dialami dan tingkat keparahannya.
Jika keluhan terus berlanjut setelah perubahan pola makan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Baca Juga: Fast Food Sekali Seminggu, Apakah Aman? Ini Risiko yang Perlu Anda Waspadai
2. Risiko Kekurangan Nutrisi Bisa Muncul
Menghilangkan makanan yang mengandung gluten secara sembarangan dapat membuat seseorang kehilangan sejumlah sumber nutrisi penting.
Beberapa produk berbasis gandum mengandung serat, vitamin B, zat besi, magnesium dan nutrisi lainnya. Karena itu, ketika makanan tersebut dihilangkan, kebutuhan nutrisi harus tetap dipenuhi dari sumber lain.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah produk berlabel “gluten-free” tidak otomatis lebih sehat. Sebagian makanan olahan bebas gluten justru dapat mengandung kadar gula, garam atau lemak yang cukup tinggi.
Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental
Karena itu, pola makan bebas gluten sebaiknya tetap berfokus pada makanan utuh seperti buah, sayuran, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, nasi dan sumber makanan alami lainnya yang sesuai kebutuhan tubuh.
3. Masalah Pencernaan Mungkin Mulai Membaik
Bagi orang yang memang sensitif terhadap gluten atau memiliki penyakit celiac, mengurangi atau menghilangkan gluten dapat membantu meredakan sejumlah gangguan pencernaan.
Keluhan seperti kembung, diare dan sembelit pada sebagian orang dapat membaik setelah gluten dihindari. Namun, respons setiap individu berbeda dan perbaikan tidak selalu terjadi dalam waktu yang sama.
Baca Juga: Cuaca Makin Panas? Hindari 4 Jenis Minuman Ini Bisa Memperparah Dehidrasi
Hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya kontaminasi silang. Bagi penderita penyakit celiac, paparan gluten dalam jumlah kecil sekalipun dapat menjadi masalah.
Karena itu, menjalani diet bebas gluten bukan sekadar memilih makanan dengan label tertentu. Cara penyimpanan, pengolahan dan penyajian makanan juga perlu diperhatikan untuk mencegah kontaminasi silang.
4. Kualitas Tidur Mungkin Mengalami Perubahan
Perubahan pola makan juga dapat berdampak pada kualitas tidur, terutama pada orang yang mengalami gangguan pencernaan atau masalah lain yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap gluten.
Baca Juga: Tak Perlu Gym Setiap Hari, 5 Manfaat Jalan Kaki Rutin yang Bisa Dirasakan dalam Sebulan
Sebagian orang dengan penyakit celiac atau sensitivitas gluten melaporkan kualitas tidur yang lebih baik setelah menghindari gluten. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah berkurangnya gangguan pencernaan dan proses peradangan yang sebelumnya mengganggu kenyamanan saat tidur.
Namun, diet bebas gluten bukan solusi universal untuk mengatasi gangguan tidur.
Kualitas tidur juga dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk tingkat stres, lingkungan tempat tidur, kebiasaan sebelum tidur dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Tetap Fit Saat Suhu Terik, Ini 8 Tips Aman Berolahraga di Tengah Cuaca Panas
5. Pola Makan Anda Bisa Berubah Secara Signifikan
Menghindari gluten membuat seseorang perlu lebih cermat dalam memilih makanan. Roti, pasta, kue, biskuit dan berbagai makanan berbasis gandum mungkin harus dikurangi atau diganti dengan alternatif yang sesuai.
Perubahan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan utuh. Namun, jika penggantinya justru berupa makanan olahan bebas gluten yang tinggi gula, natrium atau lemak, manfaat kesehatannya belum tentu lebih baik.
Karena itu, fokus utama sebaiknya bukan sekadar menghindari gluten, tetapi memastikan pola makan tetap seimbang dan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Baca Juga: Anwar Hafid: Tiga Tahun ke Depan, Sulteng Bebas TB
Tidak Semua Orang Perlu Menghindari Gluten
Diet bebas gluten memang penting bagi orang yang memiliki penyakit celiac atau kondisi tertentu yang berkaitan dengan gluten. Namun, bagi orang yang tidak memiliki kondisi tersebut, menghindari gluten belum tentu memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Bahkan, melakukan diet bebas gluten tanpa perencanaan dapat membuat asupan serat dan sejumlah nutrisi berkurang.
Jika Anda mengalami kembung, diare, sakit perut atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan tertentu, jangan langsung menyimpulkan bahwa gluten adalah penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya sebelum melakukan pembatasan makanan secara drastis.***













