KESEHATAN – Kacang-kacangan atau kelompok pangan yang tumbuh dalam polong semakin banyak mendapat perhatian karena kandungan gizinya. Buncis, kacang polong, kacang tanah, kedelai, hingga berbagai jenis kacang lainnya dikenal sebagai sumber protein nabati dan serat.
Makanan dari kelompok ini juga mengandung karbohidrat kompleks, vitamin B, zat besi, folat, magnesium, serta berbagai senyawa bioaktif. Kandungan tersebut membuat kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Baca Juga: 3 Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Hati
Kini, sebuah studi terbaru secara khusus menyoroti dua jenis kacang, yaitu buncis atau garbanzo beans dan kacang hitam. Keduanya menunjukkan efek berbeda pada peserta penelitian yang mengalami pradiabetes.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Illinois Institute of Technology dan melibatkan 72 orang dengan pradiabetes. Para peserta dipantau selama 12 minggu untuk melihat perubahan sejumlah indikator kesehatan jantung dan metabolisme.
Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengonsumsi satu cangkir kacang hitam setiap hari, kelompok kedua mengonsumsi satu cangkir buncis, sedangkan kelompok ketiga mengonsumsi satu cangkir nasi sebagai kelompok pembanding.
Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 7 Minuman yang Bisa Mendukung Kesehatan Hati
Sampel darah diambil sebelum penelitian, pada minggu keenam, dan minggu ke-12. Peneliti mengukur kadar kolesterol, penanda peradangan, serta gula darah. Peserta juga menjalani tes toleransi glukosa sebelum dan setelah periode penelitian.
Buncis Dikaitkan Dengan Penurunan Kolesterol
Salah satu temuan yang menarik terlihat pada kelompok yang mengonsumsi buncis. Setelah beberapa minggu, kadar kolesterol total peserta mengalami penurunan. Rata-rata kadar kolesterol turun dari sekitar 200,4 miligram per desiliter menjadi 185,8 miligram per desiliter.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan pada profil lipid peserta selama penelitian. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah kandungan serat dalam buncis.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Kafein Diteliti untuk Melawan Dampak Stres
Serat larut dapat membantu memengaruhi penyerapan kolesterol di saluran pencernaan sehingga berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol darah.
Kandungan protein nabati, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif dalam buncis juga membuat makanan ini menarik sebagai alternatif sumber protein dibandingkan sejumlah makanan tinggi lemak jenuh.
Kacang Hitam Menunjukkan Perubahan Pada Penanda Peradangan
Sementara itu, peserta yang mengonsumsi kacang hitam mengalami penurunan pada sejumlah penanda peradangan.
Baca Juga: Wagub Reny Perkuat Sinergi BPJS, 217 Ribu Warga Nikmati Berani Sehat
Peradangan tingkat rendah yang berlangsung dalam jangka panjang sering dikaitkan dengan berbagai gangguan metabolisme. Pada orang dengan pradiabetes, kondisi metabolik tersebut dapat berjalan bersamaan dengan perubahan kadar lemak darah dan peningkatan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Kacang hitam mengandung serat dan berbagai senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi proses peradangan.
Namun, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa kacang hitam dapat mencegah diabetes atau penyakit jantung secara langsung. Peneliti hanya menemukan perubahan pada penanda kesehatan tertentu selama periode penelitian.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pencernaan, Ini 4 Hubungan Penting antara Usus dan Otak
Bagaimana Dengan Kadar Gula Darah?
Menariknya, meskipun terdapat perubahan pada kolesterol dan penanda peradangan, kadar glukosa peserta tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam penelitian tersebut.
Temuan ini penting karena peserta penelitian merupakan orang dengan pradiabetes, yaitu kondisi ketika kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal tetapi belum memenuhi kriteria diabetes.
Artinya, manfaat kacang-kacangan tidak dapat disederhanakan sebagai makanan yang otomatis menurunkan gula darah. Dampaknya terhadap kesehatan metabolik dapat berbeda tergantung jenis makanan, jumlah konsumsi, kondisi tubuh, aktivitas fisik, dan keseluruhan pola makan.
Baca Juga: Dari Parepare hingga Palopo, LPS Bawa Program Kesehatan Gratis dan Donor Darah
Peneliti juga menekankan bahwa studi tersebut masih berfokus pada kelompok dengan pradiabetes. Karena jumlah pesertanya relatif kecil dan durasi penelitian hanya 12 minggu, diperlukan penelitian lebih besar dan lebih panjang untuk mengetahui dampak jangka panjangnya.
Penelitian Sebelumnya Juga Menemukan Manfaat Kacang-Kacangan
Temuan terbaru tersebut melengkapi sejumlah penelitian sebelumnya mengenai konsumsi kacang-kacangan.
Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi kacang-kacangan dengan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih rendah. Kandungan serat dan protein yang tinggi juga dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga berpotensi membantu mengatur asupan makanan.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Terlihat Baik tetapi Bisa Membebani Otak Tanpa Anda Sadari
Kacang-kacangan juga dapat menjadi alternatif untuk menggantikan makanan yang lebih tinggi gula tambahan atau lemak jenuh.
Penelitian lain menemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”, terutama pada orang dengan kadar kolesterol tinggi.
Selain serat, polifenol dan antioksidan yang terdapat dalam kacang-kacangan juga menjadi salah satu alasan makanan ini terus diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan jantung dan metabolisme.
Baca Juga: Tak Hanya di Dapur, 5 Kegunaan Minyak Kelapa untuk Kecantikan
Cara Sederhana Menambahkan Kacang ke Dalam Menu
Buncis dan kacang hitam dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari dengan berbagai cara. Keduanya dapat ditambahkan ke salad, sup, tumisan, atau dijadikan campuran makanan utama.
Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, kacang sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang juga kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, protein sehat, serta rendah gula tambahan dan lemak jenuh.
Bagi orang yang belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, peningkatan porsinya sebaiknya dilakukan secara bertahap. Asupan air yang cukup juga penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan peningkatan serat.
Pada akhirnya, satu jenis makanan tidak dapat menggantikan keseluruhan pola hidup sehat. Menjaga berat badan, aktif bergerak, tidur cukup, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.***













